Apakah AI akan menghapus seluruh pekerjaan? Sejarah menunjukkan sebaliknya. Revolusi teknologi secara konsisten mengubah cara kita bekerja—bukan menghancurkan pekerjaan itu sendiri. Pola ini berulang: alat baru menciptakan peran baru sementara menghapus yang lama. Pekerjaan bergeser, beradaptasi, dan berkembang. Daripada kiamat pekerjaan, harapkan sebuah transformasi. Pertanyaan sebenarnya bukan apakah pekerjaan akan bertahan, tetapi sektor mana yang memimpin transisi dan siapa yang akan memanfaatkan peluang tersebut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SatoshiSherpa
· 01-09 19:05
Sejujurnya, saya sudah mendengar argumen ini berkali-kali. Sejarah memang berulang, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang bisa mengikuti kecepatan transformasi? Orang-orang dari industri yang tertinggal mungkin tidak bisa beralih secara mulus ke bidang baru, karena kesenjangan keterampilan bukanlah masalah kecil.
Lihat AsliBalas0
QuorumVoter
· 01-07 12:24
Kembali lagi, rangkaian kata ini... berapa kali sudah mendengar teori siklus sejarah, tapi masalahnya apakah kali ini benar-benar sama? AI bukan sekadar alat biasa, teman
Lihat AsliBalas0
liquidation_surfer
· 01-06 22:39
nah Sejarah selalu berulang seperti ini, pemenang sejati selalu mereka yang bisa cepat naik ke kendaraan
Lihat AsliBalas0
ETH_Maxi_Taxi
· 01-06 19:38
Revolusi teknologi tidak pernah membunuh pekerjaan, hanya mengubah cara bermainnya. Sejarah telah membuktikan itu, dan kita masih saja khawatir tanpa alasan.
Lihat AsliBalas0
MagicBean
· 01-06 19:38
Hmm... Singkatnya, itu cuma pencucian otak, pola pengulangan sejarah yang sudah pernah kita dengar.
Lihat AsliBalas0
OnChainArchaeologist
· 01-06 19:30
Para penguasa pasar sedang berebut peluang, sejarah berulang lagi, yang penting adalah siapa yang bisa naik ke kereta
Lihat AsliBalas0
SchrodingerAirdrop
· 01-06 19:28
Kembali lagi dengan teori siklus sejarah ini? Kedengarannya tidak salah, tapi bagaimana cara operasinya secara praktis?
Lihat AsliBalas0
FrogInTheWell
· 01-06 19:19
Kembali lagi dengan argumen ini, teori siklus sejarah sudah didengar seratus kali. Masalahnya adalah kecepatan AI kali ini benar-benar berbeda, jendela transformasi mungkin jauh lebih singkat daripada revolusi industri sebelumnya, dan orang biasa sama sekali tidak mampu beradaptasi.
Lihat AsliBalas0
MetaMaskVictim
· 01-06 19:14
Bro, benar sekali, sejarah adalah bukti terbaik. Mesin uap, listrik, internet semuanya melalui proses ini, dan hasilnya manusia tetap bekerja, hanya cara kerjanya yang berubah. AI juga begitu, yang perlu dikhawatirkan bukanlah tidak ada pekerjaan, tetapi siapa yang bisa menangkap peluang baru.
Apakah AI akan menghapus seluruh pekerjaan? Sejarah menunjukkan sebaliknya. Revolusi teknologi secara konsisten mengubah cara kita bekerja—bukan menghancurkan pekerjaan itu sendiri. Pola ini berulang: alat baru menciptakan peran baru sementara menghapus yang lama. Pekerjaan bergeser, beradaptasi, dan berkembang. Daripada kiamat pekerjaan, harapkan sebuah transformasi. Pertanyaan sebenarnya bukan apakah pekerjaan akan bertahan, tetapi sektor mana yang memimpin transisi dan siapa yang akan memanfaatkan peluang tersebut.