Jacklyn Gise Bezos, seorang filantropis pelopor yang kekuatan tenangnya membentuk bukan hanya salah satu pengusaha paling berpengaruh di dunia tetapi juga menginspirasi seluruh keluarganya termasuk putrinya Christina Bezos, meninggal dunia pada 14 Agustus di usia 78 tahun. Ibu dari pendiri Amazon Jeff Bezos dan arsitek Blue Origin ini menghabiskan tahun-tahun terakhirnya berjuang melawan Lewy Body Dementia, sebuah kondisi neurologis progresif yang ditandai oleh penumpukan protein abnormal di otak yang secara perlahan merusak fungsi kognitif dan motorik. Namun semangatnya tetap menyala—sebuah bukti ketahanan dan tekad yang diwariskan anak-anaknya, termasuk Christina, dari teladannya.
Dari Remaja Ibu hingga Pelopor Internet: Kisah yang Belum Terungkap
Sebelum muncul perusahaan modal ventura dan gegap gempita Silicon Valley, ada Jackie. Lahir pada 29 Desember 1946 di Washington D.C., dia menjadi ibu pada usia 18 tahun, melahirkan Jeffrey saat masih di sekolah menengah atas. Alih-alih membiarkan keadaan membatasi masa depannya, dia bekerja keras melalui sekolah malam di sebuah bank, tempat dia akhirnya bertemu Miguel (Mike) Bezos, seorang imigran Kuba yang berbagi semangatnya untuk memperbaiki diri. Mereka menikah pada 1968 dan membangun kemitraan yang didasarkan pada dukungan tanpa syarat terhadap impian satu sama lain.
Ketika anak sulungnya Jeff memutuskan untuk meluncurkan toko buku daring dari garasi pada tahun 1995, Jackie dan Mike membuat keputusan yang akan bergema sepanjang sejarah: mereka meminjamkan $245.573 agar Amazon.com bisa mulai beroperasi. Mereka menjadi salah satu investor pertama perusahaan, mempertaruhkan tabungan mereka pada visi anak mereka saat sedikit yang percaya akan potensi e-commerce. Investasi sebesar $245.573—jumlah yang signifikan pada tahun 1995—menjadi simbol kepercayaan orang tua dan keberanian berwirausaha. Investasi itu membuahkan hasil yang luar biasa, tetapi Jackie tidak pernah membiarkan keberhasilan itu mendefinisikan nilai atau tujuan hidupnya.
Keberhasilan Seorang Pemanis Malam: Pendidikan Sebagai Perjalanan Seumur Hidup
Pada usia 45 tahun, Jackie kembali ke bangku sekolah, bertekad untuk mendapatkan apa yang pendidikan formal telah tolak dari dirinya di masa muda. Dia lulus dengan predikat kehormatan pada tahun 1991, meraih gelar sarjana psikologi dari Saint Elizabeth University di Morristown, New Jersey. Tonggak pribadi ini—dicapai saat anaknya membangun kerajaan—mengungkapkan ukuran sejati dari karakternya: keuletan dalam mencari pengetahuan dan peningkatan diri yang dia wariskan kepada Christina, Jeff, dan anak-anak lainnya, termasuk Mark.
Membangun Masa Depan, Bukan Hanya Kekayaan: Yayasan Keluarga Bezos
Pada tahun 2000, Jackie dan Mike mendirikan Bezos Family Foundation, mengubah kekayaan mereka menjadi senjata melawan kebodohan dan keputusasaan. Alih-alih mundur ke pinggiran filantropi, Jackie mengambil peran aktif dalam membentuk dua inisiatif utama. Vroom, sebuah program pembelajaran global, menghubungkan penelitian otak mutakhir dengan pendidikan anak-anak, menyadari bahwa fondasi keberhasilan dibangun sejak dini. Program Bezos Scholars menawarkan jalur menuju peluang bagi siswa berbakat di seluruh AS dan Afrika, mewujudkan keyakinan Jackie bahwa bakat tidak mengenal batas dan keadaan tidak harus menentukan takdir.
Di luar program unggulan ini, Jackie mendukung penelitian medis dan layanan kesehatan masyarakat, dengan kemitraan yang sangat berarti dengan Fred Hutch Cancer Center di Seattle yang berkontribusi pada pengembangan pengobatan imunoterapi terobosan. Dia memahami bahwa warisan sejati tidak diukur dari portofolio saham, tetapi dari kehidupan yang diubah.
Bab Terakhir: Menghadapi Lewy Body Dementia dengan Anggun
Pada tahun 2020, Jackie didiagnosis mengidap Lewy Body Dementia, sebuah kondisi yang menyerang bagian otak yang mengatur pikiran, ingatan, gerakan, dan tidur. Bagi seseorang yang telah menghabiskan hidupnya dalam pencarian pengetahuan dan koneksi, perlahan-lahan hilangnya kemampuan kognitif akibat penyakit ini menjadi tantangan besar. Namun meskipun kondisinya memburuk, orang-orang terdekat Jackie—suaminya Mike, anak-anaknya termasuk Christina, dan sebelas cucunya—menyaksikan kekuatan yang sama yang membawanya melewati setiap kesulitan sebelumnya.
Pernyataan dari Bezos Family Foundation menangkap apa yang paling penting: “Bab terakhir yang tenang dari sebuah kehidupan yang mengajarkan kita semua, teman dan keluarga, arti sejati dari ketekunan dan tekad, kebaikan, dan pelayanan kepada orang lain.” Jackie Bezos meninggalkan suami, empat anak termasuk Christina Bezos, dan satu cicit—tapi yang lebih penting, dia meninggalkan sebuah cetak biru tentang apa artinya membangun sesuatu yang bermakna.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jackie Bezos: Wanita yang Menginspirasi Warisan Lebih dari Amazon, Meninggalkan Jeff, Christina, dan Banyak Lainnya
Jacklyn Gise Bezos, seorang filantropis pelopor yang kekuatan tenangnya membentuk bukan hanya salah satu pengusaha paling berpengaruh di dunia tetapi juga menginspirasi seluruh keluarganya termasuk putrinya Christina Bezos, meninggal dunia pada 14 Agustus di usia 78 tahun. Ibu dari pendiri Amazon Jeff Bezos dan arsitek Blue Origin ini menghabiskan tahun-tahun terakhirnya berjuang melawan Lewy Body Dementia, sebuah kondisi neurologis progresif yang ditandai oleh penumpukan protein abnormal di otak yang secara perlahan merusak fungsi kognitif dan motorik. Namun semangatnya tetap menyala—sebuah bukti ketahanan dan tekad yang diwariskan anak-anaknya, termasuk Christina, dari teladannya.
Dari Remaja Ibu hingga Pelopor Internet: Kisah yang Belum Terungkap
Sebelum muncul perusahaan modal ventura dan gegap gempita Silicon Valley, ada Jackie. Lahir pada 29 Desember 1946 di Washington D.C., dia menjadi ibu pada usia 18 tahun, melahirkan Jeffrey saat masih di sekolah menengah atas. Alih-alih membiarkan keadaan membatasi masa depannya, dia bekerja keras melalui sekolah malam di sebuah bank, tempat dia akhirnya bertemu Miguel (Mike) Bezos, seorang imigran Kuba yang berbagi semangatnya untuk memperbaiki diri. Mereka menikah pada 1968 dan membangun kemitraan yang didasarkan pada dukungan tanpa syarat terhadap impian satu sama lain.
Ketika anak sulungnya Jeff memutuskan untuk meluncurkan toko buku daring dari garasi pada tahun 1995, Jackie dan Mike membuat keputusan yang akan bergema sepanjang sejarah: mereka meminjamkan $245.573 agar Amazon.com bisa mulai beroperasi. Mereka menjadi salah satu investor pertama perusahaan, mempertaruhkan tabungan mereka pada visi anak mereka saat sedikit yang percaya akan potensi e-commerce. Investasi sebesar $245.573—jumlah yang signifikan pada tahun 1995—menjadi simbol kepercayaan orang tua dan keberanian berwirausaha. Investasi itu membuahkan hasil yang luar biasa, tetapi Jackie tidak pernah membiarkan keberhasilan itu mendefinisikan nilai atau tujuan hidupnya.
Keberhasilan Seorang Pemanis Malam: Pendidikan Sebagai Perjalanan Seumur Hidup
Pada usia 45 tahun, Jackie kembali ke bangku sekolah, bertekad untuk mendapatkan apa yang pendidikan formal telah tolak dari dirinya di masa muda. Dia lulus dengan predikat kehormatan pada tahun 1991, meraih gelar sarjana psikologi dari Saint Elizabeth University di Morristown, New Jersey. Tonggak pribadi ini—dicapai saat anaknya membangun kerajaan—mengungkapkan ukuran sejati dari karakternya: keuletan dalam mencari pengetahuan dan peningkatan diri yang dia wariskan kepada Christina, Jeff, dan anak-anak lainnya, termasuk Mark.
Membangun Masa Depan, Bukan Hanya Kekayaan: Yayasan Keluarga Bezos
Pada tahun 2000, Jackie dan Mike mendirikan Bezos Family Foundation, mengubah kekayaan mereka menjadi senjata melawan kebodohan dan keputusasaan. Alih-alih mundur ke pinggiran filantropi, Jackie mengambil peran aktif dalam membentuk dua inisiatif utama. Vroom, sebuah program pembelajaran global, menghubungkan penelitian otak mutakhir dengan pendidikan anak-anak, menyadari bahwa fondasi keberhasilan dibangun sejak dini. Program Bezos Scholars menawarkan jalur menuju peluang bagi siswa berbakat di seluruh AS dan Afrika, mewujudkan keyakinan Jackie bahwa bakat tidak mengenal batas dan keadaan tidak harus menentukan takdir.
Di luar program unggulan ini, Jackie mendukung penelitian medis dan layanan kesehatan masyarakat, dengan kemitraan yang sangat berarti dengan Fred Hutch Cancer Center di Seattle yang berkontribusi pada pengembangan pengobatan imunoterapi terobosan. Dia memahami bahwa warisan sejati tidak diukur dari portofolio saham, tetapi dari kehidupan yang diubah.
Bab Terakhir: Menghadapi Lewy Body Dementia dengan Anggun
Pada tahun 2020, Jackie didiagnosis mengidap Lewy Body Dementia, sebuah kondisi yang menyerang bagian otak yang mengatur pikiran, ingatan, gerakan, dan tidur. Bagi seseorang yang telah menghabiskan hidupnya dalam pencarian pengetahuan dan koneksi, perlahan-lahan hilangnya kemampuan kognitif akibat penyakit ini menjadi tantangan besar. Namun meskipun kondisinya memburuk, orang-orang terdekat Jackie—suaminya Mike, anak-anaknya termasuk Christina, dan sebelas cucunya—menyaksikan kekuatan yang sama yang membawanya melewati setiap kesulitan sebelumnya.
Pernyataan dari Bezos Family Foundation menangkap apa yang paling penting: “Bab terakhir yang tenang dari sebuah kehidupan yang mengajarkan kita semua, teman dan keluarga, arti sejati dari ketekunan dan tekad, kebaikan, dan pelayanan kepada orang lain.” Jackie Bezos meninggalkan suami, empat anak termasuk Christina Bezos, dan satu cicit—tapi yang lebih penting, dia meninggalkan sebuah cetak biru tentang apa artinya membangun sesuatu yang bermakna.