Star Xu, pendiri OKX, berbagi wawasan berani selama pidato pada 4 Desember, menandai satu tahun sejak OKX menerima lisensinya di Dubai. Dia menyoroti bahwa generasi pasca-2000, yang sering disebut Gen Z, dapat melihat dompet kripto sebagai lebih aman daripada bank.
Xu percaya bahwa pengguna muda mungkin melihat dompet pertukaran kripto sebagai cara yang lebih andal untuk menyimpan aset dibandingkan investasi tradisional seperti emas. Ini menandai pergeseran dalam cara generasi berikutnya mendekati kekayaan dan keamanan finansial.
Pemerintah Mulai Menyadari
Xu juga mencatat bahwa pemerintah mulai memahami tren ini. Kebijakan sedang dirancang untuk menarik investor muda yang nyaman dengan keuangan digital. Menurutnya, ini menunjukkan pengakuan yang semakin berkembang bahwa keuangan berbasis teknologi sedang membentuk ulang pasar.
Perubahan semacam ini menandakan peluang besar bagi perusahaan kripto dan fintech. Seiring pemerintah beradaptasi, lingkungan menjadi lebih kondusif untuk inovasi keuangan digital.
Era Baru Teknologi vs. Keuangan
Xu memperingatkan bahwa dekade berikutnya bisa menyaksikan kompetisi besar antara teknologi dan keuangan. Bank tradisional dan lembaga keuangan mungkin harus bersaing dengan platform Web3 yang muncul untuk menarik pengguna muda.
Dia memprediksi bahwa, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, perusahaan kripto terkemuka bisa berkembang menjadi raksasa fintech bernilai miliaran atau bahkan triliunan dolar. Pertumbuhan dompet digital, keuangan terdesentralisasi, dan aplikasi berbasis blockchain akan menjadi pendorong utama.
Mengapa Gen Z Penting
Generasi pasca-2000 lebih mahir teknologi dan nyaman dengan aset digital. Xu menekankan bahwa preferensi mereka akan membentuk masa depan keuangan.
Berbeda dengan generasi yang lebih tua, pengguna muda kurang terikat pada bank tradisional. Mereka lebih cenderung mempercayai dompet kripto yang aman, bereksperimen dengan alat keuangan baru, dan mengadopsi teknologi Web3 dengan cepat. Ini menjadikan mereka kekuatan yang kuat di pasar.
Dampak Gen Z terhadap Inovasi Web3
Pesan Xu menyoroti bahwa kebangkitan Web3 tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang budaya dan pergeseran generasi. Perusahaan yang dapat melayani pengguna muda dengan platform yang aman dan ramah pengguna lebih mungkin untuk berkembang.
Dekade berikutnya bisa menyaksikan munculnya gelombang baru raksasa fintech dari ekosistem kripto, didorong oleh kesiapan Gen Z untuk menerima inovasi. Bagi investor dan pemimpin teknologi, memahami tren ini adalah kunci untuk tetap unggul dalam dunia keuangan digital yang berkembang pesat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gen Z dan Web3: Star Xu Melihat Peluang FinTech Besar di Depan
Star Xu, pendiri OKX, berbagi wawasan berani selama pidato pada 4 Desember, menandai satu tahun sejak OKX menerima lisensinya di Dubai. Dia menyoroti bahwa generasi pasca-2000, yang sering disebut Gen Z, dapat melihat dompet kripto sebagai lebih aman daripada bank.
Xu percaya bahwa pengguna muda mungkin melihat dompet pertukaran kripto sebagai cara yang lebih andal untuk menyimpan aset dibandingkan investasi tradisional seperti emas. Ini menandai pergeseran dalam cara generasi berikutnya mendekati kekayaan dan keamanan finansial.
Pemerintah Mulai Menyadari
Xu juga mencatat bahwa pemerintah mulai memahami tren ini. Kebijakan sedang dirancang untuk menarik investor muda yang nyaman dengan keuangan digital. Menurutnya, ini menunjukkan pengakuan yang semakin berkembang bahwa keuangan berbasis teknologi sedang membentuk ulang pasar.
Perubahan semacam ini menandakan peluang besar bagi perusahaan kripto dan fintech. Seiring pemerintah beradaptasi, lingkungan menjadi lebih kondusif untuk inovasi keuangan digital.
Era Baru Teknologi vs. Keuangan
Xu memperingatkan bahwa dekade berikutnya bisa menyaksikan kompetisi besar antara teknologi dan keuangan. Bank tradisional dan lembaga keuangan mungkin harus bersaing dengan platform Web3 yang muncul untuk menarik pengguna muda.
Dia memprediksi bahwa, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, perusahaan kripto terkemuka bisa berkembang menjadi raksasa fintech bernilai miliaran atau bahkan triliunan dolar. Pertumbuhan dompet digital, keuangan terdesentralisasi, dan aplikasi berbasis blockchain akan menjadi pendorong utama.
Mengapa Gen Z Penting
Generasi pasca-2000 lebih mahir teknologi dan nyaman dengan aset digital. Xu menekankan bahwa preferensi mereka akan membentuk masa depan keuangan.
Berbeda dengan generasi yang lebih tua, pengguna muda kurang terikat pada bank tradisional. Mereka lebih cenderung mempercayai dompet kripto yang aman, bereksperimen dengan alat keuangan baru, dan mengadopsi teknologi Web3 dengan cepat. Ini menjadikan mereka kekuatan yang kuat di pasar.
Dampak Gen Z terhadap Inovasi Web3
Pesan Xu menyoroti bahwa kebangkitan Web3 tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang budaya dan pergeseran generasi. Perusahaan yang dapat melayani pengguna muda dengan platform yang aman dan ramah pengguna lebih mungkin untuk berkembang.
Dekade berikutnya bisa menyaksikan munculnya gelombang baru raksasa fintech dari ekosistem kripto, didorong oleh kesiapan Gen Z untuk menerima inovasi. Bagi investor dan pemimpin teknologi, memahami tren ini adalah kunci untuk tetap unggul dalam dunia keuangan digital yang berkembang pesat.