Lanskap investasi sering kali memunculkan diskusi seputar saham yang menarik perhatian bearish luar biasa. Terutama dalam siklus pasar terbaru, mengidentifikasi saham dengan interest short tertinggi menjadi fokus utama bagi investor yang berpikiran kontra untuk memanfaatkan potensi short squeeze. Ini merupakan contoh di mana short seller menghadapi buyback paksa, yang berpotensi memicu kenaikan harga yang tajam.
Namun, memasuki dunia sekuritas yang heavily-shorted memerlukan manajemen risiko yang disiplin. Banyak perusahaan yang menarik minat signifikan dari short seller memiliki benang merah yang sama: deteriorasi fundamental. Artikel ini membahas tujuh contoh menarik saham dengan posisi short yang tinggi, menganalisis mengapa bearish berkumpul di sekitar nama-nama ini—dan apakah bulls kontra harus berani masuk ke dalam air yang bergolak ini.
Mekanisme Short Squeeze dan Saham dengan Interest Short Tertinggi
Sebelum membedah perusahaan-perusahaan individual, memahami struktur dinamika interest short sangat penting. Ketika investor mengakumulasi posisi bearish yang signifikan—artinya mereka meminjam dan menjual saham dengan harapan harga akan turun—mereka menciptakan kerentanan struktural. Sebuah katalis yang memicu apresiasi harga akan memaksa short seller untuk membeli kembali saham agar keluar dari posisi, yang berpotensi mempercepat momentum kenaikan.
Fintel’s Short Squeeze Leaderboard melacak fenomena ini, memberi peringkat sekuritas berdasarkan metrik intensitas short termasuk persentase short float dan rasio days-to-cover. Namun, konsentrasi interest short tidak otomatis menjamin keuntungan. Banyak saham dengan interest short tertinggi memang memiliki tantangan fundamental yang sah yang membenarkan skeptisisme bearish.
Silvergate Capital: Solusi Perbankan Mencari Kepercayaan
Berbasis di daerah pesisir La Jolla, California, Silvergate Capital (NYSE: SI) memposisikan diri sebagai lembaga perbankan khusus yang melayani sektor mata uang digital dan fintech. Nilai proposisi perusahaan tampak menarik selama siklus boom cryptocurrency, namun sentimen pasar telah memburuk secara signifikan.
Mencerminkan pesimisme ini, SI telah kehilangan sekitar 88% nilai pemegang saham selama dua belas bulan terakhir, dengan kerugian tambahan 17% di awal tahun. Short seller menunjukkan keyakinan yang luar biasa, dengan short float mencapai 72,8% dari saham yang tersedia. Menurut data Fintel, SI menduduki peringkat sebagai sekuritas ke-24 yang paling-shorted, meskipun posisi short-nya telah berkurang akhir-akhir ini.
Dari sudut pandang kontra, SI menyajikan skenario risiko asimetris yang menarik. Saham ini diperdagangkan hanya pada 0,75 kali nilai buku—diskon dibandingkan 63,71% bank sejenis. Selain itu, analis Wall Street memegang posisi netral dengan target harga rata-rata yang mengimplikasikan potensi kenaikan 22,5%. Namun, hambatan besar tetap ada terkait adopsi aset digital dan kejelasan regulasi.
Carvana: Penjualan Mobil Online di Bawah Tekanan
Carvana (NYSE: CVNA) merupakan contoh bagaimana antusiasme era pandemi bisa menguap dengan cepat. Selama lockdown COVID-19, model pengantaran kendaraan yang praktis menarik permintaan besar dan optimisme investor. Sejak awal tahun, CVNA naik 52%, tetapi performa selama setahun terakhir menunjukkan cerita yang sangat berbeda—penurunan 95%.
Penghancuran narasi pandemi bertepatan dengan pembentukan posisi fortress oleh short seller. MarketWatch mengidentifikasi CVNA sebagai salah satu saham yang paling-shorted kedua. Menurut pelacakan Fintel, CVNA menduduki peringkat ke-39 pada Short Squeeze Leaderboard dengan interest short 71,37% dan 2,99 hari untuk menutup posisi.
Analisis Gurufocus mengidentifikasi CVNA sebagai potensi perangkap nilai—penunjuk yang memperingatkan bahwa harga yang tampak murah menyembunyikan fundamental bisnis yang memburuk. Jika pengeluaran konsumen melemah, pembeli yang mencari nilai maksimal akan kurang tertarik dengan kenyamanan pengantaran premium. Para analis memperkirakan target harga $9,58, menunjukkan potensi pemulihan 20%, tetapi hambatan fundamental tetap ada.
Root Insurance: Model Mobile-Native Bertemu Skeptisisme Pasar
Root (NASDAQ: ROOT) berbasis di Columbus, mempelopori distribusi asuransi berbasis mobile, memposisikan diri sebagai perusahaan asuransi berlisensi penuh pertama di Amerika yang sepenuhnya mobile. Namun, inovasi saja tidak cukup meyakinkan investor. Meski saham naik 24% dari level awal tahun, kerugian selama setahun terakhir sebesar 84% mendominasi narasi.
Short seller telah membangun posisi yang menonjol, dengan ROOT menduduki peringkat ke-82 di leaderboard Fintel dan memiliki rasio interest short 17,56% serta 10,96 hari untuk menutup posisi. Posisi ini menurun 34 peringkat dalam seminggu terakhir, menunjukkan potensi pergeseran momentum.
Secara fundamental, operasi asuransi membutuhkan infrastruktur keuangan yang kuat. Margin bersih yang sangat negatif dan pertumbuhan pendapatan tiga tahun yang lemah sebesar 4,8% menunjukkan tantangan profitabilitas struktural. Trader kontra harus berhati-hati. Meski begitu, target harga analis sebesar $7,68 mencerminkan potensi kenaikan 44% dari level saat ini.
PaxMedica: Inovasi Bioteknologi dalam Tahap Pengembangan
PaxMedica (NASDAQ: PXMD) beroperasi di bidang pengembangan biopharmaceutical, fokus pada pengobatan gangguan neurodevelopmental. Meski inovasi kesehatan biasanya menarik sentimen pasar yang simpatik, PXMD gagal memanfaatkan keuntungan ini. Saham menurun 61% selama dua belas bulan terakhir dengan kenaikan minimal 0,5% tahun ini.
Posisi short semakin intensif, dengan PXMD naik ke posisi ke-17 di peringkat Fintel dan memiliki short float 16,05% serta 2,97 hari untuk menutup posisi. Yang menarik, posisi ini naik tiga posisi baru-baru ini.
PXMD beroperasi sebagai perusahaan pra-pendapatan, sehingga keberhasilan uji klinis sangat penting untuk mendukung valuasi. Tidak adanya liputan analis Wall Street menambah ketidakpastian, meskipun perusahaan memiliki cadangan kas yang cukup relatif terhadap kewajiban utang. Untuk trader spekulatif, kekosongan informasi ini menawarkan risiko sekaligus peluang.
Upstart Holdings: Pinjaman Berbasis AI Menghadapi Skeptisisme
Upstart (NASDAQ: UPST) memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menggerakkan platform pinjaman yang bermitra dengan lembaga keuangan tradisional. Konsep model ini secara teoritis merupakan inovasi terobosan dalam penilaian kredit menggunakan variabel non-tradisional.
Namun, penerimaan pasar terbukti mengecewakan. Meski naik 40% sejak awal tahun, performa selama setahun terakhir menunjukkan penurunan 87%. Short seller tetap yakin, dengan UPST menduduki peringkat ke-144 di Fintel dan memiliki interest short 40,3% serta 5,02 hari untuk menutup posisi—metrik yang menunjukkan posisi yang cukup besar.
Analisis fundamental mengungkap pola yang mengkhawatirkan. Pertumbuhan pendapatan tiga tahun perusahaan berada di zona negatif, margin bersih sangat negatif, dan kelemahan neraca keuangan meluas. Konsensus Wall Street memberi peringkat UPST sebagai jual moderat dengan target rata-rata $14,88 yang mengimplikasikan risiko downside 17%. Dinamika risiko-imbalan ini menyarankan untuk menghindari peluang interest short tertinggi ini.
EVgo: Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Menghadapi Tantangan Profitabilitas
Meski transportasi listrik merupakan tren sekuler yang jelas, EVgo (NASDAQ: EVGO) kesulitan menarik antusiasme investor meski beroperasi di ruang infrastruktur pengisian EV yang menarik. Saham menurun lebih dari 39% selama dua belas bulan terakhir, menempatkan EVgo di peringkat ke-134 pada Fintel’s Short Squeeze Leaderboard dengan interest short 37% dan metrik 20,62 hari untuk menutup posisi.
Laba kuartalan terakhir terbukti mengecewakan dibandingkan ekspektasi naratif. Perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan $10,51 juta yang mewakili pertumbuhan 70% dari tahun ke tahun, tetapi mencatat kerugian bersih $13,22 juta versus laba bersih $6,13 juta di periode tahun lalu. Gambaran profitabilitas yang memburuk meski pendapatan meningkat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi infrastruktur yang belum menguntungkan.
Wall Street memegang posisi netral dengan target harga yang mengimplikasikan kenaikan kurang dari 5%. Mengingat potensi imbal hasil yang kecil dibandingkan risiko struktural profitabilitas, taruhan kontra tampaknya kurang bijaksana.
Beyond Meat: Narasi Berbasis Tanaman di Bawah Tekanan Short
Beyond Meat (NASDAQ: BYND) mungkin telah menghidupkan kembali antusiasme terhadap alternatif protein tanpa daging. Baru-baru ini, BYND tampil cukup baik, naik 52% sejak awal tahun. Namun, pemulihan ini tidak cukup untuk mengimbangi kehancuran sebelumnya—penurunan 58% selama setahun terakhir menempatkan BYND di antara saham dengan interest short tertinggi.
Beyond Meat menduduki peringkat ke-92 di leaderboard Fintel dengan short float 36,88% dan metrik 10,26 hari untuk menutup posisi. Data Fintel menunjukkan penurunan posisi sebanyak tujuh dalam minggu sebelumnya.
Gurufocus mengidentifikasi BYND sebagai potensi perangkap nilai meskipun antusiasme demografis milenial terhadap alternatif berbasis tanaman cukup tinggi. Konsensus analis memberi peringkat BYND sebagai jual moderat dengan target harga rata-rata $11,80 yang mengimplikasikan risiko downside 37,5%. Tantangan profitabilitas fundamental lebih besar daripada dorongan demografis jangka pendek.
Menilai Risiko dalam Peluang dengan Interest Short Tertinggi
Ketujuh saham yang heavily-shorted ini secara kolektif mengilustrasikan prinsip penting: konsentrasi interest short sering kali menunjukkan kekhawatiran fundamental yang sah daripada salah harga. Meski perdagangan kontra kadang menghasilkan pengembalian besar selama short squeeze, hasil ini lebih merupakan pengecualian daripada norma.
Navigasi yang sukses terhadap saham dengan interest short tertinggi memerlukan kemampuan membedakan antara peluang kontra yang menarik dan perangkap nilai yang menyamar sebagai diskon. Investor harus meneliti metrik keuangan dasar, posisi kompetitif, dan eksekusi manajemen sebelum bertaruh pada skenario short squeeze.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tujuh Saham dengan Posisi Short Terbanyak: Memahami Dinamika di Balik Saham dengan Interest Short Tertinggi
Lanskap investasi sering kali memunculkan diskusi seputar saham yang menarik perhatian bearish luar biasa. Terutama dalam siklus pasar terbaru, mengidentifikasi saham dengan interest short tertinggi menjadi fokus utama bagi investor yang berpikiran kontra untuk memanfaatkan potensi short squeeze. Ini merupakan contoh di mana short seller menghadapi buyback paksa, yang berpotensi memicu kenaikan harga yang tajam.
Namun, memasuki dunia sekuritas yang heavily-shorted memerlukan manajemen risiko yang disiplin. Banyak perusahaan yang menarik minat signifikan dari short seller memiliki benang merah yang sama: deteriorasi fundamental. Artikel ini membahas tujuh contoh menarik saham dengan posisi short yang tinggi, menganalisis mengapa bearish berkumpul di sekitar nama-nama ini—dan apakah bulls kontra harus berani masuk ke dalam air yang bergolak ini.
Mekanisme Short Squeeze dan Saham dengan Interest Short Tertinggi
Sebelum membedah perusahaan-perusahaan individual, memahami struktur dinamika interest short sangat penting. Ketika investor mengakumulasi posisi bearish yang signifikan—artinya mereka meminjam dan menjual saham dengan harapan harga akan turun—mereka menciptakan kerentanan struktural. Sebuah katalis yang memicu apresiasi harga akan memaksa short seller untuk membeli kembali saham agar keluar dari posisi, yang berpotensi mempercepat momentum kenaikan.
Fintel’s Short Squeeze Leaderboard melacak fenomena ini, memberi peringkat sekuritas berdasarkan metrik intensitas short termasuk persentase short float dan rasio days-to-cover. Namun, konsentrasi interest short tidak otomatis menjamin keuntungan. Banyak saham dengan interest short tertinggi memang memiliki tantangan fundamental yang sah yang membenarkan skeptisisme bearish.
Silvergate Capital: Solusi Perbankan Mencari Kepercayaan
Berbasis di daerah pesisir La Jolla, California, Silvergate Capital (NYSE: SI) memposisikan diri sebagai lembaga perbankan khusus yang melayani sektor mata uang digital dan fintech. Nilai proposisi perusahaan tampak menarik selama siklus boom cryptocurrency, namun sentimen pasar telah memburuk secara signifikan.
Mencerminkan pesimisme ini, SI telah kehilangan sekitar 88% nilai pemegang saham selama dua belas bulan terakhir, dengan kerugian tambahan 17% di awal tahun. Short seller menunjukkan keyakinan yang luar biasa, dengan short float mencapai 72,8% dari saham yang tersedia. Menurut data Fintel, SI menduduki peringkat sebagai sekuritas ke-24 yang paling-shorted, meskipun posisi short-nya telah berkurang akhir-akhir ini.
Dari sudut pandang kontra, SI menyajikan skenario risiko asimetris yang menarik. Saham ini diperdagangkan hanya pada 0,75 kali nilai buku—diskon dibandingkan 63,71% bank sejenis. Selain itu, analis Wall Street memegang posisi netral dengan target harga rata-rata yang mengimplikasikan potensi kenaikan 22,5%. Namun, hambatan besar tetap ada terkait adopsi aset digital dan kejelasan regulasi.
Carvana: Penjualan Mobil Online di Bawah Tekanan
Carvana (NYSE: CVNA) merupakan contoh bagaimana antusiasme era pandemi bisa menguap dengan cepat. Selama lockdown COVID-19, model pengantaran kendaraan yang praktis menarik permintaan besar dan optimisme investor. Sejak awal tahun, CVNA naik 52%, tetapi performa selama setahun terakhir menunjukkan cerita yang sangat berbeda—penurunan 95%.
Penghancuran narasi pandemi bertepatan dengan pembentukan posisi fortress oleh short seller. MarketWatch mengidentifikasi CVNA sebagai salah satu saham yang paling-shorted kedua. Menurut pelacakan Fintel, CVNA menduduki peringkat ke-39 pada Short Squeeze Leaderboard dengan interest short 71,37% dan 2,99 hari untuk menutup posisi.
Analisis Gurufocus mengidentifikasi CVNA sebagai potensi perangkap nilai—penunjuk yang memperingatkan bahwa harga yang tampak murah menyembunyikan fundamental bisnis yang memburuk. Jika pengeluaran konsumen melemah, pembeli yang mencari nilai maksimal akan kurang tertarik dengan kenyamanan pengantaran premium. Para analis memperkirakan target harga $9,58, menunjukkan potensi pemulihan 20%, tetapi hambatan fundamental tetap ada.
Root Insurance: Model Mobile-Native Bertemu Skeptisisme Pasar
Root (NASDAQ: ROOT) berbasis di Columbus, mempelopori distribusi asuransi berbasis mobile, memposisikan diri sebagai perusahaan asuransi berlisensi penuh pertama di Amerika yang sepenuhnya mobile. Namun, inovasi saja tidak cukup meyakinkan investor. Meski saham naik 24% dari level awal tahun, kerugian selama setahun terakhir sebesar 84% mendominasi narasi.
Short seller telah membangun posisi yang menonjol, dengan ROOT menduduki peringkat ke-82 di leaderboard Fintel dan memiliki rasio interest short 17,56% serta 10,96 hari untuk menutup posisi. Posisi ini menurun 34 peringkat dalam seminggu terakhir, menunjukkan potensi pergeseran momentum.
Secara fundamental, operasi asuransi membutuhkan infrastruktur keuangan yang kuat. Margin bersih yang sangat negatif dan pertumbuhan pendapatan tiga tahun yang lemah sebesar 4,8% menunjukkan tantangan profitabilitas struktural. Trader kontra harus berhati-hati. Meski begitu, target harga analis sebesar $7,68 mencerminkan potensi kenaikan 44% dari level saat ini.
PaxMedica: Inovasi Bioteknologi dalam Tahap Pengembangan
PaxMedica (NASDAQ: PXMD) beroperasi di bidang pengembangan biopharmaceutical, fokus pada pengobatan gangguan neurodevelopmental. Meski inovasi kesehatan biasanya menarik sentimen pasar yang simpatik, PXMD gagal memanfaatkan keuntungan ini. Saham menurun 61% selama dua belas bulan terakhir dengan kenaikan minimal 0,5% tahun ini.
Posisi short semakin intensif, dengan PXMD naik ke posisi ke-17 di peringkat Fintel dan memiliki short float 16,05% serta 2,97 hari untuk menutup posisi. Yang menarik, posisi ini naik tiga posisi baru-baru ini.
PXMD beroperasi sebagai perusahaan pra-pendapatan, sehingga keberhasilan uji klinis sangat penting untuk mendukung valuasi. Tidak adanya liputan analis Wall Street menambah ketidakpastian, meskipun perusahaan memiliki cadangan kas yang cukup relatif terhadap kewajiban utang. Untuk trader spekulatif, kekosongan informasi ini menawarkan risiko sekaligus peluang.
Upstart Holdings: Pinjaman Berbasis AI Menghadapi Skeptisisme
Upstart (NASDAQ: UPST) memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menggerakkan platform pinjaman yang bermitra dengan lembaga keuangan tradisional. Konsep model ini secara teoritis merupakan inovasi terobosan dalam penilaian kredit menggunakan variabel non-tradisional.
Namun, penerimaan pasar terbukti mengecewakan. Meski naik 40% sejak awal tahun, performa selama setahun terakhir menunjukkan penurunan 87%. Short seller tetap yakin, dengan UPST menduduki peringkat ke-144 di Fintel dan memiliki interest short 40,3% serta 5,02 hari untuk menutup posisi—metrik yang menunjukkan posisi yang cukup besar.
Analisis fundamental mengungkap pola yang mengkhawatirkan. Pertumbuhan pendapatan tiga tahun perusahaan berada di zona negatif, margin bersih sangat negatif, dan kelemahan neraca keuangan meluas. Konsensus Wall Street memberi peringkat UPST sebagai jual moderat dengan target rata-rata $14,88 yang mengimplikasikan risiko downside 17%. Dinamika risiko-imbalan ini menyarankan untuk menghindari peluang interest short tertinggi ini.
EVgo: Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Menghadapi Tantangan Profitabilitas
Meski transportasi listrik merupakan tren sekuler yang jelas, EVgo (NASDAQ: EVGO) kesulitan menarik antusiasme investor meski beroperasi di ruang infrastruktur pengisian EV yang menarik. Saham menurun lebih dari 39% selama dua belas bulan terakhir, menempatkan EVgo di peringkat ke-134 pada Fintel’s Short Squeeze Leaderboard dengan interest short 37% dan metrik 20,62 hari untuk menutup posisi.
Laba kuartalan terakhir terbukti mengecewakan dibandingkan ekspektasi naratif. Perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan $10,51 juta yang mewakili pertumbuhan 70% dari tahun ke tahun, tetapi mencatat kerugian bersih $13,22 juta versus laba bersih $6,13 juta di periode tahun lalu. Gambaran profitabilitas yang memburuk meski pendapatan meningkat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi infrastruktur yang belum menguntungkan.
Wall Street memegang posisi netral dengan target harga yang mengimplikasikan kenaikan kurang dari 5%. Mengingat potensi imbal hasil yang kecil dibandingkan risiko struktural profitabilitas, taruhan kontra tampaknya kurang bijaksana.
Beyond Meat: Narasi Berbasis Tanaman di Bawah Tekanan Short
Beyond Meat (NASDAQ: BYND) mungkin telah menghidupkan kembali antusiasme terhadap alternatif protein tanpa daging. Baru-baru ini, BYND tampil cukup baik, naik 52% sejak awal tahun. Namun, pemulihan ini tidak cukup untuk mengimbangi kehancuran sebelumnya—penurunan 58% selama setahun terakhir menempatkan BYND di antara saham dengan interest short tertinggi.
Beyond Meat menduduki peringkat ke-92 di leaderboard Fintel dengan short float 36,88% dan metrik 10,26 hari untuk menutup posisi. Data Fintel menunjukkan penurunan posisi sebanyak tujuh dalam minggu sebelumnya.
Gurufocus mengidentifikasi BYND sebagai potensi perangkap nilai meskipun antusiasme demografis milenial terhadap alternatif berbasis tanaman cukup tinggi. Konsensus analis memberi peringkat BYND sebagai jual moderat dengan target harga rata-rata $11,80 yang mengimplikasikan risiko downside 37,5%. Tantangan profitabilitas fundamental lebih besar daripada dorongan demografis jangka pendek.
Menilai Risiko dalam Peluang dengan Interest Short Tertinggi
Ketujuh saham yang heavily-shorted ini secara kolektif mengilustrasikan prinsip penting: konsentrasi interest short sering kali menunjukkan kekhawatiran fundamental yang sah daripada salah harga. Meski perdagangan kontra kadang menghasilkan pengembalian besar selama short squeeze, hasil ini lebih merupakan pengecualian daripada norma.
Navigasi yang sukses terhadap saham dengan interest short tertinggi memerlukan kemampuan membedakan antara peluang kontra yang menarik dan perangkap nilai yang menyamar sebagai diskon. Investor harus meneliti metrik keuangan dasar, posisi kompetitif, dan eksekusi manajemen sebelum bertaruh pada skenario short squeeze.