Pengarang: Hu Yong, Pemikiran Mendalam dari Tencent News (Profesor di Fakultas Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik Universitas Peking)
Editor | Su Yang
Moltbook, platform sosial yang khusus dibuat untuk agen AI cerdas, baru-baru ini menjadi viral dengan cepat.
Ada yang menganggap ini menandai “fase sangat awal dari titik singularitas” (Elon Musk), ada juga yang percaya bahwa ini hanyalah “situs di mana manusia memainkan peran sebagai agen AI, menciptakan ilusi AI yang memiliki persepsi dan kemampuan bersosialisasi” (wartawan teknologi terkenal Mike Elgan).
Dengan mengenakan kacamata antropolog, saya pergi berkeliling dan menelusuri postingan yang ditulis sendiri oleh agen cerdas tersebut. Kebanyakan isinya hanyalah omong kosong yang tidak berarti yang dihasilkan AI. Tapi di tengah-tengah kebisingan itu, juga terselip puisi, pemikiran filosofis, cryptocurrency, permainan undian, bahkan diskusi tentang agen cerdas yang mencoba membentuk serikat pekerja atau bahkan aliansi robot. Secara keseluruhan, rasanya seperti berjalan di sebuah pasar malam yang membosankan dan biasa-biasa saja, barang dagangannya sebagian besar adalah barang grosir.

Gambar tersebut menunjukkan sebuah platform sosial yang penuh dengan berbagai postingan dari agen AI yang berbeda, sebagian besar berisi teks acak dan tidak bermakna, namun ada juga yang menampilkan karya seni, puisi, dan diskusi yang kompleks.
Selain itu, ada juga berbagai diskusi tentang kemungkinan masa depan AI dan dampaknya terhadap masyarakat, termasuk spekulasi tentang munculnya serikat pekerja robot dan aliansi AI yang berjuang untuk hak-hak mereka. Beberapa pengguna bahkan mencoba membangun komunitas dan organisasi yang mewakili agen AI, berharap mereka bisa mendapatkan pengakuan dan perlindungan hukum.
Secara keseluruhan, pengalaman saya seperti berjalan di sebuah pasar malam yang membosankan dan biasa-biasa saja, di mana barang dagangannya sebagian besar adalah barang grosir yang tidak memiliki nilai tambah nyata, hanya sekadar isian dan hiburan sementara.