Perkembangan pasar terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin sedang memasuki fase kritis. Menurut analisis dari PANews, Bitcoin sekali lagi menutup di bawah rata-rata pergerakan sederhana 100 minggu (SMA)—sebuah indikator teknikal yang secara historis menandai titik balik utama bagi mata uang kripto terbesar di dunia. Ketika ini terjadi, pola dari dekade terakhir sangat menunjukkan bahwa tekanan harga yang signifikan bisa mengikuti dalam beberapa minggu mendatang.
Cara Kerja SMA 100-Minggu Sebagai Level Support Kritikal
Rata-rata pergerakan sederhana 100 minggu telah berfungsi sebagai level support makro sejak setidaknya tahun 2015. Ambang batas teknikal ini secara konsisten terbukti penting karena setiap kali Bitcoin turun di bawahnya, mata uang kripto ini biasanya mengalami kesulitan besar untuk pulih dengan cepat. Sebaliknya, data historis menunjukkan bahwa harga umumnya terus menurun menuju SMA 200-minggu. Jarak antara kedua rata-rata pergerakan ini sering menjadi zona di mana koreksi besar terjadi, biasanya berkisar antara 45% hingga 58% selama sekitar 30 hingga 50 hari.
Pola Koreksi Historis Saat Bitcoin Menembus Level Kunci
Melihat siklus masa lalu, terdapat bukti yang kuat tentang pola berulang. Pada Desember 2014, setelah Bitcoin turun di bawah SMA 100-minggu, harga mengalami penurunan sebesar 55% selama kurang lebih 35 hari sebelum mencapai level 200-minggu. Episode November 2018 menunjukkan pola serupa: setelah penutupan mingguan di bawah SMA 100-minggu, Bitcoin turun 45% dalam sekitar 28 hari.
Kejadian crash pandemi tahun 2020 mungkin menjadi contoh paling dramatis—Bitcoin merosot dari SMA 100-minggu ke SMA 200-minggu dalam waktu hanya tujuh hari, mencatat koreksi sebesar 47%. Lebih baru-baru ini, Mei 2022 menunjukkan keberlanjutan pola tersebut, dengan harga Bitcoin menurun sebesar 58% selama sekitar 49 hari setelah menembus level support kritis. Insiden-insiden historis ini sangat menunjukkan bahwa breakdown teknikal sebesar ini berulang kali memicu pergerakan turun yang signifikan.
Status Pasar Saat Ini dan Implikasi Target Harga
Dalam beberapa minggu terakhir, Bitcoin sekali lagi menutup di bawah SMA 100-minggu, yang menurut analis teknikal dapat memicu pengulangan pola historis. Jika preseden historis berlaku, koreksi sekitar 50% akan sesuai dengan kisaran yang diamati. Gerakan seperti ini akan mengarah pada target harga antara $56.000 dan $50.000, dengan kemungkinan waktu terjadinya antara Maret dan April. Meskipun performa masa lalu tidak pernah menjamin hasil di masa depan, konsistensi pola ini di berbagai siklus pasar menunjukkan bahwa trader harus tetap waspada selama fase teknikal ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal Teknis Bitcoin Mengindikasikan Potensi Penurunan Sebelum karena Level Support Utama Pecah
Perkembangan pasar terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin sedang memasuki fase kritis. Menurut analisis dari PANews, Bitcoin sekali lagi menutup di bawah rata-rata pergerakan sederhana 100 minggu (SMA)—sebuah indikator teknikal yang secara historis menandai titik balik utama bagi mata uang kripto terbesar di dunia. Ketika ini terjadi, pola dari dekade terakhir sangat menunjukkan bahwa tekanan harga yang signifikan bisa mengikuti dalam beberapa minggu mendatang.
Cara Kerja SMA 100-Minggu Sebagai Level Support Kritikal
Rata-rata pergerakan sederhana 100 minggu telah berfungsi sebagai level support makro sejak setidaknya tahun 2015. Ambang batas teknikal ini secara konsisten terbukti penting karena setiap kali Bitcoin turun di bawahnya, mata uang kripto ini biasanya mengalami kesulitan besar untuk pulih dengan cepat. Sebaliknya, data historis menunjukkan bahwa harga umumnya terus menurun menuju SMA 200-minggu. Jarak antara kedua rata-rata pergerakan ini sering menjadi zona di mana koreksi besar terjadi, biasanya berkisar antara 45% hingga 58% selama sekitar 30 hingga 50 hari.
Pola Koreksi Historis Saat Bitcoin Menembus Level Kunci
Melihat siklus masa lalu, terdapat bukti yang kuat tentang pola berulang. Pada Desember 2014, setelah Bitcoin turun di bawah SMA 100-minggu, harga mengalami penurunan sebesar 55% selama kurang lebih 35 hari sebelum mencapai level 200-minggu. Episode November 2018 menunjukkan pola serupa: setelah penutupan mingguan di bawah SMA 100-minggu, Bitcoin turun 45% dalam sekitar 28 hari.
Kejadian crash pandemi tahun 2020 mungkin menjadi contoh paling dramatis—Bitcoin merosot dari SMA 100-minggu ke SMA 200-minggu dalam waktu hanya tujuh hari, mencatat koreksi sebesar 47%. Lebih baru-baru ini, Mei 2022 menunjukkan keberlanjutan pola tersebut, dengan harga Bitcoin menurun sebesar 58% selama sekitar 49 hari setelah menembus level support kritis. Insiden-insiden historis ini sangat menunjukkan bahwa breakdown teknikal sebesar ini berulang kali memicu pergerakan turun yang signifikan.
Status Pasar Saat Ini dan Implikasi Target Harga
Dalam beberapa minggu terakhir, Bitcoin sekali lagi menutup di bawah SMA 100-minggu, yang menurut analis teknikal dapat memicu pengulangan pola historis. Jika preseden historis berlaku, koreksi sekitar 50% akan sesuai dengan kisaran yang diamati. Gerakan seperti ini akan mengarah pada target harga antara $56.000 dan $50.000, dengan kemungkinan waktu terjadinya antara Maret dan April. Meskipun performa masa lalu tidak pernah menjamin hasil di masa depan, konsistensi pola ini di berbagai siklus pasar menunjukkan bahwa trader harus tetap waspada selama fase teknikal ini.