Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini saya menyadari sesuatu yang cukup menarik — di dalam negeri, yuan disebut sebagai Renminbi, tetapi di luar negeri mengapa berubah menjadi CNY? Di balik ini sebenarnya tersembunyi banyak cerita tentang internasionalisasi keuangan China.
Pertama, mari kita bahas mengapa ada perbedaan ini. RMB dan CNY sebenarnya keduanya singkatan dari Renminbi, tetapi logika yang diwakilinya sangat berbeda. RMB adalah singkatan dari pinyin dari "人民幣", ini adalah istilah yang digunakan di dalam negeri. Tetapi CNY adalah kode standar yang digunakan secara internasional — mengikuti standar kode mata uang internasional, yang merupakan kombinasi dari China (C) dan Yuan (NY). Setelah China resmi bergabung dengan IMF pada tahun 1980, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sistem keuangan internasional, CNY menjadi "identitas resmi" Renminbi di panggung internasional.
Sebenarnya, perubahan ini mencerminkan perubahan posisi keuangan China. Sebelum reformasi dan keterbukaan, Renminbi terutama beredar di dalam negeri, sehingga tidak membutuhkan kode internasional. Tetapi mulai dari tahun 1978, seiring dengan kemajuan reformasi dan keterbukaan, China secara bertahap terintegrasi ke dalam sistem ekonomi internasional, dan Renminbi juga membutuhkan nama yang dapat dikenali oleh sistem keuangan global. Bahasa Inggris adalah bahasa umum dalam transaksi keuangan internasional, jadi CNY pun muncul.
Yang menarik, setelah krisis keuangan AS pada tahun 2008, posisi dolar AS sebagai penguasa global mulai goyah, ini memberi peluang besar untuk internasionalisasi Renminbi. Saat itu, sekitar 64% cadangan devisa global dipegang dalam dolar, sementara penggunaan Renminbi secara internasional masih kurang dari 2%. Tetapi sejak saat itu, semakin banyak negara mulai mempertimbangkan Renminbi sebagai mata uang cadangan.
Internasionalisasi Renminbi bukan sekadar mengganti nama, tetapi mewakili pembukaan dan reformasi pasar keuangan China. Seiring dengan semakin luasnya penggunaan Renminbi di pasar internasional, kerjasama ekonomi dan perdagangan China dengan negara lain juga semakin cepat. Ini adalah arah baru yang penting bagi perkembangan pasar keuangan China.
Sekarang, melihat ke belakang, dari zaman kuno dengan emas dan perak, ke masa Dinasti Song dengan uang kertas, hingga ke mata uang modern Renminbi, dan kini ke kode standar internasional CNY, proses evolusi mata uang China sebenarnya adalah cermin dari peningkatan posisi ekonomi China. Setiap reformasi sistem mata uang selalu menandai tahap baru dalam perkembangan negara.
Mengenai masa depan Renminbi, seiring dengan penyesuaian pola ekonomi global dan perubahan lingkungan internasional, proses internasionalisasi Renminbi akan terus memperdalam. China perlu terus memperkuat kerjasama internasional dan meningkatkan pengakuan serta posisi Renminbi. Dalam proses ini, ketiga huruf CNY akan semakin memiliki bobot yang lebih besar.