Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Belakangan ini, saya menyadari bahwa laju pembelian emas oleh China secara jelas meningkat. Menurut pengumuman terbaru dari Bank Rakyat China, per akhir Maret cadangan emas China mencapai 74,38 juta ons, dan terus meningkat selama 17 bulan berturut-turut. Terutama dalam bulan Maret saja, terjadi peningkatan sebesar 160.000 ons dibanding bulan sebelumnya, yaitu sekitar 5 ton. Jika dilihat dari kecepatan yang biasanya hanya 1-2 ton per bulan, ini adalah percepatan yang cukup signifikan.
Yang menarik adalah pola perubahan kecepatan ini. Setelah dibuka kembali pada November 2024, China melakukan pembelian emas secara cepat, kemudian mengalami perlambatan bertahap, dan baru-baru ini kembali mempercepat lagi. Pada akhir tahun 2024, peningkatan bulanan mencapai maksimal 10 ton, kemudian menurun ke kisaran 1-2 ton, dan pada bulan Maret kembali mendekati sekitar 5 ton. Ini menunjukkan bahwa bank sentral tidak menghentikan pembelian emas, melainkan menyesuaikan kecepatan secara fleksibel sesuai kondisi pasar.
Penurunan harga emas secara tiba-tiba pada bulan Maret dipicu oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Karena tekanan likuiditas, harga emas turun sebesar 12% dalam satu bulan, yang dikatakan sebagai penurunan terbesar sejak 2008. Apa yang terjadi saat itu? Beberapa bank sentral di pasar berkembang seperti Turki, Polandia, dan negara-negara penghasil minyak Teluk secara temporer menjual emas mereka. Misalnya, Bank Sentral Turki dikatakan menggunakan cadangan emas sekitar 60 ton, atau setara dengan sekitar 8 miliar dolar AS, dalam dua minggu setelah pecahnya perang untuk menstabilkan nilai tukar. Namun, ini dianggap sebagai penjualan taktis, bukan perubahan kebijakan strategis.
Di sisi lain, negara-negara kecil seperti Republik Ceko dan Uzbekistan melihat penurunan ini sebagai peluang untuk membeli emas dan meningkatkan cadangan mereka. Mereka tetap mempertahankan posisi sebagai pembeli bersih, meskipun jumlah pembeliannya terbatas. Selain itu, bulan Maret dan April biasanya merupakan periode di mana pembelian emas oleh bank sentral dunia secara musiman cenderung rendah. Dengan latar belakang harga tinggi sebelumnya dan meningkatnya volatilitas saat ini, secara keseluruhan, laju pembelian secara temporer melambat.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah bahwa data resmi pembelian emas China hanyalah sebagian kecil dari permintaan nyata. Jika dibandingkan data ekspor emas bersih dari Bea Cukai Inggris dan fluktuasi di London vault, diketahui bahwa sekitar dua pertiga dari data pembelian emas resmi oleh bank sentral dunia tidak dipublikasikan. Artinya, kemungkinan besar ada pembelian yang tidak terlihat yang mendukung pasar. Gambaran lengkap tentang permintaan emas China masih belum muncul ke permukaan. Meski terjadi ketegangan antara AS dan Iran, logika bullish jangka panjang terhadap emas tetap tidak tergoyahkan, dan data ini menunjukkan hal tersebut.