Otoritas AS menyita $580 juta dalam penipuan kripto terkait jaringan kejahatan Tiongkok di balik penipuan babi di seluruh Asia Tenggara.
Otoritas Amerika Serikat mengumumkan tindakan besar terhadap jaringan penipuan kripto global. Departemen Kehakiman AS mengonfirmasi penyitaan lebih dari $580 juta aset digital. Dana ini terkait dengan kelompok penipuan transnasional. Oleh karena itu, penyelidik meningkatkan upaya untuk mencegah penipuan kripto secara besar-besaran terhadap warga Amerika.
Penyitaan dilakukan oleh Tim Khusus Pusat Penipuan yang baru dibentuk. Inisiatif ini dijalankan oleh Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia. Otoritas membentuk tim tugas ini pada November 2025 untuk mengoordinasikan penyelidikan terhadap penipuan kripto global.
_Baca Juga: _****Binance Berpartner Menghancurkan Penipuan Siber di 19 Negara | Berita Bitcoin Langsung
Dikatakan bahwa jaringan penipuan ini beroperasi dari kompleks-kompleks di seluruh Asia Tenggara. Beberapa lokasi utama adalah Myanmar, Kamboja, dan Laos. Kelompok kriminal diduga menjalankan penipuan investasi “penyembelihan babi” secara terorganisir dari daerah ini.
Penipuan penyembelihan babi mirip dengan manipulasi sosial jangka panjang terhadap korban. Penipu membangun hubungan dengan target melalui percakapan di internet. Kemudian, mereka menipu korban agar berinvestasi di perusahaan kripto palsu. Akibatnya, korban mengirim uang langsung ke dompet milik kriminal.
Penyelidik mengatakan bahwa banyak jaringan terhubung dengan kelompok kejahatan terorganisir Tiongkok. Kelompok ini sering berkomunikasi dengan korban melalui akun media sosial Amerika. Oleh karena itu, otoritas percaya bahwa koordinasi internasional tetap menjadi kunci untuk membongkar skema ini.
Operasi ini didukung oleh beberapa lembaga federal, termasuk Federal Bureau of Investigation, United States Secret Service, dan Departemen Keuangan AS. Bersama-sama, lembaga-lembaga ini melacak transaksi di blockchain dan menyita aset digital ilegal.
Laporan memperkirakan bahwa penipuan serupa merugikan warga Amerika hampir $10 miliar setiap tahun. Oleh karena itu, pejabat menyebut penyembelihan babi sebagai salah satu kejahatan keuangan dengan pertumbuhan tercepat di sektor aset digital.
Penyitaan terbaru ini merupakan hasil dari beberapa tindakan penegakan hukum besar pada 2025 dan 2026. Otoritas meningkatkan upaya mereka menyelidiki jaringan kejahatan terorganisir yang terlibat dalam pencucian uang kripto.
Pada Oktober 2025, AS menyita sekitar 127.000 BTC terkait Chen Zhi. Cryptocurrency ini dimiliki oleh kepala Prince Holding Group. Penyitaan ini bernilai sekitar $15 miliar dan menjadi penyitaan kripto terbesar dalam sejarah AS.
Selain itu, pengadilan memenjarakan warga Tiongkok pada Januari 2026. Pria ini dijatuhi hukuman 46 bulan karena mencuci uang sebesar $36,9 juta dari pusat penipuan yang beroperasi di Kamboja.
Sementara itu, perusahaan stablecoin juga bekerja sama dengan penyelidik. Contohnya, Tether mengonfirmasi pembekuan $4,2 miliar token terkait aktivitas ilegal dalam tiga tahun terakhir.
Menurut laporan terbaru, sekitar $61 juta token yang dibekukan terkait dengan kasus penyembelihan babi. Otoritas meminta pembekuan ini dalam penyelidikan yang sedang berlangsung yang dikoordinasikan oleh Departemen Kehakiman.
Secara keseluruhan, penyitaan terbaru ini menunjukkan upaya pemerintah yang luas untuk memerangi kejahatan kripto global. Pejabat terus memperkuat kolaborasi internasional dan alat pemantauan blockchain. Oleh karena itu, lembaga penegak hukum berupaya meminimalkan penipuan aset digital secara besar-besaran di seluruh dunia.