Dalam trading, ada satu fenomena yang sangat umum namun jarang dibahas dengan serius.



Saat menghasilkan keuntungan, trading biasanya berjalan "normal":
Ada rencana, ada ritme, ukuran posisi tidak besar, dan stop loss dijalankan dengan cukup tegas.
Tetapi begitu mengalami kerugian beberapa kali berturut-turut, seluruh sistem seolah-olah berubah.
Yang awalnya hanya melakukan satu pola, tiba-tiba ingin mencoba setiap peluang;
Yang awalnya posisi tetap, tiba-tiba setiap posisi semakin besar;
Yang awalnya sudah menetapkan stop loss, saat harga mencapainya selalu berpikir untuk menunggu sebentar lagi.
Kemudian saat melihat kembali beberapa transaksi tersebut, bahkan diri sendiri merasa asing:
Apakah ini benar-benar yang saya lakukan?

Sebenarnya, kebanyakan orang tidak kalah di pasar.
Melainkan kalah di——
periode setelah mengalami kerugian.

Banyak masalah tidak berasal dari sistem yang berubah, melainkan dari manusia yang berubah.

**Satu, Deformasi Trading Sering Dimulai dari "Ingin Meraup Kembali Uang"**

Setelah rugi, reaksi paling alami manusia adalah:
"Saya harus meraup kembali kerugian ini."

Kalimat ini terlihat normal, tetapi sebenarnya sudah diam-diam mengubah logika trading.

Awalnya trading adalah menunggu peluang;
Tetapi begitu ada pikiran "saya harus meraup kembali", segalanya mulai berubah.

Anda tidak lagi hanya menunggu peluang, tetapi mulai mencari peluang di mana-mana.
Keduanya terlihat sama, tetapi sebenarnya sangat berbeda.

Kemudian banyak hal mulai berubah:
Peluang bertambah, eksekusi menjadi lebih sering, ukuran posisi perlahan membesar.

Di permukaan terlihat bekerja keras, tetapi sebenarnya sedang terburu-buru untuk balik modal.
Dan terburu-buru untuk balik modal sering kali menjadi titik awal trading mulai tidak terkontrol.

**Dua, Setelah Kerugian Beruntun, Manusia Akan Mulai Meragukan Sistemnya**

Dalam trading ada satu perubahan psikologis yang sangat halus:
Saat menguntungkan, kami percaya pada sistem;
Saat rugi, kami meragukan sistem.

Banyak strategi sebenarnya memang memungkinkan adanya drawdown.
Tetapi ketika beberapa kali tidak lancar berturut-turut, otak akan secara otomatis memberikan penjelasan:
Apakah metodenya tidak efektif?

Kemudian mulai:
Mengganti timeframe, mengganti indikator, mengganti cara entry.

Di permukaan adalah optimasi, tetapi sebenarnya banyak kali hanya melarikan diri dari ketidaknyamanan akibat kerugian.

Sistem seharusnya dijalankan untuk jangka panjang,
Tetapi di bawah dorongan emosi, banyak orang akan sering berubah pada saat yang paling tidak seharusnya berubah.

Perlahan-lahan, trading bukan lagi sistem yang bekerja, melainkan emosi yang bekerja.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan