Saga NFT Tweet Jack Dorsey: Ketika Investasi $2.9 Juta Menjadi Tidak Berharga

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Kisah pembelian NFT tweet pertama Jack Dorsey oleh Sina Estavi menjadi salah satu cerita peringatan terbesar dalam dunia kripto. Pada tahun 2021, saat puncak ledakan NFT, Estavi—seorang pengusaha Iran-Malaysia dan CEO dari bursa cryptoLand—membuat berita dengan mengakuisisi NFT dari tweet pertama bersejarah Jack Dorsey seharga $2,9 juta. Saat itu, tampaknya ini adalah koleksi paling berharga. Tapi bertahun-tahun kemudian, investasi ini berubah menjadi pengingat keras tentang betapa berbahayanya spekulasi yang didorong oleh narasi.

NFT Tweet Pertama Bersejarah dan Warisan Digital Jack Dorsey

Ketika Jack Dorsey, pendiri Twitter, memutuskan untuk melelang NFT dari tweet pertamanya yang diposting pada tahun 2006, pasar melihatnya sebagai bagian dari sejarah internet yang dibekukan dalam bentuk blockchain. Penawaran menjadi sengit saat pemain besar kripto seperti Justin Sun bersaing secara agresif. Tawaran akhir Sina Estavi sebesar $2,9 juta mengalahkan kompetisi, dan untuk sesaat, dia menjadi pemilik apa yang diyakini banyak orang sebagai sejarah digital yang tak tergantikan. Pembelian ini melambangkan puncak mania NFT pada 2021, ketika aset digital apa pun yang terkait dengan selebriti atau momen bersejarah bisa mendapatkan jutaan dolar.

Keruntuhan Spektakuler: Dari Jutaan ke Hampir Tidak Berharga

Kenyataan keras datang dengan cepat. Pada tahun 2022, Estavi berusaha mengembalikan investasinya dengan mencantumkan NFT Jack Dorsey seharga mencengangkan $48 juta, dengan janji akan menyumbangkan 50% dari hasil penjualan ke badan amal. Respon pasar sangat brutal: NFT tersebut hanya menerima 7 tawaran, dengan tawaran tertinggi hanya mencapai $280. Hari ini, bertahun-tahun kemudian, NFT yang sama duduk di dompet Estavi dan pada dasarnya tidak berharga, nilainya kurang dari $10 di pasar mana pun.

Mengapa Investasi Berbasis Narasi Gagal: Pelajaran Mendalam

Ini bukan hanya tentang kerugian satu orang—ini mengungkapkan kekurangan mendasar dalam mengejar narasi daripada fundamental. NFT tweet Jack Dorsey tidak pernah benar-benar berharga karena utilitas atau kelangkaan dalam arti tradisional. Nilainya sepenuhnya bergantung pada kepercayaan kolektif bahwa NFT mewakili masa depan kepemilikan digital. Ketika narasi itu menguap secepat munculnya, harga aset pun ikut jatuh.

Pelajaran ini melampaui NFT. Sepanjang sejarah kripto, kita telah melihat banyak narasi—dari token ICO, meme coin, hingga solusi layer-2—yang menghasilkan kenaikan euforia diikuti oleh keruntuhan yang menghancurkan. Pola ini konsisten: para percaya awal mendapatkan keuntungan besar, FOMO dari arus utama mendorong harga naik, dan kemudian kenyataan muncul.

Pengalaman Estavi dengan NFT Jack Dorsey adalah contoh klasik mengapa spekulasi yang hanya didasarkan pada momentum tren akhirnya runtuh. Aset digital membutuhkan proposisi nilai yang berkelanjutan di luar hype, dan investor harus mampu membedakan antara inovasi nyata dan narasi sementara. Saat tren baru menarik perhatian pasar berikutnya, ingatlah cerita ini—keberuntungan yang dibangun hanya dari narasi tidak akan bertahan selamanya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)