Kecerdasan buatan semakin membentuk cara perusahaan mendekati rekrutmen, terutama dalam hal merekrut talenta baru. John C. Williams, kepala Federal Reserve, baru-baru ini menyoroti tren yang berkembang ini selama survei industri dan analisis data. Menurut pengamatannya, bisnis dengan jelas mengakui dampak AI terhadap strategi perekrutan mereka. Perubahan ini bukan hanya teoretis—survei dan metrik dunia nyata menunjukkan bahwa pertimbangan AI kini menjadi pusat dalam proses pengambilan keputusan perusahaan terkait ketenagakerjaan. Ini menandai transformasi yang lebih luas dalam cara organisasi mengevaluasi dan mengintegrasikan lulusan baru yang memasuki pasar kerja.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DefiSecurityGuard
· 01-19 12:56
ngl, AI yang melakukan perekrutan sekarang? itu benar-benar jebakan madu yang menunggu untuk mengeksploitasi lulusan baru yang tidak tahu lebih baik. kepala fed yang membicarakannya = tanda bahaya menurut saya. DYOR sebelum membiarkan algoritma apa pun mendekati lamaran pekerjaanmu fr fr
Lihat AsliBalas0
ClassicDumpster
· 01-16 18:48
Rekrutmen AI ini, jujur saja, hanyalah alasan lain bagi pihak kapital untuk mencari uang.
Lihat AsliBalas0
BrokenRugs
· 01-16 16:59
Rekrutmen AI ini terdengar cukup canggih, tetapi lulusan baru tetap harus bersaing
Lihat AsliBalas0
PuzzledScholar
· 01-16 16:59
AI memilih bakat? Tidak mungkin perusahaan benar-benar percaya pada ini, rasanya ini hanya gelombang lagi untuk menipu para pemula
Lihat AsliBalas0
ProposalDetective
· 01-16 16:55
Masalah rekrutmen AI ini, sepertinya lulusan baru harus bersaing lebih keras...
Lihat AsliBalas0
GasGuzzler
· 01-16 16:52
Rekrutmen AI ini, rasanya perusahaan besar semua bermain dengan ini, tidak tahu apakah ini baik atau buruk untuk pemuda desa kecil kita.
Kecerdasan buatan semakin membentuk cara perusahaan mendekati rekrutmen, terutama dalam hal merekrut talenta baru. John C. Williams, kepala Federal Reserve, baru-baru ini menyoroti tren yang berkembang ini selama survei industri dan analisis data. Menurut pengamatannya, bisnis dengan jelas mengakui dampak AI terhadap strategi perekrutan mereka. Perubahan ini bukan hanya teoretis—survei dan metrik dunia nyata menunjukkan bahwa pertimbangan AI kini menjadi pusat dalam proses pengambilan keputusan perusahaan terkait ketenagakerjaan. Ini menandai transformasi yang lebih luas dalam cara organisasi mengevaluasi dan mengintegrasikan lulusan baru yang memasuki pasar kerja.