Ripple (XRP) saat ini berada dalam posisi kritis, berderet sedikit di atas level support yang sangat penting. Dengan harga saat ini mencapai $1.43, aset digital ini menghadapi tantangan signifikan. Jika support ini berhasil ditembus, proyeksi penurunan potensial mencapai 25%, menciptakan pressure yang cukup nyata bagi para pemegang token. Analisis dari NS3.AI mengungkapkan bahwa meskipun divergensi bullish tersembunyi baru-baru ini terbentuk, sinyal ini tidak menghasilkan pemulihan yang diharapkan—indikasi jelas bahwa permintaan pembeli terus melemah di pasar.
Level Support Kritis Dalam Tekanan
Support level yang sedang diuji merupakan garis pertahanan utama bagi XRP. Jika level ini tembus, volatilitas akan meningkat drastis dan potensi kerugian akan menjadi ancaman bagi investor jangka pendek. Tekanan jual dari pemegang besar terus mengalir ke pasar, menciptakan beban penjualan yang signifikan dan membuat sentimen menjadi semakin negatif.
Sinyal Teknis Tidak Meyakinkan Menunjukkan Permintaan Lemah
Divergensi bullish tersembunyi yang muncul seharusnya memberi harapan, namun kenyataannya gagal mendorong pemulihan yang substansial. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan pembeli tetap lemah dan belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual. Kurangnya respon positif terhadap sinyal teknis ini mengindikasikan skeptisisme pasar terhadap prospek jangka pendek XRP, dengan investor masih menahan diri untuk memasuki posisi baru.
Outflow Dana dan Penurunan Akumulasi Institusional
Data arus keluar dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Pengurangan akumulasi oleh pemegang jangka panjang mencerminkan kurangnya kepercayaan diri, baik dari kalangan institusional maupun ritel. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan potensial dari investor besar semakin berkurang, meninggalkan XRP dalam situasi yang rentan terhadap penurunan lebih lanjut. Sebagai akibatnya, potensi volatilitas dan tekanan jual yang berkelanjutan tetap menjadi risiko utama yang perlu diperhatikan oleh seluruh stakeholder pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
XRP Menghadapi Potensi Penurunan 25% Seiring Permintaan Pembeli yang Melemah
Ripple (XRP) saat ini berada dalam posisi kritis, berderet sedikit di atas level support yang sangat penting. Dengan harga saat ini mencapai $1.43, aset digital ini menghadapi tantangan signifikan. Jika support ini berhasil ditembus, proyeksi penurunan potensial mencapai 25%, menciptakan pressure yang cukup nyata bagi para pemegang token. Analisis dari NS3.AI mengungkapkan bahwa meskipun divergensi bullish tersembunyi baru-baru ini terbentuk, sinyal ini tidak menghasilkan pemulihan yang diharapkan—indikasi jelas bahwa permintaan pembeli terus melemah di pasar.
Level Support Kritis Dalam Tekanan
Support level yang sedang diuji merupakan garis pertahanan utama bagi XRP. Jika level ini tembus, volatilitas akan meningkat drastis dan potensi kerugian akan menjadi ancaman bagi investor jangka pendek. Tekanan jual dari pemegang besar terus mengalir ke pasar, menciptakan beban penjualan yang signifikan dan membuat sentimen menjadi semakin negatif.
Sinyal Teknis Tidak Meyakinkan Menunjukkan Permintaan Lemah
Divergensi bullish tersembunyi yang muncul seharusnya memberi harapan, namun kenyataannya gagal mendorong pemulihan yang substansial. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan pembeli tetap lemah dan belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual. Kurangnya respon positif terhadap sinyal teknis ini mengindikasikan skeptisisme pasar terhadap prospek jangka pendek XRP, dengan investor masih menahan diri untuk memasuki posisi baru.
Outflow Dana dan Penurunan Akumulasi Institusional
Data arus keluar dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Pengurangan akumulasi oleh pemegang jangka panjang mencerminkan kurangnya kepercayaan diri, baik dari kalangan institusional maupun ritel. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan potensial dari investor besar semakin berkurang, meninggalkan XRP dalam situasi yang rentan terhadap penurunan lebih lanjut. Sebagai akibatnya, potensi volatilitas dan tekanan jual yang berkelanjutan tetap menjadi risiko utama yang perlu diperhatikan oleh seluruh stakeholder pasar.