BCA Research, institusi penasihat investasi terkemuka dari Kanada, baru-baru ini merilis temuan signifikan tentang posisi mata uang dolar Amerika di panggung keuangan global. Menurut laporan yang dikutip oleh NS3.AI, meskipun terdapat upaya-upaya strategis dari negara-negara BRICS untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, valuta Amerika tetap mempertahankan penguasaan yang kuat di sektor-sektor kunci perekonomian internasional.
Temuan Indikator Dominasi Dolar: Supremasi Tetap Unggul
Studi ini menggunakan alat analisis baru bernama Indikator Dominasi Dolar untuk mengukur pengaruh sebenarnya dari inisiatif de-dollarization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dolar AS masih mendominasi dalam lima komponen utama sistem keuangan global. Meskipun demikian, gelombang upaya diversifikasi mata uang yang dilakukan oleh anggota BRICS terus berlanjut, namun belum berhasil menggoyang posisi fundamental mata uang terkuat dunia tersebut.
Mengapa Dolar AS Terus Bertahan Meskipun Upaya Transisi Mata Uang Alternatif
Riset BCA Research menyimpulkan bahwa keunggulan dolar AS bersumber dari efek jaringan yang sangat kuat. Fenomena ini terjadi ketika penggunaan dolar menjadi standar de facto dalam transaksi internasional, sehingga makin banyak negara dan pelaku bisnis yang menggunakannya, dan makin sulit untuk beralih ke alternatif lain. Dengan demikian, momentum de-dollarization yang gencar dipromosikan BRICS menghadapi hambatan nyata dalam implementasinya.
Tantangan Koordinasi Pengguna Global
Selain efek jaringan, laporan ini juga menyoroti hambatan koordinasi yang signifikan. Para pengguna mata uang global—mulai dari bank sentral hingga korporasi multinasional—memerlukan tingkat sinkronisasi yang tinggi untuk bersama-sama beralih dari dolar. Kesulitan dalam mencapai kesepakatan bersama ini menjadi faktor penghambat utama bagi kesuksesan strategi penghapusan dolar, meskipun desakan dari blok BRICS terus meningkat.
Implikasi: Dominasi Dolar Tampak Berkelanjutan
Analisis BCA Research mengindikasikan bahwa supremasi dolar AS kemungkinan akan tetap kokoh dalam jangka panjang, sebab kombinasi antara efek jaringan yang mantap dan tantangan koordinasi global menciptakan barikade yang sulit ditembus. Dengan demikian, meskipun berbagai negara terus mempromosikan alternatif mata uang dan strategi de-dollarization, transisi ke sistem moneter yang tidak berpusat pada dolar Amerika masih menghadapi jalan yang sangat panjang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Riset BCA: Dolar AS Tetap Dominan Meskipun Strategi De-dollarization BRICS
BCA Research, institusi penasihat investasi terkemuka dari Kanada, baru-baru ini merilis temuan signifikan tentang posisi mata uang dolar Amerika di panggung keuangan global. Menurut laporan yang dikutip oleh NS3.AI, meskipun terdapat upaya-upaya strategis dari negara-negara BRICS untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, valuta Amerika tetap mempertahankan penguasaan yang kuat di sektor-sektor kunci perekonomian internasional.
Temuan Indikator Dominasi Dolar: Supremasi Tetap Unggul
Studi ini menggunakan alat analisis baru bernama Indikator Dominasi Dolar untuk mengukur pengaruh sebenarnya dari inisiatif de-dollarization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dolar AS masih mendominasi dalam lima komponen utama sistem keuangan global. Meskipun demikian, gelombang upaya diversifikasi mata uang yang dilakukan oleh anggota BRICS terus berlanjut, namun belum berhasil menggoyang posisi fundamental mata uang terkuat dunia tersebut.
Mengapa Dolar AS Terus Bertahan Meskipun Upaya Transisi Mata Uang Alternatif
Riset BCA Research menyimpulkan bahwa keunggulan dolar AS bersumber dari efek jaringan yang sangat kuat. Fenomena ini terjadi ketika penggunaan dolar menjadi standar de facto dalam transaksi internasional, sehingga makin banyak negara dan pelaku bisnis yang menggunakannya, dan makin sulit untuk beralih ke alternatif lain. Dengan demikian, momentum de-dollarization yang gencar dipromosikan BRICS menghadapi hambatan nyata dalam implementasinya.
Tantangan Koordinasi Pengguna Global
Selain efek jaringan, laporan ini juga menyoroti hambatan koordinasi yang signifikan. Para pengguna mata uang global—mulai dari bank sentral hingga korporasi multinasional—memerlukan tingkat sinkronisasi yang tinggi untuk bersama-sama beralih dari dolar. Kesulitan dalam mencapai kesepakatan bersama ini menjadi faktor penghambat utama bagi kesuksesan strategi penghapusan dolar, meskipun desakan dari blok BRICS terus meningkat.
Implikasi: Dominasi Dolar Tampak Berkelanjutan
Analisis BCA Research mengindikasikan bahwa supremasi dolar AS kemungkinan akan tetap kokoh dalam jangka panjang, sebab kombinasi antara efek jaringan yang mantap dan tantangan koordinasi global menciptakan barikade yang sulit ditembus. Dengan demikian, meskipun berbagai negara terus mempromosikan alternatif mata uang dan strategi de-dollarization, transisi ke sistem moneter yang tidak berpusat pada dolar Amerika masih menghadapi jalan yang sangat panjang.