Kematian yang 'Baik' Memiliki Harga dan Sebuah Studi Baru Menunjukkan Tidak Semua Orang dalam Perawatan Paliatif Mampu Membayarnya

(MENAFN- The Conversation) Anda berharap hari-hari menjelang kematian Anda penuh ketenangan dan perhatian. Tetapi penelitian kami dengan orang-orang yang sedang sekarat menunjukkan bahwa kenyataannya jauh dari itu bagi banyak orang.

Sebaliknya, stres keuangan memainkan peran besar dan semakin meningkat dalam menentukan siapa yang mampu mendapatkan “kematian yang baik”.

Apa yang kami lakukan

Dalam studi terbaru kami, kami mewawancarai 18 orang yang mendekati akhir hayat di unit perawatan paliatif, serta enam anggota keluarga dan pengasuh, dan 20 profesional perawatan paliatif.

Kami bertanya tentang bagaimana rasanya sedang sekarat, merawat seseorang di akhir hayat, dan bekerja di perawatan paliatif.

Perawatan paliatif ditujukan untuk orang dari segala usia yang menderita penyakit yang membatasi umur. Ini berarti mereka memiliki sedikit atau tidak ada harapan untuk sembuh. Jadi tujuannya adalah memprioritaskan kenyamanan dan menjalani hidup dengan baik saat mereka mendekati akhir hidup mereka.

Di Australia, perawatan paliatif seharusnya sebagian besar gratis, dengan sebagian besar biaya ditanggung oleh pemerintah negara bagian dan federal, serta asuransi kesehatan swasta.

Namun penelitian kami menunjukkan bahwa campuran pendanaan publik dan swasta membuat banyak orang bingung dan kewalahan tentang cara membayar perawatan penting ini.

Tapi pertama-tama, bagaimana cara kerja perawatan paliatif?

Perawatan paliatif dapat diberikan di rumah atau di rumah sakit, hospis, atau panti jompo.

Siapa yang membayar perawatan paliatif tergantung pada tempat pemberiannya (misalnya, di sistem rumah sakit swasta atau pemerintah) dan apakah pasien memiliki asuransi kesehatan swasta.

Sistem kesehatan di Australia adalah gabungan kompleks dari pendanaan publik, asuransi swasta, amal, dan pembayaran sendiri.

Bagi orang yang sedang sekarat dan keluarganya, menavigasi sistem ini bisa membingungkan.

Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi bagaimana pendanaan perawatan paliatif di Australia. Tetapi sampai sekarang, kami belum banyak mendengar langsung dari pasien, pengasuh, dan pekerja tentang bagaimana hal ini mempengaruhi mereka.

“Menjadi sakit itu mahal”

Penelitian kami dilakukan di unit perawatan paliatif khusus di rumah sakit kota besar.

Orang-orang yang bekerja di unit tersebut mengatakan bahwa model pendanaan berbasis aktivitas – di mana rumah sakit dibayar berdasarkan jumlah dan campuran pasien yang mereka rawat – menempatkan fokus pada efisiensi, bukan kualitas perawatan.

Pasien berbicara tentang tidak ingin meninggalkan utang, sementara pengasuh menggambarkan biaya yang membingungkan dan menimbulkan stres.

Pasien dan keluarga mengatakan bahwa mereka sering memasuki perawatan paliatif dengan bingung oleh campuran subsidi jangka pendek, daftar tunggu untuk paket dukungan pemerintah, dan kekurangan yang harus mereka isi sendiri.

Misalnya, beberapa orang yang kami wawancarai mengatakan mereka telah membayar sendiri untuk obat-obatan dan peralatan penting seperti oksigen, yang mereka harapkan didukung oleh pemerintah.

Namun, mendapatkan pendanaan pemerintah, seperti program Support At Home, End-of-Life Pathway, atau Carer Payment, terkadang memakan waktu berbulan-bulan untuk diatur.

Dan setelah didapatkan, dana ini hanya tersedia untuk periode tertentu. Ini berarti pasien yang hidup lebih lama dari perkiraan bisa saja kehilangan keamanan finansial.

Diane*, seorang perawat tim komunitas, mengatakan:

Emily* mengatakan kekhawatirannya pertama kali saat masuk ke unit perawatan paliatif bukan tentang kematian, tetapi apakah biaya akan mempengaruhi anak-anaknya:

Peserta lain, Kevin*, mengatakan secara langsung:

Peserta yang sedang sekarat juga menggambarkan merasa tekanan untuk tidak “berlama-lama” di unit perawatan paliatif karena “tempat tidur dibutuhkan” atau “asuransi tidak akan terus membayar”.

Alana*, yang menyebut dirinya sebagai “long-hauler” di unit tersebut, berkata:

Pasien sangat sadar bahwa dalam sistem kesehatan saat ini, waktu adalah uang.

Biaya kunjungan

Bagi keluarga dan teman, kekhawatiran mereka kurang tentang tagihan medis dan lebih tentang harga sekadar hadir.

Jane*, yang ibunya yang sudah tua sedang sekarat di unit tersebut, mencatat biaya parkir di lokasi yang sangat mahal:

Stres keuangan juga mempengaruhi apakah keluarga bisa mengatur pemakaman. Seorang perawat senior, Patricia*, menceritakan:

Kematian adalah masalah ekonomi – bukan hanya medis

Penelitian kami mengungkapkan bagaimana uang, dan kekhawatiran tentang uang, dapat mempengaruhi pengalaman orang saat mendekati akhir hidup.

Untuk memastikan semua orang dapat menjalani kematian tanpa stres keuangan, kita perlu lebih terbuka membicarakan bagaimana uang berperan dalam proses kematian.

Pendanaan pemerintah yang lebih mudah diakses untuk pasien dan pengasuh perawatan paliatif dapat membantu memastikan semua orang memiliki peluang yang sama untuk akhir hidup yang baik. Ini harus tersedia selama mereka membutuhkannya, bukan berdasarkan jangka waktu tertentu.

*Nama telah diubah demi privasi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan