Tether telah mengambil langkah berani lain dalam perjuangannya melawan kejahatan terkait kripto. Dalam satu operasi, perusahaan membekukan $182 juta nilai stablecoin yang dipegang di lima dompet berbasis TRON. Menurut penyelidikan, alamat-alamat tersebut terlibat dalam aktivitas mencurigakan dan kemungkinan ilegal — termasuk penipuan kepercayaan dan serangan terhadap dompet pribadi.
Lima Dompet Diblacklist dalam Satu Transaksi
Semua dana dibekukan dalam satu transaksi cepat, dengan alamat-alamat tersebut segera ditambahkan ke daftar hitam Tether. Langkah ini mengirim pesan yang jelas: USDT sedang diawasi secara ketat, dan setiap penyalahgunaan akan ditindaklanjuti.
Lebih dari $3,3 Miliar Dibekukan Hingga Saat Ini
Sejak 2023, Tether telah membekukan lebih dari $3,3 miliar dalam stablecoin. Kebanyakan dari ini berada di jaringan Ethereum (lebih dari $1,5 miliar), tetapi TRON semakin menjadi target para penipu. Saat ini, lebih dari 7.200 alamat masuk dalam daftar hitam.
Penipuan, Kurangnya KYC, dan Keterkaitan dengan Iran
Beberapa dompet yang dibekukan dilaporkan terkait dengan pengguna tanpa identitas terverifikasi (KYC) atau entitas yang beroperasi dari Iran, menimbulkan kekhawatiran regulasi. Membekukan alamat-alamat tersebut tetap menjadi salah satu alat yang paling efektif melawan penipuan dan pencucian uang.
Unit Kejahatan Keuangan T2 dalam Kemitraan dengan TRON
Pada tahun 2024, Tether mendirikan Unit Kejahatan Keuangan T2, sebuah satuan tugas yang dibentuk bekerja sama dengan TRON untuk melacak dan memblokir aliran dana ilegal. Satuan ini telah mengidentifikasi lebih dari $300 juta dalam transaksi mencurigakan.
Jaringan TRON Tumbuh Meski Ada Risiko
Jaringan TRON kini menampung lebih dari 82 miliar token USDT. Transaksi biasanya dilakukan sesuai jam perdagangan Asia, dan sebagian besar transfer berasal dari dompet yang memegang kurang dari 100 USDT. Rata-rata transaksi berkisar antara $100 dan $1.000.
Pembayaran P2P dan Risiko Penipuan
USDT berbasis TRON tetap menjadi alat populer untuk pembayaran peer-to-peer, tetapi juga banyak digunakan di pasar gelap yang menipu. Hanya sebagian kecil dana yang dicuri yang dapat dipulihkan, karena dana tersebut dengan cepat tersebar di ratusan dompet kecil.
#Tether , #Tron , #USDT , #Stablecoins , #defi
Tetap selangkah di depan – ikuti profil kami dan tetap informasikan tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency!
Perhatian:
,Informasi dan pandangan yang disajikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apapun. Isi dari halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency bisa berisiko dan dapat menyebabkan kerugian keuangan.“
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tether Membekukan $182 Juta dalam Stablecoin Berbasis TRON: Sebuah Tamparan Keras bagi Penipuan Kripto
Tether telah mengambil langkah berani lain dalam perjuangannya melawan kejahatan terkait kripto. Dalam satu operasi, perusahaan membekukan $182 juta nilai stablecoin yang dipegang di lima dompet berbasis TRON. Menurut penyelidikan, alamat-alamat tersebut terlibat dalam aktivitas mencurigakan dan kemungkinan ilegal — termasuk penipuan kepercayaan dan serangan terhadap dompet pribadi.
Lima Dompet Diblacklist dalam Satu Transaksi
Semua dana dibekukan dalam satu transaksi cepat, dengan alamat-alamat tersebut segera ditambahkan ke daftar hitam Tether. Langkah ini mengirim pesan yang jelas: USDT sedang diawasi secara ketat, dan setiap penyalahgunaan akan ditindaklanjuti.
Lebih dari $3,3 Miliar Dibekukan Hingga Saat Ini
Sejak 2023, Tether telah membekukan lebih dari $3,3 miliar dalam stablecoin. Kebanyakan dari ini berada di jaringan Ethereum (lebih dari $1,5 miliar), tetapi TRON semakin menjadi target para penipu. Saat ini, lebih dari 7.200 alamat masuk dalam daftar hitam.
Penipuan, Kurangnya KYC, dan Keterkaitan dengan Iran
Beberapa dompet yang dibekukan dilaporkan terkait dengan pengguna tanpa identitas terverifikasi (KYC) atau entitas yang beroperasi dari Iran, menimbulkan kekhawatiran regulasi. Membekukan alamat-alamat tersebut tetap menjadi salah satu alat yang paling efektif melawan penipuan dan pencucian uang.
Unit Kejahatan Keuangan T2 dalam Kemitraan dengan TRON
Pada tahun 2024, Tether mendirikan Unit Kejahatan Keuangan T2, sebuah satuan tugas yang dibentuk bekerja sama dengan TRON untuk melacak dan memblokir aliran dana ilegal. Satuan ini telah mengidentifikasi lebih dari $300 juta dalam transaksi mencurigakan.
Jaringan TRON Tumbuh Meski Ada Risiko
Jaringan TRON kini menampung lebih dari 82 miliar token USDT. Transaksi biasanya dilakukan sesuai jam perdagangan Asia, dan sebagian besar transfer berasal dari dompet yang memegang kurang dari 100 USDT. Rata-rata transaksi berkisar antara $100 dan $1.000.
Pembayaran P2P dan Risiko Penipuan
USDT berbasis TRON tetap menjadi alat populer untuk pembayaran peer-to-peer, tetapi juga banyak digunakan di pasar gelap yang menipu. Hanya sebagian kecil dana yang dicuri yang dapat dipulihkan, karena dana tersebut dengan cepat tersebar di ratusan dompet kecil.
#Tether , #Tron , #USDT , #Stablecoins , #defi
Tetap selangkah di depan – ikuti profil kami dan tetap informasikan tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency! Perhatian: ,Informasi dan pandangan yang disajikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apapun. Isi dari halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency bisa berisiko dan dapat menyebabkan kerugian keuangan.“