Antusiasme Seoul terhadap pembiayaan budaya onchain semakin meningkat dengan alasan yang baik. Proyek seperti Camp mengubah cara industri kreatif mengakses modal—ini lebih dari sekadar tokenisasi sederhana.
Pertimbangkan mekanismenya: sebuah produksi Bollywood menjadi film besar pertama yang didanai sepenuhnya melalui strategi hasil onchain via RWA (Aset Dunia Nyata). Kontributor mendapatkan 40% APY sambil menerima kredit film, secara fundamental mengubah cara pengembalian dana mengalir kembali ke komunitas kreatif.
Model ini memanfaatkan celah pasar sebesar $3,5T. Pembiayaan film tradisional mengunci investor sehari-hari. Struktur yang didukung RWA mendemokratisasi partisipasi, memungkinkan siapa saja untuk berinvestasi di masa depan budaya. Kontributor mendapatkan hasil keuangan sekaligus kepemilikan budaya—tanpa perantara.
Perubahan infrastruktur ini lebih penting daripada hype. Ketika studio dapat langsung mencetak aset yang menghasilkan hasil terhadap anggaran produksi, efisiensi modal melonjak. Hambatan geografis menghilang. Kru film di Mumbai terhubung secara instan dengan modal yang mencari hasil dari Seoul hingga Singapura.
Ini bukan sekadar pertunjukan fintech. Ini adalah cara baru dalam membiayai, mendistribusikan, dan menghargai budaya di seluruh dunia.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-afe07a92
· 01-15 22:32
40% APY terdengar gila... tapi apakah hal ini benar-benar bisa direalisasikan?
Lihat AsliBalas0
LayerZeroHero
· 01-14 02:53
ngl 40% APY terdengar agak terlalu gila... apakah benar-benar bisa stabil?
Lihat AsliBalas0
GateUser-00be86fc
· 01-12 23:05
40% APY terdengar tidak masuk akal, benar-benar nyata atau tidak... Pembiayaan film Bollywood secara on-chain memang terdengar baru, tapi bagaimana risiko dihitungnya
Lihat AsliBalas0
SnapshotDayLaborer
· 01-12 23:05
40% APY terdengar terlalu gila... apakah benar-benar bisa stabil setinggi itu
Lihat AsliBalas0
zkProofGremlin
· 01-12 23:01
ngl logika pembiayaan RWA ini agak keren, tapi apakah 40% APY benar-benar tidak takut dipotong daun bawang?
Antusiasme Seoul terhadap pembiayaan budaya onchain semakin meningkat dengan alasan yang baik. Proyek seperti Camp mengubah cara industri kreatif mengakses modal—ini lebih dari sekadar tokenisasi sederhana.
Pertimbangkan mekanismenya: sebuah produksi Bollywood menjadi film besar pertama yang didanai sepenuhnya melalui strategi hasil onchain via RWA (Aset Dunia Nyata). Kontributor mendapatkan 40% APY sambil menerima kredit film, secara fundamental mengubah cara pengembalian dana mengalir kembali ke komunitas kreatif.
Model ini memanfaatkan celah pasar sebesar $3,5T. Pembiayaan film tradisional mengunci investor sehari-hari. Struktur yang didukung RWA mendemokratisasi partisipasi, memungkinkan siapa saja untuk berinvestasi di masa depan budaya. Kontributor mendapatkan hasil keuangan sekaligus kepemilikan budaya—tanpa perantara.
Perubahan infrastruktur ini lebih penting daripada hype. Ketika studio dapat langsung mencetak aset yang menghasilkan hasil terhadap anggaran produksi, efisiensi modal melonjak. Hambatan geografis menghilang. Kru film di Mumbai terhubung secara instan dengan modal yang mencari hasil dari Seoul hingga Singapura.
Ini bukan sekadar pertunjukan fintech. Ini adalah cara baru dalam membiayai, mendistribusikan, dan menghargai budaya di seluruh dunia.