🚨 Berita Terkini | Berita Terkini: Teman-teman, China sangat marah sekarang setelah Amerika Serikat di era Trump secara efektif mengendalikan minyak Venezuela, dan memaksa Caracas untuk memprioritaskan kesepakatan dengan Washington. Selama bertahun-tahun, China mendapatkan minyak Venezuela yang murah, mengucurkan miliaran dolar sebagai pinjaman, dan membangun pengaruh yang kuat di Amerika Latin. Tetapi semua itu dengan cepat memudar, dan Beijing kini dengan gigih mencari alternatif sambil kehilangan pengaruh besar di kawasan tersebut.
Cerita ini diringkas dalam tiga pukulan utama: 1️⃣ Kehilangan pasokan minyak 2️⃣ Miliaran dolar dari pinjaman dan kontrak yang terancam 3️⃣ Penurunan proyek Belt and Road di Amerika Latin secara hampir lengkap Minyak Venezuela yang murah — sekitar 470 ribu barel per hari pada 2025 — kini menjadi ancaman. Puluhan miliar investasi berada dalam bahaya dalam semalam. Setelah bertahun-tahun mendukung sekutu yang bermusuhan dengan Amerika Serikat, jaringan pengaruh China di sana runtuh dengan satu langkah berani dari AS. Ini jauh melampaui Venezuela — kita berbicara tentang perubahan dalam keseimbangan kekuatan global, keamanan energi, dan pengendalian aliran sumber daya. Langkah Trump mengirim pesan yang jelas: Amerika Serikat mampu membentuk kembali pasar energi, menyerang lawan-lawannya dengan keras, dan menegakkan dominasinya di wilayah yang sebelumnya dianggap China aman.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
🚨 Berita Terkini | Berita Terkini: Teman-teman, China sangat marah sekarang setelah Amerika Serikat di era Trump secara efektif mengendalikan minyak Venezuela, dan memaksa Caracas untuk memprioritaskan kesepakatan dengan Washington. Selama bertahun-tahun, China mendapatkan minyak Venezuela yang murah, mengucurkan miliaran dolar sebagai pinjaman, dan membangun pengaruh yang kuat di Amerika Latin. Tetapi semua itu dengan cepat memudar, dan Beijing kini dengan gigih mencari alternatif sambil kehilangan pengaruh besar di kawasan tersebut.
Cerita ini diringkas dalam tiga pukulan utama: 1️⃣ Kehilangan pasokan minyak 2️⃣ Miliaran dolar dari pinjaman dan kontrak yang terancam 3️⃣ Penurunan proyek Belt and Road di Amerika Latin secara hampir lengkap
Minyak Venezuela yang murah — sekitar 470 ribu barel per hari pada 2025 — kini menjadi ancaman. Puluhan miliar investasi berada dalam bahaya dalam semalam. Setelah bertahun-tahun mendukung sekutu yang bermusuhan dengan Amerika Serikat, jaringan pengaruh China di sana runtuh dengan satu langkah berani dari AS.
Ini jauh melampaui Venezuela — kita berbicara tentang perubahan dalam keseimbangan kekuatan global, keamanan energi, dan pengendalian aliran sumber daya. Langkah Trump mengirim pesan yang jelas: Amerika Serikat mampu membentuk kembali pasar energi, menyerang lawan-lawannya dengan keras, dan menegakkan dominasinya di wilayah yang sebelumnya dianggap China aman.