Solana Jadi Pilihan Strategis R3 untuk Tokenisasi Saham yang Bagi Dividen dan Aset Institusional Onchain

Perusahaan infrastruktur blockchain R3 telah melakukan reposisi fundamental dalam bisnisnya, dengan mengarahkan fokus ke tokenisasi aset dunia nyata dan pasar modal onchain. Strategi ini memanfaatkan Solana sebagai fondasi teknis utama, membawa perspektif baru tentang bagaimana aset institusional—termasuk saham yang bagi dividen dua kali setahun, kredit swasta, dan instrumen pembiayaan perdagangan—dapat beroperasi secara native di dalam ekosistem blockchain. Perubahan strategis ini muncul setelah R3 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lanskap blockchain selama lebih dari satu dekade membangun infrastruktur untuk bursa, lembaga keuangan, dan bank sentral.

Mengapa R3 Memilih Solana untuk Pasar Modal Masa Depan

Keputusan R3 untuk mengambil Solana sebagai basis strategis bukanlah pilihan yang terburu-buru. Todd McDonald, salah satu pendiri R3, menjelaskan bahwa perusahaan telah menjalankan evaluasi menyeluruh dengan berbicara kepada hampir semua layer 1 dan layer 2 yang ada, sebelum akhirnya memantapkan pilihan pada konferensi Accelerate blockchain pada Mei 2025.

Alasan pemilihan Solana terletak pada karakteristik teknis dan filosofi desainnya. R3 melihat Solana bukan sekadar blockchain generalistik, melainkan sebagai “Nasdaq dari blockchain”—sebuah platform yang secara khusus dirancang untuk mendukung pasar modal berperforma tinggi daripada menjadi eksperimen umum. Throughput tinggi, arsitektur yang efisien, dan fokus pada perdagangan berkecepatan tinggi membuat Solana menjadi kandidat ideal untuk menangani volume transaksi pasar modal institusional di masa depan.

McDonald menyatakan bahwa visi jangka panjang R3 mengasumsikan bahwa semua pasar pada akhirnya akan menjadi pasar onchain. “Kami percaya Solana adalah jaringan terbaik untuk masa depan tersebut,” katanya, menggarisbawahi bahwa pergeseran ini bukan tentang teknologi semata, tetapi tentang memilih infrastruktur yang dapat menopang transformasi pasar modal global.

Likuiditas: Hambatan Sebenarnya dalam Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Ketika berbicara tentang tokenisasi aset dunia nyata, banyak yang berfokus pada aspek teknis—merepresentasikan saham yang bagi dividen secara berkala atau obligasi sebagai token digital yang dapat diperdagangkan. Namun, menurut McDonald, hambatan sebenarnya tidak terletak pada tokenisasi itu sendiri, melainkan pada likuiditas.

“Jantung utama DeFi adalah pinjam dan meminjamkan,” kata McDonald, menekankan bahwa momen terobosan akan tiba ketika aset dunia nyata yang ditokenisasi dapat diterima sebagai jaminan yang kredibel, setara dengan aset kripto asli. Saat ini, likuiditas terbatas—terutama untuk instrumen seperti saham yang bagi dividen dengan jadwal pembayaran terstruktur—dan dalam beberapa kasus keterbatasan perizinan regulasi, mengurangi minat investor DeFi untuk berpartisipasi secara berarti dengan produk-produk ini.

Tantangan ini tidak bisa diatasi dengan sekadar meluncurkan lebih banyak token. R3 memulai dari permintaan pasar yang sudah ada, bukan mencoba memaksa adopsi. Banyak investor onchain yang cerdas kini mencari hasil yang lebih stabil dan kurang berkorelasi dengan volatilitas pasar kripto. Ini menciptakan peluang nyata bagi aset tradisional yang dapat dikemas dengan cara yang native DeFi.

Kredit Pribadi dan Pembiayaan Perdagangan: Target Aset R3

Strategi aset R3 mencerminkan fokus pada instrumen yang memberikan hasil lebih tinggi. Kredit pribadi menjadi pilar utama, dengan pertimbangan sederhana namun strategis: “Anda memerlukan hasil utama untuk menarik perhatian,” menurut McDonald. Imbal hasil sekitar 10% cenderung sangat resonan dengan investor onchain, menciptakan insentif ekonomi yang kuat untuk berpartisipasi.

Namun, produk-produk ini harus menyeimbangkan tiga elemen sekaligus: pengembalian, likuiditas, dan komposabilitas. Ini merupakan tantangan serius mengingat kredit pribadi di pasar tradisional sering memiliki jadwal likuiditas kuartalan atau basis “dengan janji”, yang sulit diselaraskan dengan ekspektasi DeFi untuk pertukaran instan.

Selain kredit pribadi, R3 mengidentifikasi peluang signifikan dalam pembiayaan perdagangan, di mana permintaan dan penawaran sangat elastis. “Jika pengelola DeFi benar-benar fokus pada trade finance, pasokan dari dunia tradisional sangat besar,” jelas McDonald. Pasar pembiayaan perdagangan global memiliki skala luar biasa, namun sangat terfragmentasi, melibatkan yurisdiksi beragam, kontrak khusus, dan standar data yang tidak konsisten. Blockchain dapat mengatasi hambatan-hambatan ini dengan membawa transparansi dan standardisasi yang diperlukan untuk penilaian risiko yang lebih akurat dan likuiditas yang lebih cepat berkembang.

Di sisi penerbit, R3 telah membentuk kemitraan dengan manajer investasi terkemuka, pemilik aset lainnya—mulai dari pabrik hingga perusahaan pengiriman—yang melihat tokenisasi sebagai saluran distribusi inovatif dan mekanisme baru untuk pembentukan modal. Tujuannya bukan hanya mencerminkan produk tradisional ke onchain, tetapi merancang ulang agar dapat diinvestasikan, diperdagangkan, dan dikombinasikan secara native dalam ekosistem DeFi.

Protokol Corda: Vault Berbasis Hasil untuk Ekosistem DeFi Solana

Visi R3 tersebut dimateralisasikan melalui protokol Corda yang baru diumumkan, dibangun secara native di Solana. Protokol ini memperkenalkan vault hasil yang didukung oleh aset dunia nyata yang dikurasi secara profesional dan menerbitkan token vault yang likuid dan dapat ditebus dengan fleksibilitas yang sebelumnya tidak tersedia.

Diluncurkan dalam paruh pertama 2026, vault Corda dirancang untuk memberikan pemegang stablecoin akses ke instrumen utang yang ditokenisasi, dana, sekuritas yang terkait dengan reasuransi, dan aset-aset berhasil seperti saham yang bagi dividen, tanpa mengorbankan likuiditas atau komposabilitas karakteristik DeFi.

Melalui protokol ini, aset yang tersedia akan didukung oleh lapisan likuiditas asli, memungkinkan pertukaran instan dari aset yang biasanya tidak likuid atau sangat terbatas likuiditasnya. Ini membuka penggunaan aset-aset tersebut sebagai jaminan dalam skala besar. Protokol Corda akan diintegrasikan dengan kurator utama dan protokol pinjaman untuk mendukung peminjaman serta pembangunan posisi leverage yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan untuk instrumen tradisional.

Permintaan awal sudah menunjukkan momentum yang kuat—protokol Corda telah menerima lebih dari 30.000 pra-pendaftaran hingga saat ini, menandakan antusiasme pasar terhadap akses baru terhadap hasil berkualitas institusional di dalam blockchain.

Solana DeFi vs Ethereum: Dinamika Pertumbuhan dan Strategi Divergen

Untuk memahami pentingnya pemilihan Solana bagi R3, perlu melihat lanskap DeFi secara lebih luas. Ethereum tetap mendominasi dalam hal total nilai terkunci (TVL), mencerminkan likuiditas mendalam, ekosistem pengembang yang luas, dan adopsi institusional yang sudah matang. Namun, Solana telah muncul sebagai salah satu platform DeFi dengan pertumbuhan tercepat.

Data terkini menunjukkan ekosistem DeFi Solana menampung lebih dari $9 miliar dalam TVL, menjadikannya salah satu jaringan teratas di luar Ethereum dan Layer 2-nya, bahkan dalam beberapa periode menyamai atau menyaingi aktivitas DeFi gabungan dari Layer 2 Ethereum utama. Keunggulan Solana terletak pada throughput tinggi, biaya transaksi yang sangat rendah, dan keterlibatan pengguna yang berkembang pesat.

Model Solana telah mendorong volume transaksi onchain dan jumlah dompet aktif secara signifikan lebih tinggi, terutama untuk aplikasi perdagangan dan frekuensi tinggi, meskipun Ethereum tetap mempertahankan dominasi TVL keseluruhan dan pangsa terbesar aset institusional tradisional. Namun, tren menunjukkan bahwa Solana semakin menarik perhatian investor institusional yang mencari alternatif yang lebih efisien dari segi biaya dan lebih responsif terhadap kebutuhan perdagangan berkecepatan tinggi.

Dari Spekulasi Murni Menuju Pembentukan Modal Terstruktur

Sejak pengumuman kemitraan strategis dengan Solana Foundation pada Mei 2025, R3 telah menghabiskan delapan hingga sembilan bulan terakhir dengan fokus hampir sepenuhnya pada satu pertanyaan fundamental: bagaimana cara men-tokenisasi aset senilai triliunan dolar berikutnya dan membawanya ke blockchain dengan cara yang benar-benar fungsional bagi investor?

McDonald mengamati pergeseran fokus signifikan pada ekosistem Solana menuju pembentukan modal dan alokasi modal yang terstruktur, daripada sekadar spekulasi murni. Ini mencerminkan kematangan pasar yang semakin meningkat, di mana investor onchain tidak hanya mengejar returns tinggi tetapi juga stabilitas dan diversifikasi.

Melalui pengalaman R3 mengelola lebih dari $10 miliar aset via platform Corda mereka, bekerja sama dengan institusi terkemuka termasuk HSBC, Bank of America, Bank Italia, Otoritas Moneter Singapura, Bank Nasional Swiss, Euroclear, SDX, dan SBI, perusahaan memahami dengan mendalam apa yang dibutuhkan institusi keuangan tradisional untuk berkomitmen pada transformasi digital ini.

Upaya meningkatkan likuiditas untuk aset dunia nyata yang ditokenisasi juga akan memerlukan aliran modal risiko yang lebih beragam ditempatkan langsung di onchain. McDonald mencatat bahwa meskipun saat ini ada pemain DeFi asli yang besar, partisipasi masih belum mencukupi dalam hal keragaman neraca. “Kita membutuhkan lebih banyak keberagaman neraca yang bersedia mengalokasikan modal,” ujarnya, ditambah dengan mekanisme penebusan yang lebih fleksibel memberikan pilihan nyata bagi para investor.

Menutup Kesenjangan antara Wall Street dan Onchain

Tujuan akhir dari strategi R3 adalah menghilangkan kesenjangan yang terus membesar antara permintaan investor DeFi akan hasil stabil dan penawaran aset berkualitas institusional yang tersedia di pasar tradisional. Meskipun ratusan miliar dolar aset dunia nyata kini telah direpresentasikan secara onchain, sebagian besar hasil kelas institusional—terutama instrumen seperti saham yang bagi dividen dua kali setahun dengan struktur pembayaran yang menarik—masih memaksa modal untuk berpindah ke luar rantai.

“Tujuan kami adalah menutup kesenjangan itu,” kata McDonald. “Untuk menghadirkan aset berkualitas Wall Street ke dalam onchain dengan cara yang akhirnya masuk akal bagi DeFi, serta membawa modal offchain ke pasar onchain dalam skala besar.”

Transformasi ini bukan hanya tentang teknologi blockchain atau kecerdasan investor, melainkan tentang menciptakan ekosistem di mana pasar modal tradisional dan DeFi native dapat berfungsi secara sinergis, menghasilkan efisiensi, transparansi, dan akses yang lebih baik bagi semua peserta—dari investor kecil hingga institusi global.

Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)