Apakah Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari short selling saham? Artikel ini menganalisis logika short selling "jual dulu baru beli" dan lima poin utama dalam praktiknya
Shorting adalah Cara Menguntungkan saat Harga Turun
Banyak pemula di pasar saham memiliki kesalahpahaman bahwa saham hanya bisa menghasilkan uang saat naik, dan akan rugi saat turun. Namun sebenarnya, Anda sepenuhnya bisa melakukan operasi sebaliknya untuk menguntungkan saat harga saham turun, yang disebut dengan “short selling"atau"shorting”.
Secara sederhana, logika inti shorting adalah jual dulu beli kemudian — menjual terlebih dahulu saham yang tidak Anda miliki pada harga tinggi, kemudian membelinya kembali saat harga turun, dan selisihnya adalah keuntungan Anda. Cara operasi ini tidak hanya terbatas pada saham, tetapi juga berlaku untuk produk keuangan lainnya seperti forex, komoditas, logam mulia, dan lainnya.
Contoh nyata: shorting emas saat harga 2000 dolar, kemudian menutup posisi dengan untung saat harga turun ke 1873 dolar, selisih 127 dolar adalah keuntungannya. Jika volume posisi lebih besar, keuntungan akan meningkat berkali-kali lipat.
Apa Syarat untuk Melakukan Short? Perbandingan Dua Jalur
Shorting dengan Pembiayaan Saham Tradisional
Untuk melakukan short dengan pembiayaan saham di Taiwan, Anda perlu membuka akun saham dengan margin. Syaratnya meliputi:
Berusia minimal 20 tahun dan warga negara setempat
Memiliki status penduduk pajak Republik Rakyat Tiongkok
Akun telah dibuka selama minimal 3 bulan
Telah melakukan transaksi minimal 10 kali dalam setahun terakhir
Melalui pembiayaan saham, Anda bisa meminjam saham dari broker untuk dijual, kemudian membelinya kembali saat harga turun untuk mengembalikannya ke broker. Namun cara ini memiliki kelemahan fatal — risiko tidak terbatas, keuntungan terbatas. Karena harga saham paling rendah adalah 0, tetapi tidak ada batas atas, jika prediksi salah dan harga naik, kerugian bisa tidak terbatas. Selain itu, tidak selalu ada saham yang bisa dipinjam, sehingga operasi terbatas.
Kontrak Perbedaan (CFD) Shorting — Pilihan yang Lebih Fleksibel
Dibandingkan pembiayaan saham, menggunakan kontrak perbedaan untuk operasi jual dulu beli kemudian jauh lebih fleksibel:
Ambang pembukaan akun rendah (hanya perlu berusia 18 tahun dan lulus KYC)
Setoran awal rendah (beberapa platform minimal 50 dolar)
Leverage hingga 200:1, dapat disesuaikan dengan bebas
Bisa melakukan operasi long maupun short, tanpa batasan waktu kadaluarsa
Produk trading beragam (saham AS, forex, komoditas, cryptocurrency, dll)
Di platform kontrak perbedaan, Anda hanya perlu memilih “sell”, memasukkan leverage, stop loss, take profit, dan sebagainya, kemudian bisa dengan mudah membuka posisi short. Bagi investor yang ingin shorting di pasar global, ini memang lebih mudah dibanding pembiayaan saham tradisional.
Kapan Sebaiknya Melakukan Short? Lima Teknik Pemilihan Saham
Langkah Pertama: Pilih Pasar dengan Berita Negatif yang Jelas
Shorting membutuhkan alasan untuk turun. Misalnya bank sentral akan menurunkan suku bunga yang menyebabkan depresiasi mata uang, atau ada berita negatif dari kebijakan. Rekomendasi personal adalah prioritaskan saham AS — likuiditas baik, alat trading beragam, tingkat kebebasan tinggi.
Langkah Kedua: Cari Saham Individu yang Sangat Overvalued
Harga saham yang artificial karena sentimen jangka pendek, penurunan performa perusahaan signifikan, perubahan pengendali, dll adalah sinyal negatif. Perhatian khusus pada:
Pendapatan total perusahaan dibanding tahun lalu turun signifikan bahkan negatif — ini berarti institusi akan melakukan penjualan besar-besaran, harga saham pasti turun
Saham yang oversold dalam N hari berturut-turut — sangat mudah terjadi koreksi
Industri sudah naik signifikan dan P/E tinggi — sinyal bahwa trend bullish sudah mencapai puncak
Langkah Ketiga: Short pada Level Relatif Tinggi, Bukan Level Rendah
Ini sangat penting. Level relatif tinggi berarti ruang turun saham lebih besar, ruang naik lebih kecil, risiko terbatas sementara profit potential besar. Sebaliknya, short pada level rendah meskipun jarang terjadi, tetapi jika ada rebound akan menghadapi risiko besar.
Langkah Keempat: Pastikan Ada Ruang Penurunan yang Cukup
Jangan risiko besar hanya untuk beberapa poin persen keuntungan. Hanya ketika truly melihat ruang penurunan jelas dan nilai shorting memadai, barulah layak untuk melaksanakan. Jika tidak, setelah memperhitungkan biaya dana dan komisi, keuntungan sama sekali tidak sepadan.
Langkah Kelima: Referensikan Sinyal Teknikal
Ketika harga saham mencapai level tertinggi periode sebelumnya atau resistance penting, itu adalah waktu yang baik untuk membuka posisi short. Terutama dalam trend bearish yang jelas, masuk pada posisi relatif tinggi dan dengan sabar menunggu pasar memberi reward.
Tiga Prinsip Operasi Shorting
Prioritaskan Operasi Jangka Pendek
Shorting umumnya fokus pada jangka pendek, bahkan intraday shorting selesai dalam hitungan jam atau menit, menutup posisi di hari yang sama. Keuntungan dari ini adalah quick profit dan menghindari risiko rebound besar semalaman.
Harus Menetapkan Stop Loss
Shorting memiliki risiko sangat besar, ketika membuka posisi short pastikan menetapkan stop loss, untuk memastikan kerugian per posisi dalam kontrol. Short tanpa stop loss seperti berjudi.
Manajemen Dana yang Ilmiah
Kesempatan shorting jarang, tidak cocok untuk diversifikasi investasi. Setelah menemukan kesempatan dengan win rate tinggi, harus alokasi dana entry yang masuk akal, pastikan mampu menahan kerugian dari reversal pasar. Lebih baik melewatkan kesempatan daripada blind betting.
Studi Kasus Praktis: Peluang Short U.S. Steel ( X )
Ambil contoh U.S. Steel. Sejak 2018 pertumbuhan ekonomi AS melambat, permintaan baja menurun drastis. Berdasarkan judgment fundamental ini, shorting saham ini sangat rasional. Kemudian X turun dari tingkat 47.64 dolar merosot tajam, hingga Maret 2021 menyentuh level terendah sepanjang masa 4.54 dolar — penurunan lebih dari 100%.
Dalam trend bearish yang jelas seperti ini, selama investor menemukan level relatif tinggi untuk entry shorting, memiliki probabilitas profit yang sangat tinggi. Inilah kasus klasik untuk memahami “kapan sebaiknya short”.
Memilih Platform Trading yang Aman Sangat Penting
Baik memilih pembiayaan saham atau kontrak perbedaan, keamanan platform adalah prioritas utama. Rekomendasi fokus pada:
Apakah platform diregulasi oleh otoritas lokal (misalnya ASIC Australia, FCA Inggris, dll)
Apakah biaya trading transparan (komisi 0, spread rendah lebih baik)
Apakah produk trading beragam (produk banyak berarti kesempatan lebih banyak)
Apakah platform stabil (kecepatan eksekusi, support 24 jam, dll)
Platform tidak resmi sering menggunakan leverage tinggi dan komisi tinggi sebagai umpan untuk menarik investor, akhirnya kabur dengan uang. Pilih platform berskala besar, banyak penghargaan, dan diregulasi resmi, baru dana Anda aman.
Peringatan Risiko Ultimate dari Shorting
Terakhir harus ditekankan: keuntungan shorting terbatas, risiko tidak terbatas.
Alasannya sangat sederhana — harga saham paling rendah turun ke 0, keuntungan Anda sudah mencapai batas (minus komisi dan bunga). Tetapi harga saham naik tidak ada batas atas, selama Anda tidak set stop loss, kerugian bisa tidak terbatas. Ini juga alasan mengapa shorter kebanyakan melakukannya untuk hedging, bukan untuk profit.
Untuk investor biasa, pasti harus punya logika trading yang jelas. Tanpa keyakinan, tidak disarankan untuk sembarangan melakukan operasi jual dulu beli kemudian. Lagipula, uang yang bisa dihasilkan di pasar saham selalu hanya dalam jangkauan pemahaman Anda sendiri. Preservasi modal dan operasi stabil adalah jalan menuju profit jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari short selling saham? Artikel ini menganalisis logika short selling "jual dulu baru beli" dan lima poin utama dalam praktiknya
Shorting adalah Cara Menguntungkan saat Harga Turun
Banyak pemula di pasar saham memiliki kesalahpahaman bahwa saham hanya bisa menghasilkan uang saat naik, dan akan rugi saat turun. Namun sebenarnya, Anda sepenuhnya bisa melakukan operasi sebaliknya untuk menguntungkan saat harga saham turun, yang disebut dengan “short selling"atau"shorting”.
Secara sederhana, logika inti shorting adalah jual dulu beli kemudian — menjual terlebih dahulu saham yang tidak Anda miliki pada harga tinggi, kemudian membelinya kembali saat harga turun, dan selisihnya adalah keuntungan Anda. Cara operasi ini tidak hanya terbatas pada saham, tetapi juga berlaku untuk produk keuangan lainnya seperti forex, komoditas, logam mulia, dan lainnya.
Contoh nyata: shorting emas saat harga 2000 dolar, kemudian menutup posisi dengan untung saat harga turun ke 1873 dolar, selisih 127 dolar adalah keuntungannya. Jika volume posisi lebih besar, keuntungan akan meningkat berkali-kali lipat.
Apa Syarat untuk Melakukan Short? Perbandingan Dua Jalur
Shorting dengan Pembiayaan Saham Tradisional
Untuk melakukan short dengan pembiayaan saham di Taiwan, Anda perlu membuka akun saham dengan margin. Syaratnya meliputi:
Melalui pembiayaan saham, Anda bisa meminjam saham dari broker untuk dijual, kemudian membelinya kembali saat harga turun untuk mengembalikannya ke broker. Namun cara ini memiliki kelemahan fatal — risiko tidak terbatas, keuntungan terbatas. Karena harga saham paling rendah adalah 0, tetapi tidak ada batas atas, jika prediksi salah dan harga naik, kerugian bisa tidak terbatas. Selain itu, tidak selalu ada saham yang bisa dipinjam, sehingga operasi terbatas.
Kontrak Perbedaan (CFD) Shorting — Pilihan yang Lebih Fleksibel
Dibandingkan pembiayaan saham, menggunakan kontrak perbedaan untuk operasi jual dulu beli kemudian jauh lebih fleksibel:
Di platform kontrak perbedaan, Anda hanya perlu memilih “sell”, memasukkan leverage, stop loss, take profit, dan sebagainya, kemudian bisa dengan mudah membuka posisi short. Bagi investor yang ingin shorting di pasar global, ini memang lebih mudah dibanding pembiayaan saham tradisional.
Kapan Sebaiknya Melakukan Short? Lima Teknik Pemilihan Saham
Langkah Pertama: Pilih Pasar dengan Berita Negatif yang Jelas
Shorting membutuhkan alasan untuk turun. Misalnya bank sentral akan menurunkan suku bunga yang menyebabkan depresiasi mata uang, atau ada berita negatif dari kebijakan. Rekomendasi personal adalah prioritaskan saham AS — likuiditas baik, alat trading beragam, tingkat kebebasan tinggi.
Langkah Kedua: Cari Saham Individu yang Sangat Overvalued
Harga saham yang artificial karena sentimen jangka pendek, penurunan performa perusahaan signifikan, perubahan pengendali, dll adalah sinyal negatif. Perhatian khusus pada:
Langkah Ketiga: Short pada Level Relatif Tinggi, Bukan Level Rendah
Ini sangat penting. Level relatif tinggi berarti ruang turun saham lebih besar, ruang naik lebih kecil, risiko terbatas sementara profit potential besar. Sebaliknya, short pada level rendah meskipun jarang terjadi, tetapi jika ada rebound akan menghadapi risiko besar.
Langkah Keempat: Pastikan Ada Ruang Penurunan yang Cukup
Jangan risiko besar hanya untuk beberapa poin persen keuntungan. Hanya ketika truly melihat ruang penurunan jelas dan nilai shorting memadai, barulah layak untuk melaksanakan. Jika tidak, setelah memperhitungkan biaya dana dan komisi, keuntungan sama sekali tidak sepadan.
Langkah Kelima: Referensikan Sinyal Teknikal
Ketika harga saham mencapai level tertinggi periode sebelumnya atau resistance penting, itu adalah waktu yang baik untuk membuka posisi short. Terutama dalam trend bearish yang jelas, masuk pada posisi relatif tinggi dan dengan sabar menunggu pasar memberi reward.
Tiga Prinsip Operasi Shorting
Prioritaskan Operasi Jangka Pendek
Shorting umumnya fokus pada jangka pendek, bahkan intraday shorting selesai dalam hitungan jam atau menit, menutup posisi di hari yang sama. Keuntungan dari ini adalah quick profit dan menghindari risiko rebound besar semalaman.
Harus Menetapkan Stop Loss
Shorting memiliki risiko sangat besar, ketika membuka posisi short pastikan menetapkan stop loss, untuk memastikan kerugian per posisi dalam kontrol. Short tanpa stop loss seperti berjudi.
Manajemen Dana yang Ilmiah
Kesempatan shorting jarang, tidak cocok untuk diversifikasi investasi. Setelah menemukan kesempatan dengan win rate tinggi, harus alokasi dana entry yang masuk akal, pastikan mampu menahan kerugian dari reversal pasar. Lebih baik melewatkan kesempatan daripada blind betting.
Studi Kasus Praktis: Peluang Short U.S. Steel ( X )
Ambil contoh U.S. Steel. Sejak 2018 pertumbuhan ekonomi AS melambat, permintaan baja menurun drastis. Berdasarkan judgment fundamental ini, shorting saham ini sangat rasional. Kemudian X turun dari tingkat 47.64 dolar merosot tajam, hingga Maret 2021 menyentuh level terendah sepanjang masa 4.54 dolar — penurunan lebih dari 100%.
Dalam trend bearish yang jelas seperti ini, selama investor menemukan level relatif tinggi untuk entry shorting, memiliki probabilitas profit yang sangat tinggi. Inilah kasus klasik untuk memahami “kapan sebaiknya short”.
Memilih Platform Trading yang Aman Sangat Penting
Baik memilih pembiayaan saham atau kontrak perbedaan, keamanan platform adalah prioritas utama. Rekomendasi fokus pada:
Platform tidak resmi sering menggunakan leverage tinggi dan komisi tinggi sebagai umpan untuk menarik investor, akhirnya kabur dengan uang. Pilih platform berskala besar, banyak penghargaan, dan diregulasi resmi, baru dana Anda aman.
Peringatan Risiko Ultimate dari Shorting
Terakhir harus ditekankan: keuntungan shorting terbatas, risiko tidak terbatas.
Alasannya sangat sederhana — harga saham paling rendah turun ke 0, keuntungan Anda sudah mencapai batas (minus komisi dan bunga). Tetapi harga saham naik tidak ada batas atas, selama Anda tidak set stop loss, kerugian bisa tidak terbatas. Ini juga alasan mengapa shorter kebanyakan melakukannya untuk hedging, bukan untuk profit.
Untuk investor biasa, pasti harus punya logika trading yang jelas. Tanpa keyakinan, tidak disarankan untuk sembarangan melakukan operasi jual dulu beli kemudian. Lagipula, uang yang bisa dihasilkan di pasar saham selalu hanya dalam jangkauan pemahaman Anda sendiri. Preservasi modal dan operasi stabil adalah jalan menuju profit jangka panjang.