Baru saja melihat sebuah putusan pengadilan Austria, jujur saja skala kasus ini cukup mengerikan. Lima orang dihukum karena terlibat dalam penipuan kripto, dengan jumlah kerugian mencapai 21,6 juta dolar AS, ini adalah kasus penipuan kripto terbesar dalam sejarah Austria. Pengadilan setelah menjalani proses selama satu tahun dan 60 hari sidang memutuskan, di mana dua terdakwa masing-masing dihukum lima tahun penjara, mereka adalah Benjamin Herzog dan seorang rekannya yang merupakan pelaku utama dalam skema penipuan bernama EXW.



Dompet EXW ini mulai beroperasi sejak 2019, tampaknya sebagai sebuah proyek investasi, tetapi sebenarnya adalah skema piramida berlapis dan Ponzi yang dirancang dengan cermat. Mereka menjanjikan pengembalian harian sebesar 0,1% hingga 0,32% kepada minimal 40k investor, dan hasilnya skema ini menipu sekitar 40k euro. Korban dijanjikan investasi dalam token yang sama sekali tidak ada, sementara pelaku juga menggunakan merek EXW untuk menjalankan bisnis properti, penyewaan mobil, dan usaha lain sebagai kedok.

Yang paling gila adalah bagaimana para penipu ini menghabiskan uang tersebut. Mereka menjalani kehidupan mewah seperti di film Hollywood di Dubai, membeli mobil mewah, naik pesawat pribadi, dan mengadakan pesta di klub malam kelas atas. Ada satu orang bahkan memasang akuarium hiu di vila, dan kamar mereka penuh dengan kotak sepatu berisi uang tunai. Sebagian uang ini juga dipindahkan ke Austria, dan kasus ini ditangani oleh Pengadilan Negeri Klagenfurt.

Putusan pengadilan sangat tegas: ini adalah penipuan yang direncanakan dengan matang sejak awal, bukan masalah kegagalan proyek investasi. Dua orang dihukum lima tahun, dua orang lainnya 30 bulan (dengan 21 bulan masa percobaan), dan satu orang lagi 18 bulan masa percobaan. Benjamin Herzog adalah salah satu pendiri bersama skema ini, dan dia serta Pirmin Troger sudah mengaku bersalah sejak September 2023. Pendiri bersama yang ketiga, Manuel Batista, masih dalam buron.

Melihat kasus ini, kita bisa memahami mengapa saat ini dunia semakin memperketat penindakan terhadap penipuan kripto. Kasus serupa semakin banyak, para penipu memanfaatkan iming-iming pengembalian tinggi dan kompleksitas blockchain untuk menyesatkan investor. Tahun ini, seorang warga India dihukum lima tahun karena menipu lebih dari 20 juta dolar AS dengan mengaku sebagai perwakilan sebuah bursa, dan Prancis juga sedang menyidik kasus yang melibatkan 20 orang dan menipu sekitar 30 juta dolar AS.

Berdasarkan data FBI, hanya selama tahun 2023, penipuan terkait kripto menyebabkan kerugian lebih dari 5,6 miliar dolar AS, meningkat 45% dari tahun sebelumnya. Angka ini terus meningkat. Jadi, saat ini saat berinvestasi dalam aset kripto, kita harus lebih berhati-hati, karena proyek yang menjanjikan pengembalian tetap tinggi hampir pasti bohong.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan