Setelah harga emas mendekati angka 5.000 dolar AS, karena perubahan tak terduga dalam situasi geopolitik, minat pasar mengalami penurunan yang jelas pada Rabu sore.
“Perubahan mendadak” kebijakan Trump Tak lama setelah harga emas mencapai rekor tertinggi intraday sebesar 4.891,10 dolar AS, Presiden Trump mengumumkan sebuah kemajuan penting: Amerika Serikat telah mencapai kerangka awal dengan Sekretaris Jenderal NATO, Stoltenberg, terkait kesepakatan tentang Greenland. Segera setelahnya, Trump menyatakan bahwa mereka tidak akan memberlakukan tarif terhadap Eropa seperti ancaman sebelumnya. Serangkaian sinyal perlindungan risiko yang negatif ini langsung menyebabkan volatilitas pasar yang tajam.
Momen “TACO” Pasar keuangan dengan cepat merespons perubahan ini, dan para trader menyebutnya sebagai momen “TACO”—yaitu “Trump Always Chickens Out” (Trump Selalu Mundur di Saat-saat Terakhir). Dengan menyebarnya ekspektasi ini, pasar saham AS melonjak, imbal hasil obligasi AS naik, dan nilai tukar dolar menguat. Dalam konteks ini, para investor mulai menarik dana dari aset safe haven emas dan mengalihkan kembali ke pasar saham.
Ketahanan dan kondisi emas saat ini Meskipun harga sedikit menurun, emas menunjukkan ketahanan yang sangat kuat, tetap bertahan di atas 4.800 dolar AS. Analis menunjukkan bahwa logika penetapan harga emas sedang mengalami perubahan fundamental.
Senior Market Analyst XS.com, Dilin Wu, dalam laporannya menyatakan: “Emas telah bertransformasi dari aset yang sepenuhnya dipengaruhi oleh kebijakan menjadi ‘aset asuransi’. Sekarang, fungsi utamanya adalah untuk melindungi terhadap risiko yang muncul dari sistem kredit, sistem moneter, dan tatanan geopolitik yang semakin tidak stabil.”
Jalur menuju 5.000 dolar AS Meskipun dalam jangka pendek harga emas tertekan karena meredanya ketegangan geopolitik (seperti pengurangan ancaman tarif), para analis umumnya percaya bahwa untuk kembali dan stabil di atas angka 5.000 dolar AS, harga emas membutuhkan faktor pendorong yang lebih dalam dan struktural:
Lingkungan suku bunga rendah secara struktural: Hanya ketika suku bunga riil tetap rendah, emas yang tidak menghasilkan bunga akan menjadi lebih menarik.
Gelombang de-dolarisasi global: Bank sentral di berbagai negara terus membeli emas untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar.
Fragmentasi geopolitik jangka panjang: Bahkan jika ada kesepakatan jangka pendek, ketidakpastian jangka panjang dalam tatanan global tetap menjadi dasar harga emas.
Permintaan kuat dari investor institusional: Pembelian terus-menerus dari lembaga keuangan dan bank sentral global.
Meskipun momen “TACO” menghambat perjalanan emas menuju 5.000 dolar AS, hal ini tidak mengubah posisinya sebagai aset lindung nilai utama di dunia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harga emas turun: apa saja pendorong yang dibutuhkan untuk kembali ke atas $5.000?
Setelah harga emas mendekati angka 5.000 dolar AS, karena perubahan tak terduga dalam situasi geopolitik, minat pasar mengalami penurunan yang jelas pada Rabu sore.
“Perubahan mendadak” kebijakan Trump Tak lama setelah harga emas mencapai rekor tertinggi intraday sebesar 4.891,10 dolar AS, Presiden Trump mengumumkan sebuah kemajuan penting: Amerika Serikat telah mencapai kerangka awal dengan Sekretaris Jenderal NATO, Stoltenberg, terkait kesepakatan tentang Greenland. Segera setelahnya, Trump menyatakan bahwa mereka tidak akan memberlakukan tarif terhadap Eropa seperti ancaman sebelumnya. Serangkaian sinyal perlindungan risiko yang negatif ini langsung menyebabkan volatilitas pasar yang tajam.
Momen “TACO” Pasar keuangan dengan cepat merespons perubahan ini, dan para trader menyebutnya sebagai momen “TACO”—yaitu “Trump Always Chickens Out” (Trump Selalu Mundur di Saat-saat Terakhir). Dengan menyebarnya ekspektasi ini, pasar saham AS melonjak, imbal hasil obligasi AS naik, dan nilai tukar dolar menguat. Dalam konteks ini, para investor mulai menarik dana dari aset safe haven emas dan mengalihkan kembali ke pasar saham.
Ketahanan dan kondisi emas saat ini Meskipun harga sedikit menurun, emas menunjukkan ketahanan yang sangat kuat, tetap bertahan di atas 4.800 dolar AS. Analis menunjukkan bahwa logika penetapan harga emas sedang mengalami perubahan fundamental.
Senior Market Analyst XS.com, Dilin Wu, dalam laporannya menyatakan: “Emas telah bertransformasi dari aset yang sepenuhnya dipengaruhi oleh kebijakan menjadi ‘aset asuransi’. Sekarang, fungsi utamanya adalah untuk melindungi terhadap risiko yang muncul dari sistem kredit, sistem moneter, dan tatanan geopolitik yang semakin tidak stabil.”
Jalur menuju 5.000 dolar AS Meskipun dalam jangka pendek harga emas tertekan karena meredanya ketegangan geopolitik (seperti pengurangan ancaman tarif), para analis umumnya percaya bahwa untuk kembali dan stabil di atas angka 5.000 dolar AS, harga emas membutuhkan faktor pendorong yang lebih dalam dan struktural:
Meskipun momen “TACO” menghambat perjalanan emas menuju 5.000 dolar AS, hal ini tidak mengubah posisinya sebagai aset lindung nilai utama di dunia.