Minyak mentah Brent melonjak 60% pada bulan Maret, mencetak kenaikan terbesar sejak 1988
Pada Maret 2026, harga minyak Brent melonjak 60%, mencatat kenaikan terbesar sejak 1988, terutama dipicu oleh kekhawatiran pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak yang tinggi memperburuk inflasi global, menambah tekanan pada biaya transportasi dan manufaktur, serta turut memengaruhi pasar saham dan mata uang kripto. Para analis menyebut lonjakan kali ini tidak biasa, sehingga perlu memperhatikan dampak potensial perkembangan geopolitik terhadap pasar.























