Kasus penambahan modal tunai terdengar sangat profesional, tetapi sebenarnya adalah perusahaan yang terdaftar di bursa menerbitkan saham baru untuk mengumpulkan dana. Masalah utama adalah—ketika perusahaan mengumumkan penambahan modal tunai, apakah harga saham akan naik atau turun? Pertanyaan ini membingungkan banyak investor ritel. Hari ini kita akan mulai dari studi kasus nyata dan menjelaskan logika ini secara menyeluruh.
Pertama, lihat dua contoh nyata untuk memahami hubungan antara penambahan modal tunai dan harga saham.
Kasus 1: Penambahan modal tunai Tesla tahun 2020
Pada tahun 2020, Tesla mengumumkan penerbitan saham baru senilai 2,75 miliar dolar AS, dengan harga per saham sebesar 767 dolar AS, bertujuan untuk ekspansi produksi global dan pembangunan pabrik baru. Secara logis, peningkatan pasokan saham seharusnya akan mengencerkan hak pemegang saham dan menyebabkan harga saham turun.
Hasilnya? Justru sebaliknya. Saat itu pasar sangat percaya diri terhadap Tesla, menganggap dana ini akan mendorong inovasi teknologi dan merebut pangsa pasar. Begitu pengumuman keluar, harga saham tidak hanya tidak turun, malah naik sedikit. Logika investor sangat sederhana: punya uang berarti bisa menerbitkan saham baru.