Melania dan token resmi Trump mengalami penurunan harga yang dramatis, memberikan dampak serius pada investor ritel. Menurut penelitian perusahaan analisis rantai NS3.AI, kejadian ini bukan sekadar fluktuasi pasar alami, melainkan didukung oleh penjualan aset secara terorganisir oleh orang dalam.
Melania Token Turun 99%, Kerugian Investor Rp 620 Triliun
Melania Token (MELANIA) mencatat penurunan tajam sebesar 99%, sementara TRUMP Token juga mengalami penurunan sebesar 92%. Tekanan jual berturut-turut terhadap kedua token ini menyebabkan total kerugian investor ritel mencapai Rp 620 triliun. Dalam 24 jam terakhir, penurunan MELANIA sebesar -7,06% dan TRUMP sebesar -4,73%, menunjukkan tekanan jual masih berlanjut.
Mekanisme Penjualan Aset Terorganisir oleh Orang Dalam
Akar dari penurunan besar ini adalah pengambilan keuntungan secara terencana oleh orang dalam. Menurut analisis NS3.AI, orang dalam memanfaatkan likuiditas satu sisi melalui pool terdesentralisasi untuk secara sistematis melikuidasi aset yang mereka miliki. Akibatnya, mereka berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 1,8 miliar. Metode ini menunjukkan strategi canggih yang memungkinkan pemilik besar menjual aset secara efisien sambil meminimalkan dampak terhadap investor ritel.
Risiko Baru dari Pembebasan Token Internal Tahun 2028, Kekhawatiran Penjualan Rp 3,1 Triliun
Lebih jauh lagi, kekhawatiran muncul dari token internal yang dijadwalkan dibebaskan pada tahun 2028. Jumlah yang direncanakan mencapai Rp 3,1 triliun, dan setelah masa penguncian berakhir, pelepasan ke pasar dapat menimbulkan kerugian tambahan bagi pemegang Melania dan Trump. Jika tren penurunan saat ini berlanjut, peningkatan pasokan token di masa depan ini akan menambah tekanan jual di pasar dan berpotensi menjadi krisis baru bagi investor ritel.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penurunan besar token Melania dan Trump, investor ritel kehilangan 4,3 miliar dolar
Melania dan token resmi Trump mengalami penurunan harga yang dramatis, memberikan dampak serius pada investor ritel. Menurut penelitian perusahaan analisis rantai NS3.AI, kejadian ini bukan sekadar fluktuasi pasar alami, melainkan didukung oleh penjualan aset secara terorganisir oleh orang dalam.
Melania Token Turun 99%, Kerugian Investor Rp 620 Triliun
Melania Token (MELANIA) mencatat penurunan tajam sebesar 99%, sementara TRUMP Token juga mengalami penurunan sebesar 92%. Tekanan jual berturut-turut terhadap kedua token ini menyebabkan total kerugian investor ritel mencapai Rp 620 triliun. Dalam 24 jam terakhir, penurunan MELANIA sebesar -7,06% dan TRUMP sebesar -4,73%, menunjukkan tekanan jual masih berlanjut.
Mekanisme Penjualan Aset Terorganisir oleh Orang Dalam
Akar dari penurunan besar ini adalah pengambilan keuntungan secara terencana oleh orang dalam. Menurut analisis NS3.AI, orang dalam memanfaatkan likuiditas satu sisi melalui pool terdesentralisasi untuk secara sistematis melikuidasi aset yang mereka miliki. Akibatnya, mereka berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 1,8 miliar. Metode ini menunjukkan strategi canggih yang memungkinkan pemilik besar menjual aset secara efisien sambil meminimalkan dampak terhadap investor ritel.
Risiko Baru dari Pembebasan Token Internal Tahun 2028, Kekhawatiran Penjualan Rp 3,1 Triliun
Lebih jauh lagi, kekhawatiran muncul dari token internal yang dijadwalkan dibebaskan pada tahun 2028. Jumlah yang direncanakan mencapai Rp 3,1 triliun, dan setelah masa penguncian berakhir, pelepasan ke pasar dapat menimbulkan kerugian tambahan bagi pemegang Melania dan Trump. Jika tren penurunan saat ini berlanjut, peningkatan pasokan token di masa depan ini akan menambah tekanan jual di pasar dan berpotensi menjadi krisis baru bagi investor ritel.