Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ada berita yang cukup menarik dari kalangan ekonom terkemuka soal inflasi AS tahun ini. Adam Posen dari Peterson Institute dan Peter Orszag dari Lazard baru-baru ini merilis riset yang proyeksikan inflasi bisa melampaui 4% di 2026, jauh berbeda dari ekspektasi pasar yang sedang menanti disinflasi berkelanjutan.
Yang menarik adalah ini langsung bertentangan dengan narasi yang selama ini dipegang para bullish bitcoin. Mereka mengandalkan skenario disinflasi yang stabil dan Fed yang akan agresif memotong suku bunga. Tapi kelihatannya kalkulasi itu perlu direvisi.
Menurut analisis mereka, ada beberapa faktor yang bakal mendorong harga naik lebih cepat dari yang diperkirakan. Tarif Trump, pasar tenaga kerja yang lebih ketat, kemungkinan deportasi, defisit fiskal besar, dan kondisi keuangan yang lebih longgar semuanya bisa lebih dominan dibanding efek positif dari produktivitas AI dan penurunan biaya perumahan. Mereka memperkirakan pada pertengahan 2026, efek tertunda dari tarif bakal menambah sekitar 50 basis poin ke inflasi utama.
Kalau proyeksi ini tepat, Fed bakal jauh lebih hati-hati dalam memotong suku bunga. Padahal pasar crypto sudah mengharapkan pemangkasan 50-75 basis poin tahun ini. Ini bisa jadi hambatan serius untuk momentum bullish yang sedang dibangun.
Inflasi yang lebih tinggi berarti suku bunga real tetap tinggi, dan itu membuat aset berisiko seperti crypto jadi kurang menarik. Itu sebabnya imbal hasil Treasury 10 tahun baru-baru ini mencapai 4,31%, tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kondisi ini udah mulai terlihat di aksi pasar, dengan BTC turun hampir 4% minggu lalu dan sekarang trading di sekitar $72.76K.
Jadi intinya, harapan akan disinflasi yang smooth dan Fed yang friendly sedang diuji. Kalau Posen dan Orszag benar, kita mungkin bakal lihat volatilitas lebih tinggi karena ekspektasi pasar perlu disesuaikan. Banyak yang masih optimis tentang crypto di tahun ini, tapi scenario ini menunjukkan ada risiko yang perlu diwaspadai. Penting untuk tidak hanya fokus pada satu narasi saja, tapi juga lihat faktor makro yang bisa mengubah permainan.