Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Gue baru perhatiin tren yang cukup menarik di pasar: sejak awal 2025, kapitalisasi pasar equity token udah tumbuh hampir 3,5 kali lipat. Ini bukan kebetulan—ini menunjukin pergeseran besar-besaran menuju tokenisasi aset dunia nyata yang dimulai dari infrastruktur lama yang udah ketinggalan zaman.
Jadi begini, pasar saham global itu nilainya lebih dari $150 triliun, tapi sistemnya masih pakai infrastruktur yang dibangun puluhan tahun lalu. Trading cuma bisa 5 hari seminggu, penyelesaian transaksi ribet banget karena banyak perantara, dan akses ke perusahaan-perusahaan dengan growth tinggi? Ya, terbatas hanya untuk investor tertentu aja. Institusi besar kayak NYSE, Nasdaq, sama DTCC udah mulai develop infrastruktur saham yang ditokenisasi untuk solve masalah ini.
Tokenisasi equity sebenarnya bisa solve tiga gap utama di pasar tradisional. Pertama, trading 24/7 non-stop, bukan cuma jam kerja biasa. Saat ini sekitar 11% trading saham AS terjadi di luar jam normal, dan kalau sistemnya support 24 jam, informasi baru bisa masuk ke harga lebih cepat. Kedua, ownership tracking jadi lebih sederhana—nggak perlu melalui broker, clearing house, sama custodian pusat. Dengan blockchain, pemilik bisa langsung track aset mereka, bahkan pakai equity sebagai collateral untuk loan on-chain atau masukin ke liquidity pool untuk generate income. Di pasar tradisional, semua itu butuh multiple intermediaries dan biaya broker yang lumayan. Diperkirakan bisa save $5-10 miliar per tahun untuk industri saham.
Tapi yang paling menarik menurut gue adalah akses ke private market. Regulasi SEC saat ini cukup ketat—investor harus punya net worth $1 juta atau income $200K per tahun untuk akses private offerings. Perusahaan swasta juga harus manage jumlah shareholders biar tetap unregistered. Akibatnya, mayoritas investor hampir nggak punya kesempatan buat invest di startup-startup high-growth sebelum mereka go public.
Tokenisasi buka peluang baru di sini. Struktur yang paling umum sekarang adalah pakai Special Purpose Vehicle (SPV)—SPV hold underlying shares, sementara token represent economic claims terhadap entity itu. Robinhood baru-baru ini announce token OpenAI dan SpaceX untuk qualified users di EU, yang kasih exposure ke dua perusahaan paling dicari dunia. Ini adalah contoh perusahaan modal ventura dan startup yang sebelumnya nggak accessible untuk retail investor.
Tapi ada catch yang penting. Token nggak selalu represent direct ownership—tergantung issuer design. Robinhood token SpaceX misalnya, belum jelas apakah kasih priority rights atau bisa convert ke common shares kalau SpaceX go public. Berbeda dengan preferred vs common stock yang punya jelas liquidation priority, voting rights, dan return characteristics. Tanpa clarity ini, investor susah untuk price dan compare token dari perusahaan yang sama. Jadi banyak tokenized private equity sebenarnya memberikan economic exposure, bukan direct ownership.
Meskipun ada ambiguity struktural ini, demand dari investor terhadap akses private market terus naik. Survey menunjukin sekitar 90% American willing allocate sebagian retirement savings ke private assets, terutama Gen Z dan millennial yang aggressive. Kombinasi ini dengan trend perusahaan stay private lebih lama—ini bikin tokenisasi equity jadi increasingly relevant. Bukan hanya soal 24/7 trading atau mengurangi friction, tapi tentang democratizing akses ke peluang yang sebelumnya exclusive untuk contoh perusahaan modal ventura tier-1 dan institutional investors. Perubahan ini bakal reshape cara orang build financial ownership di era blockchain.