Data 10 Emas, 21 Januari - Presiden Korea Selatan yang ditahan, Yoon Seok-yo, menghadiri sidang pengadilan impeach untuk pertama kalinya pada hari ini (21 Januari) untuk debat terbuka. Pengacaranya, Chae Ki-hwan, dalam debat pengadilan menyatakan, ‘Pada malam 3 Desember tahun lalu selama keadaan darurat yang mendesak, pengumuman ‘Perintah Darurat Nomor Satu’ hanya sebatas bentuk saja. Yoon Seok-yo tidak memiliki niat untuk melaksanakan secara nyata, juga tidak ada rencana pelaksanaan tertentu, juga tidak ada lembaga yang dibentuk untuk melaksanakan Perintah Darurat.’ Chae Ki-hwan menyatakan, ‘Untuk memenuhi bentuk luar Perintah Darurat tersebut, Menteri Pertahanan saat itu, Kim Yong-hwan, menyusun ‘Perintah Darurat Nomor Satu’ dan berdiskusi dengan Yoon Seok-yo serta melakukan modifikasi.’ Chae Ki-hwan menyatakan, ‘Berdasarkan Perintah Darurat ini, jika Parlemen melakukan ‘tindakan ilegal’, tentara penjaga akan mencegahnya, tetapi tidak ada perintah untuk membubarkan Parlemen, juga tidak ada larangan terhadap aktivitas normal Parlemen.’