Emas memimpin panggung.. apakah Bitcoin akan segera menyusul?
Sejarah selalu mengulang dirinya sendiri, tetapi dengan bahasa yang berbeda setiap kali.
Selalu emas adalah "kompas" yang mendahului semua orang saat terjadi perubahan besar dalam sistem keuangan global.
Pada tahun 2016, emas naik terlebih dahulu, dan beberapa bulan kemudian Bitcoin meledak dengan lonjakan sebesar 30 kali lipat.
Skenario yang sama terulang pada 2019, di mana emas membuka jalan dengan kenaikannya, dan Bitcoin menyusul dalam gelombang kenaikan yang berlangsung hingga tahun 2021.
Hari ini, saat kita memasuki awal 2026, kita melihat panggung yang mengulang dirinya sendiri.
Emas mencatat rekor tertinggi baru pada 2025, sementara Bitcoin masih berkisar di tempat, menunggu percikan yang akan menggerakkannya.
Fakta yang harus dipahami: Bitcoin dan emas tidak berjalan dalam garis yang sejajar; koefisien korelasi di antara keduanya sangat lemah (0.14) sejak tahun 2020.
Ini berarti bahwa Bitcoin tidak bergerak "bersama" emas, melainkan "di belakangnya" dengan dorongan yang berlipat ganda.
Pertanyaannya di sini bukanlah apakah Bitcoin akan menyusul emas atau tidak, melainkan waktu saat likuiditas menyadari bahwa "tempat aman digital" sudah siap menerima tongkat estafet dari "tempat aman tradisional".
Investor yang bijak tidak hanya memantau apa yang terjadi sekarang, tetapi juga membaca sejarah untuk memahami apa yang akan terjadi besok.
Kesenjangan harga yang kita lihat hari ini mungkin adalah peluang yang ditunggu pasar dengan sabar.
Apa pendapatmu, apakah kita sedang berada di ambang gelombang besar "menyusul" Bitcoin seperti yang terjadi dalam siklus sebelumnya?
Ikuti saya untuk lebih banyak lagi
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas memimpin panggung.. apakah Bitcoin akan segera menyusul?
Sejarah selalu mengulang dirinya sendiri, tetapi dengan bahasa yang berbeda setiap kali.
Selalu emas adalah "kompas" yang mendahului semua orang saat terjadi perubahan besar dalam sistem keuangan global.
Pada tahun 2016, emas naik terlebih dahulu,
dan beberapa bulan kemudian Bitcoin meledak dengan lonjakan sebesar 30 kali lipat.
Skenario yang sama terulang pada 2019, di mana emas membuka jalan dengan kenaikannya,
dan Bitcoin menyusul dalam gelombang kenaikan yang berlangsung hingga tahun 2021.
Hari ini, saat kita memasuki awal 2026, kita melihat panggung yang mengulang dirinya sendiri.
Emas mencatat rekor tertinggi baru pada 2025,
sementara Bitcoin masih berkisar di tempat, menunggu percikan yang akan menggerakkannya.
Fakta yang harus dipahami:
Bitcoin dan emas tidak berjalan dalam garis yang sejajar;
koefisien korelasi di antara keduanya sangat lemah (0.14) sejak tahun 2020.
Ini berarti bahwa Bitcoin tidak bergerak "bersama" emas,
melainkan "di belakangnya" dengan dorongan yang berlipat ganda.
Pertanyaannya di sini bukanlah apakah Bitcoin akan menyusul emas atau tidak,
melainkan waktu saat likuiditas menyadari bahwa "tempat aman digital" sudah siap menerima tongkat estafet dari "tempat aman tradisional".
Investor yang bijak tidak hanya memantau apa yang terjadi sekarang,
tetapi juga membaca sejarah untuk memahami apa yang akan terjadi besok.
Kesenjangan harga yang kita lihat hari ini mungkin adalah peluang yang ditunggu pasar dengan sabar.
Apa pendapatmu,
apakah kita sedang berada di ambang gelombang besar "menyusul" Bitcoin seperti yang terjadi dalam siklus sebelumnya?
Ikuti saya untuk lebih banyak lagi