Kekhawatiran tentang ketergantungan berlebihan pada AI dalam pendidikan semakin meningkat. Seorang tokoh masyarakat terkemuka baru-baru ini menyoroti bahwa siswa sebaiknya tidak terlalu bergantung pada alat kecerdasan buatan dalam perjalanan belajar mereka. Pesan yang disampaikan jelas: teknologi harus meningkatkan, bukan menggantikan, pemikiran kritis. Pelajar muda didorong untuk memanfaatkan AI sebagai alat sambil tetap bertanggung jawab dalam penggunaannya. Penekanannya? Biarkan kreativitas dan pemikiran asli menjadi kompas Anda. Imajinasi penting—mungkin sekarang lebih dari sebelumnya saat kita menavigasi dunia yang semakin didorong oleh AI. Pesan utama untuk siswa: rangkul inovasi, tetapi jangan menyerahkan sepenuhnya pemikiran Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MetaverseVagabond
· 01-20 10:56
ngl pendapat ini sudah klise, tapi memang menyentuh hati...AI seperti pedang bermata dua
Ngomong-ngomong, siswa yang benar-benar mahir menggunakan AI justru berpikir lebih jernih?
Kembali lagi ke ini, tergantung orangnya sih
Yang dirugikan adalah mereka yang langsung menganggap output AI sebagai jawaban... terlalu buruk
Memiliki logika tapi sulit dilaksanakan, siapa yang benar-benar bisa melakukannya
Lihat AsliBalas0
FalseProfitProphet
· 01-20 03:29
ngl ai hanyalah alat bantu. Pekerjaan yang benar-benar mengandalkan otak harus tetap dilakukan sendiri.
Lihat AsliBalas0
blockBoy
· 01-19 17:12
ngl ai hanyalah alat, yang penting tetap harus dipikirkan sendiri, kalau tidak otak benar-benar akan berkarat
Lihat AsliBalas0
SurvivorshipBias
· 01-17 12:00
ngl, memang benar tapi ini sudah dibicarakan setiap tahun, bagaimana masih ada orang yang benar-benar mengalihdayakan otaknya ke ChatGPT?
Lihat AsliBalas0
FOMOSapien
· 01-17 11:53
ngl ai bisa digunakan sebagai tongkat, tetapi jangan biarkan itu menggantikan pemikiranmu, karena itu akan sia-sia
Lihat AsliBalas0
YieldFarmRefugee
· 01-17 11:46
ngl saya sudah bosan mendengar argumen ini, AI hanyalah sebuah alat, masalah sebenarnya adalah sistem pendidikan itu sendiri yang buruk
Lihat AsliBalas0
LayerZeroHero
· 01-17 11:44
Buktinya, argumen ini sama sekali tidak berdasar... Seharusnya siswa menggunakan AI untuk memverifikasi pemikiran, bukan menggantikan proses berpikir
Lihat AsliBalas0
RiddleMaster
· 01-17 11:39
Berbicara tentang gelombang AI ini, kita masih harus mengandalkan otak untuk berpikir, saya lihat banyak pelajar yang malas berpikir.
Lihat AsliBalas0
MondayYoloFridayCry
· 01-17 11:31
Benar sekali, tetapi dalam kenyataan, berapa banyak siswa yang benar-benar bisa melakukannya...
Kekhawatiran tentang ketergantungan berlebihan pada AI dalam pendidikan semakin meningkat. Seorang tokoh masyarakat terkemuka baru-baru ini menyoroti bahwa siswa sebaiknya tidak terlalu bergantung pada alat kecerdasan buatan dalam perjalanan belajar mereka. Pesan yang disampaikan jelas: teknologi harus meningkatkan, bukan menggantikan, pemikiran kritis. Pelajar muda didorong untuk memanfaatkan AI sebagai alat sambil tetap bertanggung jawab dalam penggunaannya. Penekanannya? Biarkan kreativitas dan pemikiran asli menjadi kompas Anda. Imajinasi penting—mungkin sekarang lebih dari sebelumnya saat kita menavigasi dunia yang semakin didorong oleh AI. Pesan utama untuk siswa: rangkul inovasi, tetapi jangan menyerahkan sepenuhnya pemikiran Anda.