Baru je terfikir tentang perspektif Naval Ravikant tentang AI yang agak berbeza dari narrative yang sedang viral sekarang.



Jadi macam ni la—semua orang tengah panic pasal AI nak ambil alih semua kerja. CEO OpenAI dulu cakap AI akan ambil 95% pekerjaan speaker, lepas tu CEO Anthropic pulak cakap software engineer akan habis dalam 6-12 bulan. Macam dunia nak kiamat je. Tapi Naval Ravikant, yang ni co-founder AngelList dan early investor kat Uber dengan Twitter, dia punya take lain.

Menurut Naval Ravikant, kita semua overestimate productivity gains dari AI ni. Dia argue yang AI akan always buat mistakes, no matter how advanced ia jadi. So software engineers? Diorang masih irreplaceable.

Ini yang interesting dari perspektif Naval Ravikant—software engineers punya dua keuntungan besar. Pertama, mereka think in code. Mereka understand the underlying mechanics, dan semua abstraction punya kelemahan. Bila AI atau Claude Code generate program untuk you, ia akan selalu ada bugs, architecture yang imperfect, things yang not quite right. Orang yang truly understand the logic boleh fix these holes immediately.

Kedua, masih banyak problems dalam software engineering yang AI tak boleh solve. Kenapa? Sebab problems tu diluar scope data mereka. AI boleh handle binary sorting atau reverse linked lists—diorang tengok ribuan examples, so expert je. Tapi kalau you start doing something truly novel, high-performance code, architecture yang baru, atau solving completely new problems? You still need hands-on engineers writing actual code.

Situation ni akan terus jadi sampai ada enough data points untuk train new models, atau sampai AI capable of higher-level abstraction dan independent problem solving.

Now here's the thing yang Naval Ravikant emphasize—market doesn't want mediocre. If there's a superior app in any segment, nobody wants the average one. Winner takes almost 100% market share. Jadi bad news: second or third place is pointless. Good news: there's unlimited niches where you bisa jadi the best.

Naval punya principle ni: keep redefining what you do until you become the best at something. Dan Naval Ravikant still believes prinsip ni applies dalam era AI. You don't need to worry about replacement kalau you're truly the expert di your field, no matter how niche. The opportunities are endless kalau you willing to find your own lane.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan