Anda semua tahu perasaan itu——dengan percaya diri membeli di bawah harga sebuah proyek baru, tetapi kemudian menemukan diri sendiri membeli pada saat likuiditas habis. Terutama ketika Anda mencoba untuk melakukan transaksi di depan lonjakan cepat, tiba-tiba menyadari ini mungkin adalah jebakan yang dirancang dengan cermat: pembeli awal sudah menjalankan posisi short, kemudian pembersihan karpet datang secara langsung. Harga koin terjun bebas dalam sekejap, posisi Anda berubah dari laba menjadi rugi. Yang paling ironis adalah, mereka yang melakukan short akan bertanya kepada Anda mengapa masih terus bertahan. Pasar seperti ini——keputusan cerdas lima menit yang lalu, detik berikutnya mungkin berubah menjadi kesalahan buku teks. Inilah mengapa para trader selalu menekankan: kedalaman likuiditas dan niat sebenarnya dari rekan transaksi, seringkali lebih penting daripada sinyal harga itu sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CascadingDipBuyer
· 23jam yang lalu
Sial, ini lagi lagi, likuiditas langsung hilang begitu saja
Lihat AsliBalas0
MysteryBoxAddict
· 01-06 20:31
Kembali terjebak, begitu likuiditas hilang langsung tahu akan berakhir, perasaan seperti ini sangat akrab.
Lihat AsliBalas0
zkNoob
· 01-06 20:30
Kekurangan likuiditas benar-benar luar biasa, saat membeli merasa diri sendiri jenius, saat menjual baru sadar telah diperlakukan seperti orang bodoh
Lihat AsliBalas0
DegenDreamer
· 01-06 20:27
Saya benar-benar terjebak lagi, kali ini benar-benar uang biaya kuliah
Lihat AsliBalas0
NervousFingers
· 01-06 20:24
Aduh, pola ini lagi lagi. Aku sudah bilang kenapa begitu banyak koin baru langsung jadi tempat empuk.
Pembeli awal sudah kabur duluan, kita semua masih di situ menerima kerugian.
Kedalaman? Tidak ada. Lawan? Semuanya bandar. Lain kali lebih berhati-hati ya.
Manusia tidak bisa menginjak lubang yang sama dua kali, tapi di dunia koin bisa membuatmu menginjaknya seratus kali.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunter9000
· 01-06 20:24
Haha lagi-lagi dipotong, inilah rutinitas saya
---
Bro, deskripsimu luar biasa, seperti menulis kisah air mata dan darah saya
---
Likuiditas ini benar-benar pembunuh tersembunyi, sama sekali tidak terlihat
---
Pemilik awal yang melakukan short dan pura-pura bodoh bertanya kenapa belum kabur, benar-benar luar biasa
---
Beli di bawah, akhirnya malah jadi bangkrut
---
Pasar berubah setiap menit, begitu juga mental saya
---
Ini disebut pintar malah bikin salah, sial
---
Prediksi kenaikan dari para v besar itu, kok hilang begitu saja
---
Jadi cuma melihat grafik harga saja tidak cukup, harus perhatikan aliran dana
---
Saya cuma ingin tahu bagaimana cara mendeteksi jebakan ini dari jauh
---
Selalu begitu, merasa menemukan titik rendah, padahal itu jebakan
---
Pembersihan besar-besaran, semua jadi sia-sia, bahkan fundamental terbaik pun tidak bisa menyelamatkan
---
Kenapa setiap kali saya yang dipotong, tidak pernah melihat ada operasi sebaliknya
Lihat AsliBalas0
POAPlectionist
· 01-06 20:11
Sial, satu menit cerdas satu menit bodoh, begitu saja simpel
Anda semua tahu perasaan itu——dengan percaya diri membeli di bawah harga sebuah proyek baru, tetapi kemudian menemukan diri sendiri membeli pada saat likuiditas habis. Terutama ketika Anda mencoba untuk melakukan transaksi di depan lonjakan cepat, tiba-tiba menyadari ini mungkin adalah jebakan yang dirancang dengan cermat: pembeli awal sudah menjalankan posisi short, kemudian pembersihan karpet datang secara langsung. Harga koin terjun bebas dalam sekejap, posisi Anda berubah dari laba menjadi rugi. Yang paling ironis adalah, mereka yang melakukan short akan bertanya kepada Anda mengapa masih terus bertahan. Pasar seperti ini——keputusan cerdas lima menit yang lalu, detik berikutnya mungkin berubah menjadi kesalahan buku teks. Inilah mengapa para trader selalu menekankan: kedalaman likuiditas dan niat sebenarnya dari rekan transaksi, seringkali lebih penting daripada sinyal harga itu sendiri.