Baru tahu ternyata Singapura juga jadi tempat persembunyian scammer yang serius. Polisi sana baru aja tangkap 3 orang warga lokal yang terlibat pencucian uang terkait Taizi Group, bahkan sampai mengeluarkan surat penangkapan untuk Chen Xiuling. Total aset yang disita udah lebih dari 5 miliar dolar Singapura, parah banget.



Yang lebih ngeri lagi, penipuan di sana udah berkembang jadi kejahatan yang didukung AI dan blockchain. Tahun 2024 aja kerugiannya udah tembus 1.1 miliar dolar Singapura. Padahal Singapura terkenal dengan sistem keuangan digital yang canggih dan populasi yang wealthy, tapi malah jadi surga buat fraud.

Kira-kira kenapa negara maju seperti itu masih banyak korban scam? Emang teknologi aja gak cukup untuk stop fraud ya?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan