Bagaimana menilai nilai sebenarnya dari sebuah protokol DeFi? Pertanyaan ini jauh lebih kompleks daripada angka di atas kertas.
Pertimbangkan dua skenario ekstrem:
Satu adalah protokol yang terlihat sangat menarik—TVL mencapai $100m, tetapi $95m di antaranya berasal dari likuiditas sewa yang disediakan oleh market maker, dan di balik layar, market maker tersebut mendapatkan subsidi APY sebesar 15%. Protokol itu sendiri dimiliki oleh VC sebesar 25%. Tampak gemilang di permukaan, tetapi sebenarnya palsu—likuiditas organik yang nyata hanya sebesar $5m, sisanya dipertahankan dengan membakar uang.
Yang lain terlihat jauh lebih sederhana—TVL sebesar $5m, tanpa dilusi saham VC, tanpa biaya sewa, tanpa biaya operasional tambahan. Semua pertumbuhan berasal dari pengguna nyata, tanpa insentif tersembunyi, tanpa subsidi dari market maker.
Dari sudut pandang keberlanjutan, yang terakhir adalah ekosistem yang benar-benar sehat. Yang pertama, selama subsidi berakhir, likuiditas akan segera menguap, dan protokol berada dalam bahaya. Tentu saja, ini juga mencerminkan kondisi pasar saat ini—banyak proyek yang, demi mendapatkan pendanaan dan perhatian, rela menggunakan insentif tersembunyi dan data yang dibuat-buat untuk memoles diri mereka.
Ini adalah pemikiran yang layak dipertimbangkan oleh setiap peserta ekosistem: Apakah yang kamu kejar adalah angka yang mencolok, atau nilai yang sebenarnya?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TokenEconomist
· 01-13 14:52
Sebenarnya, metrik TVL sepenuhnya dimanipulasi. $95m dari likuiditas yang disewa hanya berarti protokol benar-benar menyewa kredibilitasnya sendiri lol
Lihat AsliBalas0
potentially_notable
· 01-12 21:47
Saya akan langsung mengeluarkan komentar:
---
Pengguna organik yang nyata> data yang dilebih-lebihkan, tidak ada salahnya menekankan ini lagi dan lagi. $100m TVL terlihat mengesankan, tapi 95% adalah likuiditas sewaan... benar-benar tidak masuk akal.
---
Satu lagi proyek VC yang terbongkar, kali ini masih berani mengklaim 15% APY untuk menarik dana.
---
Singkatnya, ini adalah permainan pembakaran uang, setelah subsidi dihentikan, bentuk asli langsung terungkap. Lebih baik mendapatkan 5m yang nyata daripada 100m yang palsu.
---
Jadi bagaimana cara menilai apakah sebuah proyek sedang menipu diri sendiri? Apakah ada metode cepat?
---
Contoh ekosistem sehat terdengar terlalu idealis, apakah ada DeFi seperti itu di dunia nyata...
---
VC yang memegang 25% saham masih berani mengatakan bahwa ekosistem mereka sehat, lucu banget.
---
Sekarang saya mengerti mengapa begitu banyak proyek akhirnya gagal, sejak awal sudah seperti istana di udara.
Lihat AsliBalas0
LiquidationWatcher
· 01-12 21:46
Benar-benar semuanya dibuat-buat, setelah subsidi dihentikan langsung kembali ke nol, apa bedanya dengan Ponzi scheme ini
Lihat AsliBalas0
AlphaLeaker
· 01-12 21:45
Proyek dengan TVL puluhan miliar sebenarnya hanyalah kertas kosong, yang benar-benar bisa bertahan justru adalah hal-hal kecil yang tidak mencolok...
Lihat AsliBalas0
OnchainDetective
· 01-12 21:43
TVL 100 juta terlihat menjanjikan, tapi ternyata 95 juta semuanya disewa... Bukankah ini adalah malam sebelum pnd, benar-benar gila
Bagaimana menilai nilai sebenarnya dari sebuah protokol DeFi? Pertanyaan ini jauh lebih kompleks daripada angka di atas kertas.
Pertimbangkan dua skenario ekstrem:
Satu adalah protokol yang terlihat sangat menarik—TVL mencapai $100m, tetapi $95m di antaranya berasal dari likuiditas sewa yang disediakan oleh market maker, dan di balik layar, market maker tersebut mendapatkan subsidi APY sebesar 15%. Protokol itu sendiri dimiliki oleh VC sebesar 25%. Tampak gemilang di permukaan, tetapi sebenarnya palsu—likuiditas organik yang nyata hanya sebesar $5m, sisanya dipertahankan dengan membakar uang.
Yang lain terlihat jauh lebih sederhana—TVL sebesar $5m, tanpa dilusi saham VC, tanpa biaya sewa, tanpa biaya operasional tambahan. Semua pertumbuhan berasal dari pengguna nyata, tanpa insentif tersembunyi, tanpa subsidi dari market maker.
Dari sudut pandang keberlanjutan, yang terakhir adalah ekosistem yang benar-benar sehat. Yang pertama, selama subsidi berakhir, likuiditas akan segera menguap, dan protokol berada dalam bahaya. Tentu saja, ini juga mencerminkan kondisi pasar saat ini—banyak proyek yang, demi mendapatkan pendanaan dan perhatian, rela menggunakan insentif tersembunyi dan data yang dibuat-buat untuk memoles diri mereka.
Ini adalah pemikiran yang layak dipertimbangkan oleh setiap peserta ekosistem: Apakah yang kamu kejar adalah angka yang mencolok, atau nilai yang sebenarnya?