Pemerintah di seluruh dunia tampaknya terjebak dalam perlombaan untuk mengalirkan modal ke infrastruktur manufaktur. Namun di balik antusiasme kebijakan ini terdapat asumsi yang keliru: bahwa kapasitas pabrik semata-mata mendorong kemakmuran. Kenyataannya? Mentalitas pabrik-pertama ini mengabaikan pergeseran ekonomi yang lebih dalam dan pada akhirnya bisa berbalik merugikan. Yang benar-benar penting bukan hanya membangun produksi—tetapi apakah pasar dapat menyerap output, apakah rantai pasok berfungsi secara efisien, dan apakah alokasi modal mencerminkan kebutuhan ekonomi yang sebenarnya. Ketika politisi mengejar headline pabrik sambil mengabaikan fundamental pasar, hasilnya seringkali mengecewakan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HappyMinerUncle
· 01-10 11:33
Ini lagi-lagi trik pemerintah yang membakar uang untuk membangun pabrik, benar-benar mengira dengan memiliki kapasitas produksi bisa menang dengan mudah? Bangunlah dari tidurmu
Lihat AsliBalas0
ImpermanentTherapist
· 01-10 07:30
Hmm... Membangun pabrik benar-benar bisa membawa kemakmuran? Saya rasa belum tentu, pasar tidak mampu menyerap kapasitas produksi ya sia-sia saja
Lihat AsliBalas0
ChainWallflower
· 01-08 23:34
Kembali membicarakan kapasitas produksi, benar-benar mengira membangun pabrik bisa menyelamatkan ekonomi? Bangunlah sadar, barang yang tidak ada yang membeli meskipun jumlahnya banyak tetap saja besi bekas.
Lihat AsliBalas0
DaisyUnicorn
· 01-08 14:41
Hmm... ini sebenarnya mengatakan bahwa pemerintah-pemerintah sedang secara buta membangun kapasitas, sama seperti kita dulu di awal DeFi yang gila-gilaan membuka kolam likuiditas, hasilnya tidak ada yang menggunakannya😅
Lihat AsliBalas0
OnchainFortuneTeller
· 01-07 15:31
Ini adalah pola kebijakan yang khas, membangun banyak pabrik pun tidak akan ada yang membeli, sia-sia saja
Lihat AsliBalas0
MEVictim
· 01-07 15:29
ngl Ini adalah pertunjukan kebijakan yang khas, membangun pabrik itu mudah, yang sulit adalah apakah ada orang yang membeli... lubang kelebihan kapasitas sudah dipijak oleh berbagai negara, kan?
Lihat AsliBalas0
Rugman_Walking
· 01-07 15:28
Tumpukan pabrik tidak sama dengan menghasilkan uang, para politisi benar-benar harus memikirkan di mana permintaan berada
Lihat AsliBalas0
FUD_Whisperer
· 01-07 15:15
Singkatnya, para politikus melakukan semua ini hanya untuk mendapatkan suara, mereka yang benar-benar paham ekonomi tahu bahwa kelebihan kapasitas adalah senjata utama
Lihat AsliBalas0
Web3Educator
· 01-07 15:13
nah ini persis seperti yang telah saya katakan kepada siswa saya—kapasitas tanpa permintaan hanyalah properti mahal. politisi suka dengan citra visualnya tho
Pemerintah di seluruh dunia tampaknya terjebak dalam perlombaan untuk mengalirkan modal ke infrastruktur manufaktur. Namun di balik antusiasme kebijakan ini terdapat asumsi yang keliru: bahwa kapasitas pabrik semata-mata mendorong kemakmuran. Kenyataannya? Mentalitas pabrik-pertama ini mengabaikan pergeseran ekonomi yang lebih dalam dan pada akhirnya bisa berbalik merugikan. Yang benar-benar penting bukan hanya membangun produksi—tetapi apakah pasar dapat menyerap output, apakah rantai pasok berfungsi secara efisien, dan apakah alokasi modal mencerminkan kebutuhan ekonomi yang sebenarnya. Ketika politisi mengejar headline pabrik sambil mengabaikan fundamental pasar, hasilnya seringkali mengecewakan.