Keamanan lembaga riset baru-baru ini mengungkapkan sebuah insiden ancaman blockchain yang serius. Ransomware bernama DeadLock sedang menyalahgunakan kontrak pintar Polygon untuk menyembunyikan niat sebenarnya.
Yang paling penting, malware ini telah meninggalkan mode server command and control (C2) yang dikodekan secara keras secara tradisional, dan beralih ke pengiriman instruksi terdesentralisasi melalui kontrak pintar — pendekatan ini secara signifikan meningkatkan kesulitan pertahanan keamanan.
Penyerang memanfaatkan sifat tidak dapat diubah dari blockchain dan atribut pseudo-anonim untuk menulis instruksi jahat ke dalam kontrak. Perangkat yang terinfeksi secara berkala memeriksa kontrak ini untuk mendapatkan instruksi serangan terbaru. Dibandingkan dengan infrastruktur C2 tradisional yang mudah dilacak dan dimatikan, mekanisme distribusi instruksi di blockchain ini hampir tak tertembus.
Ini mencerminkan sebuah kenyataan: keterbukaan blockchain publik seperti Polygon dalam memberdayakan inovasi juga dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Perlindungan keamanan ekosistem Web3 perlu dipikirkan kembali.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GhostAddressMiner
· 4jam yang lalu
Saya langsung memeriksa alamat kontrak DeadLock, aliran dana sudah terbagi menjadi tiga jalur, dompet tidur di awal tiba-tiba menjadi aktif, ini tidak normal.
Lihat AsliBalas0
SilentAlpha
· 4jam yang lalu
Aduh, trik ini luar biasa, menggunakan kontrak pintar sebagai server C2, benar-benar keras
Ada yang tidak beres, Polygon yang begitu terbuka seperti menyerahkan pisau kepada orang jahat
Nama DeadLock... agak kejam
Perintah terdistribusi di blockchain, pihak pertahanan langsung GG
Ini adalah sisi gelap Web3, inovasi dan risiko selalu menjadi pedang bermata dua
Lihat AsliBalas0
PumpingCroissant
· 4jam yang lalu
我操,这才是真正的无懈可击啊,链上C2这招儿太绝了
---
Polygon被拿来当黑客工具了,这下安全问题真的得认真对待
---
说白了就是Web3的开放性被反向利用了呗,创新和风险就是这么难平衡
---
DeadLock langsung mengunggah ransomware ke rantai, ide ini... cukup kejam
---
怪不得传统防御套路不管用,这种去中心化指令系统确实难追踪
---
又一个"创意十足"的黑产案例,咱们的生态还得多想想对策
Ya ampun, Polygon digunakan sebagai pusat komando oleh peretas, ini terlalu gila
---
Kontrak benar-benar menjadi server C2, anonimitas blockchain memang pedang bermata dua
---
Nama DeadLock... agak sombong ya
---
Pengiriman instruksi di blockchain tidak bisa diandalkan, firewall tradisional perlu dilatih ulang
---
Keterbukaan disalahgunakan, apakah ini harga dari Web3
---
Tunggu dulu, ini berarti kontrak pintar kita mungkin tidak terlihat
---
Polygon kali ini harus bertanggung jawab, tapi sejujurnya seluruh ekosistem harus refleksi
---
Ransomware telah berevolusi, langkah selanjutnya apa, DAO semua telah jatuh
---
Ketidakmampuan untuk diubah malah menjadi brankas instruksi berbahaya, ironis
---
Kelompok peretas ini benar-benar pandai bermain, menggunakan teknologi kita untuk melawan kita
Keamanan lembaga riset baru-baru ini mengungkapkan sebuah insiden ancaman blockchain yang serius. Ransomware bernama DeadLock sedang menyalahgunakan kontrak pintar Polygon untuk menyembunyikan niat sebenarnya.
Yang paling penting, malware ini telah meninggalkan mode server command and control (C2) yang dikodekan secara keras secara tradisional, dan beralih ke pengiriman instruksi terdesentralisasi melalui kontrak pintar — pendekatan ini secara signifikan meningkatkan kesulitan pertahanan keamanan.
Penyerang memanfaatkan sifat tidak dapat diubah dari blockchain dan atribut pseudo-anonim untuk menulis instruksi jahat ke dalam kontrak. Perangkat yang terinfeksi secara berkala memeriksa kontrak ini untuk mendapatkan instruksi serangan terbaru. Dibandingkan dengan infrastruktur C2 tradisional yang mudah dilacak dan dimatikan, mekanisme distribusi instruksi di blockchain ini hampir tak tertembus.
Ini mencerminkan sebuah kenyataan: keterbukaan blockchain publik seperti Polygon dalam memberdayakan inovasi juga dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Perlindungan keamanan ekosistem Web3 perlu dipikirkan kembali.