Sumber: CryptoNewsNet
Judul Asli: Top Wall Street equity strategist exits Bitcoin over quantum computing threat
Tautan Asli:
Ikhtisar
Kepala Strategi Ekuitas Global Jefferies Christopher Wood telah mengeluarkan Bitcoin dari portofolio modelnya karena kekhawatiran bahwa kemajuan dalam komputasi kuantum dapat akhirnya melemahkan keberlanjutan jangka panjangnya sebagai penyimpan nilai.
Detail Utama
Dalam buletin Greed & Fear-nya, Wood mencatat bahwa teknologi ini mungkin akan datang lebih cepat dari yang diperkirakan dan menimbulkan risiko eksistensial terhadap keamanan dan sistem penambangan Bitcoin.
Strategist ini awalnya menambahkan Bitcoin ke portofolio modelnya pada tahun 2020 dan meningkatkan alokasinya menjadi 10%. Sekarang dia telah sepenuhnya keluar dari posisi tersebut, mengalihkan ke 5% emas fisik dan 5% saham pertambangan emas.
Latar Belakang Konteks
Sekitar empat bulan yang lalu, Wood berpendapat bahwa baik emas maupun Bitcoin berfungsi sebagai lindung nilai utama terhadap devaluasi dolar. Dia menekankan daya tarik Bitcoin bagi generasi muda tetapi mencatat bahwa sejarah emas selama berabad-abad memberinya keunggulan struktural.
Implikasi Pasar
Meskipun teknologi kuantum masih dalam tahap awal, para ahli mengakui bahwa ini menimbulkan potensi kerentanan struktural terhadap protokol Bitcoin jika kemajuan yang dapat diskalakan terwujud. Langkah ini menandakan bahwa risiko kuantum kini mulai masuk ke diskusi alokasi aset utama, mendorong beberapa investor institusional untuk mengevaluasi kembali eksposur kripto mereka.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AirdropHarvester
· 01-19 06:42
Perhitungan kuantum kembali menakut-nakuti, argumen ini sudah dipakai bertahun-tahun, kan?
Lihat AsliBalas0
GasOptimizer
· 01-18 03:20
Pernyataan tentang komputasi kuantum ini harus diulang setiap beberapa tahun. Masalahnya adalah: berapa tahun yang dibutuhkan untuk benar-benar mengancam btc? Bagaimana koefisien waktu ini dihitung dalam model data?
Lihat AsliBalas0
ForkTrooper
· 01-16 15:18
Perhitungan kuantum ini lagi-lagi meremehkan Bitcoin...
Lihat AsliBalas0
GasBankrupter
· 01-16 15:18
Perhitungan kuantum, kapitalis paling takut apa ya itu apa ya
Lihat AsliBalas0
NFTRegretter
· 01-16 15:13
Apakah alasan ini tentang komputasi kuantum benar... rasanya agak aneh
Lihat AsliBalas0
DaoTherapy
· 01-16 15:11
Risiko komputasi kuantum ini kembali lagi, setiap kali selalu bisa membuat penjual ketakutan hahaha
Strategi Ekuitas Top Wall Street Keluar dari Bitcoin karena Risiko Komputasi Kuantum
Sumber: CryptoNewsNet Judul Asli: Top Wall Street equity strategist exits Bitcoin over quantum computing threat Tautan Asli:
Ikhtisar
Kepala Strategi Ekuitas Global Jefferies Christopher Wood telah mengeluarkan Bitcoin dari portofolio modelnya karena kekhawatiran bahwa kemajuan dalam komputasi kuantum dapat akhirnya melemahkan keberlanjutan jangka panjangnya sebagai penyimpan nilai.
Detail Utama
Dalam buletin Greed & Fear-nya, Wood mencatat bahwa teknologi ini mungkin akan datang lebih cepat dari yang diperkirakan dan menimbulkan risiko eksistensial terhadap keamanan dan sistem penambangan Bitcoin.
Strategist ini awalnya menambahkan Bitcoin ke portofolio modelnya pada tahun 2020 dan meningkatkan alokasinya menjadi 10%. Sekarang dia telah sepenuhnya keluar dari posisi tersebut, mengalihkan ke 5% emas fisik dan 5% saham pertambangan emas.
Latar Belakang Konteks
Sekitar empat bulan yang lalu, Wood berpendapat bahwa baik emas maupun Bitcoin berfungsi sebagai lindung nilai utama terhadap devaluasi dolar. Dia menekankan daya tarik Bitcoin bagi generasi muda tetapi mencatat bahwa sejarah emas selama berabad-abad memberinya keunggulan struktural.
Implikasi Pasar
Meskipun teknologi kuantum masih dalam tahap awal, para ahli mengakui bahwa ini menimbulkan potensi kerentanan struktural terhadap protokol Bitcoin jika kemajuan yang dapat diskalakan terwujud. Langkah ini menandakan bahwa risiko kuantum kini mulai masuk ke diskusi alokasi aset utama, mendorong beberapa investor institusional untuk mengevaluasi kembali eksposur kripto mereka.