Kembali ke 17 Januari: BTC sempat menguat di sekitar 98.000, sebuah rebound yang bisa kita sebut sebagai sementara. Pada saat itu, saya membagikan analisis saya yang menyatakan bahwa level 98.000 ini jauh dari pasti, bahwa ini hanyalah kenaikan teknis sementara yang khas dari pasar bearish. Tapi, kritik pun bermunculan: “Kamu salah, super cycle akan dimulai,” kata para optimis. Hari ini, BTC telah jatuh hingga sekitar 80.000, lalu ke level saat ini 66.000 dolar. Suara-suara antusias yang sama? Mereka telah menghilang.
Rebound dari 98.000 yang ditolak pasar
Skema ini sayangnya bukan hal baru. Pada tahun 2021, semua orang berbicara tentang pasar bullish tanpa akhir. Pada 2025, muncul prediksi kenaikan harga yang lambat dan stabil. Dan kini, pada 2026, narasi “super cycle” mendominasi percakapan. Namun, kenyataan harga menceritakan kisah yang jauh berbeda: sejak puncak 98.000 ini, pasar telah jatuh lebih dari 30%, menunjukkan bahwa puncak tersebut memang hanya fatamorgana sementara.
Mengapa super cycle runtuh
Para spekulan super cycle menghilang karena skenario mereka tidak tahan terhadap kenyataan. Di setiap siklus kenaikan, euforia mendorong batas-batas rasionalitas: “Kali ini, akan berbeda,” begitu katanya. Tapi pasar, justru, berlaku kejam terhadap yang naif. Trader yang terbuai oleh narasi optimis kini menanggung posisi yang merugi, sementara BTC terus merosot.
Siklus nyata: setiap empat tahun, pengurangan setengah
Mari berhenti berbohong pada diri sendiri. Dalam dunia kripto, ada satu siklus yang benar-benar dapat diandalkan dan diprediksi: yaitu siklus empat tahun yang berputar di sekitar pengurangan setengah Bitcoin. Ini bukan super cycle, ini bukan kenaikan abadi, melainkan fenomena mekanis yang terkait dengan pasokan BTC. Selama para investor mengabaikan kenyataan dasar ini dan terus mempercayai mitos super cycle, mereka akan terus mengalami kerugian pahit. Pasar, pada akhirnya, akan terus berputar secara prediktif di sekitar siklus tetap empat tahunnya ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana BTC runtuh dari 98000 ke 66000: mitos siklus super
Kembali ke 17 Januari: BTC sempat menguat di sekitar 98.000, sebuah rebound yang bisa kita sebut sebagai sementara. Pada saat itu, saya membagikan analisis saya yang menyatakan bahwa level 98.000 ini jauh dari pasti, bahwa ini hanyalah kenaikan teknis sementara yang khas dari pasar bearish. Tapi, kritik pun bermunculan: “Kamu salah, super cycle akan dimulai,” kata para optimis. Hari ini, BTC telah jatuh hingga sekitar 80.000, lalu ke level saat ini 66.000 dolar. Suara-suara antusias yang sama? Mereka telah menghilang.
Rebound dari 98.000 yang ditolak pasar
Skema ini sayangnya bukan hal baru. Pada tahun 2021, semua orang berbicara tentang pasar bullish tanpa akhir. Pada 2025, muncul prediksi kenaikan harga yang lambat dan stabil. Dan kini, pada 2026, narasi “super cycle” mendominasi percakapan. Namun, kenyataan harga menceritakan kisah yang jauh berbeda: sejak puncak 98.000 ini, pasar telah jatuh lebih dari 30%, menunjukkan bahwa puncak tersebut memang hanya fatamorgana sementara.
Mengapa super cycle runtuh
Para spekulan super cycle menghilang karena skenario mereka tidak tahan terhadap kenyataan. Di setiap siklus kenaikan, euforia mendorong batas-batas rasionalitas: “Kali ini, akan berbeda,” begitu katanya. Tapi pasar, justru, berlaku kejam terhadap yang naif. Trader yang terbuai oleh narasi optimis kini menanggung posisi yang merugi, sementara BTC terus merosot.
Siklus nyata: setiap empat tahun, pengurangan setengah
Mari berhenti berbohong pada diri sendiri. Dalam dunia kripto, ada satu siklus yang benar-benar dapat diandalkan dan diprediksi: yaitu siklus empat tahun yang berputar di sekitar pengurangan setengah Bitcoin. Ini bukan super cycle, ini bukan kenaikan abadi, melainkan fenomena mekanis yang terkait dengan pasokan BTC. Selama para investor mengabaikan kenyataan dasar ini dan terus mempercayai mitos super cycle, mereka akan terus mengalami kerugian pahit. Pasar, pada akhirnya, akan terus berputar secara prediktif di sekitar siklus tetap empat tahunnya ini.