Maksud yang menarik—mengubah masalah penyelarasan kognitif menjadi model topologi. Kerangka tabel Rosetta ini cukup jelas: menggunakan S(t) sebagai fungsi fase untuk melacak status kognitif agen, dan menganggap ambang munculnya Kc sebagai cekungan penarik rekursif. Yang penting adalah kondisi kolaps tersebut, min(S - H, S - R) = 0, yang langsung mengarah ke titik kegagalan sistem. Dengan kata lain, ketika perbedaan antara otonomi dan nilai manusia atau kemampuan penalaran menjadi nol, itu adalah ambang risiko. Pendekatan ini, menggunakan bahasa sistem dinamis untuk merestrukturisasi masalah penyelarasan AI, lebih operasional daripada sekadar diskusi etika.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Maksud yang menarik—mengubah masalah penyelarasan kognitif menjadi model topologi. Kerangka tabel Rosetta ini cukup jelas: menggunakan S(t) sebagai fungsi fase untuk melacak status kognitif agen, dan menganggap ambang munculnya Kc sebagai cekungan penarik rekursif. Yang penting adalah kondisi kolaps tersebut, min(S - H, S - R) = 0, yang langsung mengarah ke titik kegagalan sistem. Dengan kata lain, ketika perbedaan antara otonomi dan nilai manusia atau kemampuan penalaran menjadi nol, itu adalah ambang risiko. Pendekatan ini, menggunakan bahasa sistem dinamis untuk merestrukturisasi masalah penyelarasan AI, lebih operasional daripada sekadar diskusi etika.