Minggu pertama tahun 2026 untuk euro berjalan tidak berhasil. Pasangan mata uang EUR/JPY terus menghadapi resistensi dalam kisaran sideways, berada di dekat level terendah dua minggu di 183,30. Level ini menjadi acuan kritis bagi trader setelah pada hari Jumat, kutipan mencapai puncaknya di 184,40, lalu berbalik tajam ke bawah.
Kebijakan Moneter Jepang sebagai Lokomotif Penguatan Yen
Pada hari Senin, Kepala Bank Jepang Kazuo Ueda mengeluarkan pernyataan yang mendukung tren penguatan mata uang Jepang. Kepala bank sentral menegaskan niat untuk secara bertahap menormalkan kebijakan moneter dan beralih ke kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, jika indikator makroekonomi tetap berada dalam kisaran target. Yen Jepang secara historis berfungsi sebagai aset perlindungan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga sinyal dari regulator ini secara alami memperkuat permintaan terhadapnya.
Risiko Geopolitik Meningkatkan Kekhawatiran Investor
Ketidakpastian yang terus-menerus seputar situasi di Venezuela — dengan keterlibatan militer AS dan sidang pengadilan terkait Presiden Nicolás Maduro pada hari Senin — menambah stres bagi investor. Presiden Donald Trump memberi sinyal kemungkinan langkah militer lebih lanjut jika pemerintah negara tersebut tidak memenuhi tuntutan AS terkait reformasi sektor minyak. Ketegangan geopolitik seperti ini secara tradisional mendorong investor mencari perlindungan di aset yang lebih aman.
Data Kepercayaan Investor Januari di Depan
Indikator utama untuk Eropa — indeks kepercayaan Sentix bulan Januari — akan dipublikasikan pada hari Senin. Indeks ini mengukur suasana hati trader profesional dan analis terhadap iklim ekonomi. Sejak Agustus tahun-tahun sebelumnya, indikator ini secara konsisten berada di wilayah negatif, menandakan pesimisme yang stabil di kalangan pelaku pasar modal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Euro di bawah tekanan: Pasangan mata uang EUR/JPY menutup perdagangan di dekat angka psikologis 183,30
Yen Jepang Menguat di Tahun Baru
Minggu pertama tahun 2026 untuk euro berjalan tidak berhasil. Pasangan mata uang EUR/JPY terus menghadapi resistensi dalam kisaran sideways, berada di dekat level terendah dua minggu di 183,30. Level ini menjadi acuan kritis bagi trader setelah pada hari Jumat, kutipan mencapai puncaknya di 184,40, lalu berbalik tajam ke bawah.
Kebijakan Moneter Jepang sebagai Lokomotif Penguatan Yen
Pada hari Senin, Kepala Bank Jepang Kazuo Ueda mengeluarkan pernyataan yang mendukung tren penguatan mata uang Jepang. Kepala bank sentral menegaskan niat untuk secara bertahap menormalkan kebijakan moneter dan beralih ke kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, jika indikator makroekonomi tetap berada dalam kisaran target. Yen Jepang secara historis berfungsi sebagai aset perlindungan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga sinyal dari regulator ini secara alami memperkuat permintaan terhadapnya.
Risiko Geopolitik Meningkatkan Kekhawatiran Investor
Ketidakpastian yang terus-menerus seputar situasi di Venezuela — dengan keterlibatan militer AS dan sidang pengadilan terkait Presiden Nicolás Maduro pada hari Senin — menambah stres bagi investor. Presiden Donald Trump memberi sinyal kemungkinan langkah militer lebih lanjut jika pemerintah negara tersebut tidak memenuhi tuntutan AS terkait reformasi sektor minyak. Ketegangan geopolitik seperti ini secara tradisional mendorong investor mencari perlindungan di aset yang lebih aman.
Data Kepercayaan Investor Januari di Depan
Indikator utama untuk Eropa — indeks kepercayaan Sentix bulan Januari — akan dipublikasikan pada hari Senin. Indeks ini mengukur suasana hati trader profesional dan analis terhadap iklim ekonomi. Sejak Agustus tahun-tahun sebelumnya, indikator ini secara konsisten berada di wilayah negatif, menandakan pesimisme yang stabil di kalangan pelaku pasar modal.