Harga Emas Spot Menguat Kembali, Perhatian Pada Penembusan Resistance
Pada sesi perdagangan Asia hari Jumat, harga emas spot(XAU/USD) kembali merebut level 4.200 dolar. Setelah mencapai high selama 3 minggu kemarin dan mengalami koreksi jangka pendek, namun adanya arus pembelian di harga rendah membuat harga kembali ke jalur kenaikan. Dari sudut pandang teknikal, kenaikan kali ini memiliki arti penting. Penembusan jelas terhadap resistance horizontal di 4.150 dolar minggu lalu dan mencapai 4.200 dolar menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih tetap hidup.
Selain itu, indikator oscillator utama pada chart harian dan 4 jam tetap menunjukkan tren naik. Jika tren ini berlanjut, level konfirmasi berikutnya diperkirakan berada di sekitar high swing hari sebelumnya di 4.145 dolar. Jika level ini berhasil ditembus dengan jelas, kemungkinan besar harga akan menghadapi resistance di level 4.245 dolar, dan jika ditembus lagi, pasar dapat mencapai resistance psikologis di 4.300 dolar.
Kinerja Dolar Lemah dan Preferensi Terhadap Aset Aman Secara Bersamaan
Latar belakang utama rebound harga emas adalah melemahnya dolar yang bertahan di level terendah selama 2 minggu. Kekhawatiran memperpanjang shutdown pemerintah AS memperlemah momentum ekonomi, dan persepsi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga lebih lanjut semakin meluas. Dolar merespons prospek penurunan suku bunga ini dan terus melemah, yang berakibat pada peningkatan daya beli emas yang merupakan aset berbasis dolar.
Pada saat yang sama, sentimen waspada di pasar saham dan aset berisiko lainnya semakin menguat. Pasar saham global yang melemah mendorong investor untuk menyesuaikan posisi dan meningkatkan porsi aset aman seperti emas. Ini juga menjadi sinyal positif bagi para pengelola aset konservatif yang mengharapkan perbaikan imbal hasil jangka pendek.
Masalah ‘Kekosongan Data’ Setelah Shutdown Pemerintah
Setelah shutdown berakhir, fokus pasar beralih ke ‘data ekonomi yang terganggu’. Para ahli memperkirakan bahwa data makro utama yang tertunda selama shutdown akan menunjukkan sisi lemah ekonomi saat dirilis. Kelompok ekonom memperkirakan bahwa shutdown yang berkepanjangan bisa memangkas sekitar 1.5–2.0 poin persen dari pertumbuhan PDB kuartalan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, data indikator ekonomi utama mungkin tidak akan dirilis sama sekali. Pernyataan Gedung Putih bahwa data ketenagakerjaan dan inflasi bulan Oktober mungkin tidak dapat dipublikasikan karena tidak ada pengumpulan data mendukung kekhawatiran ini. Kekosongan informasi ini menekan Federal Reserve untuk bersikap hati-hati dalam langkah pelonggaran tambahan.
Penyebaran Pandangan Hati-Hati dari Pejabat Federal Reserve
Gubernur Federal Reserve Minneapolis, Neil Kashkari, dalam pernyataannya baru-baru ini menyebutkan bahwa inflasi masih tetap tinggi dan prospek ekonomi saling bertentangan. Gubernur Federal Reserve Boston, Susan Collins, juga menyatakan bahwa dalam situasi terbatasnya data akibat shutdown, langkah pelonggaran tambahan harus dilakukan dengan hati-hati. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Fed cenderung untuk tidak berbalik agresif dalam pelonggaran, melainkan tetap berhati-hati dalam menghadapi data yang terbatas.
Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di Desember sedikit menurun. Namun, menurut alat FedWatch CME(, pasar masih memperkirakan sekitar 50% kemungkinan suku bunga akan dipotong 25 basis poin pada rapat Desember. Kemungkinan penurunan suku bunga hingga Januari tahun depan diperkirakan lebih dari 75%. Artinya, ekspektasi penurunan di Desember secara nominal berkurang, tetapi skenario pelonggaran jangka menengah tetap hidup.
Daya Tarik Aset Tanpa Bunga
Ini menunjukkan bahwa kondisi yang mendukung emas, sebagai aset tanpa bunga, cukup menguntungkan. Pernyataan pejabat Fed yang akan datang akan menjadi petunjuk penting terkait jalur penurunan suku bunga, dan hal ini akan menarik perhatian pasar. Hal ini secara langsung mempengaruhi permintaan dolar dan volatilitasnya, serta menjadi variabel utama yang menentukan arah harga emas.
Skenario Koreksi dan Level Support Teknis
Sebaliknya, jika terjadi koreksi, perlu juga diperhatikan level pertahanan. Low swing hari sebelumnya di 4.145 dolar diperkirakan akan menjadi support jangka pendek. Jika level ini ditembus, harga bisa turun ke sekitar 4.100 dolar, dan jika terjadi penjualan lebih lanjut, akan menguji support di 4.075 dolar. Jika tren penurunan berlanjut, support di 4.025 dolar akan terbuka, dan dalam skenario ekstrem, pengujian support psikologis di 4.000 dolar bisa terjadi.
Terutama, angka 4.000 dolar memiliki makna lebih dari sekadar angka. Jika level ini ditembus secara jelas ke bawah, keseimbangan pasar jangka pendek akan bergeser dari posisi pembeli dominan menjadi penjual dominan, dan pandangan pasar bisa beralih ke ‘bias penurunan’ secara resmi.
Strategi Operasi Pasar Saat Ini
Berdasarkan analisis fundamental dan teknikal saat ini, investor cenderung memantau pergerakan antara support di 4.000 dolar dan resistance di 4.245 dolar, serta mencari peluang beli di level rendah selama fase koreksi. Bagi investor konservatif yang mempertimbangkan perbaikan imbal hasil jangka pendek, penting untuk memantau arah harga emas sebagai aset aman di masa mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengaruh imbal hasil tabungan jangka pendek terhadap harga emas, sinyal peningkatan volatilitas seiring pemulihan ke $4.200
Harga Emas Spot Menguat Kembali, Perhatian Pada Penembusan Resistance
Pada sesi perdagangan Asia hari Jumat, harga emas spot(XAU/USD) kembali merebut level 4.200 dolar. Setelah mencapai high selama 3 minggu kemarin dan mengalami koreksi jangka pendek, namun adanya arus pembelian di harga rendah membuat harga kembali ke jalur kenaikan. Dari sudut pandang teknikal, kenaikan kali ini memiliki arti penting. Penembusan jelas terhadap resistance horizontal di 4.150 dolar minggu lalu dan mencapai 4.200 dolar menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih tetap hidup.
Selain itu, indikator oscillator utama pada chart harian dan 4 jam tetap menunjukkan tren naik. Jika tren ini berlanjut, level konfirmasi berikutnya diperkirakan berada di sekitar high swing hari sebelumnya di 4.145 dolar. Jika level ini berhasil ditembus dengan jelas, kemungkinan besar harga akan menghadapi resistance di level 4.245 dolar, dan jika ditembus lagi, pasar dapat mencapai resistance psikologis di 4.300 dolar.
Kinerja Dolar Lemah dan Preferensi Terhadap Aset Aman Secara Bersamaan
Latar belakang utama rebound harga emas adalah melemahnya dolar yang bertahan di level terendah selama 2 minggu. Kekhawatiran memperpanjang shutdown pemerintah AS memperlemah momentum ekonomi, dan persepsi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga lebih lanjut semakin meluas. Dolar merespons prospek penurunan suku bunga ini dan terus melemah, yang berakibat pada peningkatan daya beli emas yang merupakan aset berbasis dolar.
Pada saat yang sama, sentimen waspada di pasar saham dan aset berisiko lainnya semakin menguat. Pasar saham global yang melemah mendorong investor untuk menyesuaikan posisi dan meningkatkan porsi aset aman seperti emas. Ini juga menjadi sinyal positif bagi para pengelola aset konservatif yang mengharapkan perbaikan imbal hasil jangka pendek.
Masalah ‘Kekosongan Data’ Setelah Shutdown Pemerintah
Setelah shutdown berakhir, fokus pasar beralih ke ‘data ekonomi yang terganggu’. Para ahli memperkirakan bahwa data makro utama yang tertunda selama shutdown akan menunjukkan sisi lemah ekonomi saat dirilis. Kelompok ekonom memperkirakan bahwa shutdown yang berkepanjangan bisa memangkas sekitar 1.5–2.0 poin persen dari pertumbuhan PDB kuartalan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, data indikator ekonomi utama mungkin tidak akan dirilis sama sekali. Pernyataan Gedung Putih bahwa data ketenagakerjaan dan inflasi bulan Oktober mungkin tidak dapat dipublikasikan karena tidak ada pengumpulan data mendukung kekhawatiran ini. Kekosongan informasi ini menekan Federal Reserve untuk bersikap hati-hati dalam langkah pelonggaran tambahan.
Penyebaran Pandangan Hati-Hati dari Pejabat Federal Reserve
Gubernur Federal Reserve Minneapolis, Neil Kashkari, dalam pernyataannya baru-baru ini menyebutkan bahwa inflasi masih tetap tinggi dan prospek ekonomi saling bertentangan. Gubernur Federal Reserve Boston, Susan Collins, juga menyatakan bahwa dalam situasi terbatasnya data akibat shutdown, langkah pelonggaran tambahan harus dilakukan dengan hati-hati. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Fed cenderung untuk tidak berbalik agresif dalam pelonggaran, melainkan tetap berhati-hati dalam menghadapi data yang terbatas.
Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di Desember sedikit menurun. Namun, menurut alat FedWatch CME(, pasar masih memperkirakan sekitar 50% kemungkinan suku bunga akan dipotong 25 basis poin pada rapat Desember. Kemungkinan penurunan suku bunga hingga Januari tahun depan diperkirakan lebih dari 75%. Artinya, ekspektasi penurunan di Desember secara nominal berkurang, tetapi skenario pelonggaran jangka menengah tetap hidup.
Daya Tarik Aset Tanpa Bunga
Ini menunjukkan bahwa kondisi yang mendukung emas, sebagai aset tanpa bunga, cukup menguntungkan. Pernyataan pejabat Fed yang akan datang akan menjadi petunjuk penting terkait jalur penurunan suku bunga, dan hal ini akan menarik perhatian pasar. Hal ini secara langsung mempengaruhi permintaan dolar dan volatilitasnya, serta menjadi variabel utama yang menentukan arah harga emas.
Skenario Koreksi dan Level Support Teknis
Sebaliknya, jika terjadi koreksi, perlu juga diperhatikan level pertahanan. Low swing hari sebelumnya di 4.145 dolar diperkirakan akan menjadi support jangka pendek. Jika level ini ditembus, harga bisa turun ke sekitar 4.100 dolar, dan jika terjadi penjualan lebih lanjut, akan menguji support di 4.075 dolar. Jika tren penurunan berlanjut, support di 4.025 dolar akan terbuka, dan dalam skenario ekstrem, pengujian support psikologis di 4.000 dolar bisa terjadi.
Terutama, angka 4.000 dolar memiliki makna lebih dari sekadar angka. Jika level ini ditembus secara jelas ke bawah, keseimbangan pasar jangka pendek akan bergeser dari posisi pembeli dominan menjadi penjual dominan, dan pandangan pasar bisa beralih ke ‘bias penurunan’ secara resmi.
Strategi Operasi Pasar Saat Ini
Berdasarkan analisis fundamental dan teknikal saat ini, investor cenderung memantau pergerakan antara support di 4.000 dolar dan resistance di 4.245 dolar, serta mencari peluang beli di level rendah selama fase koreksi. Bagi investor konservatif yang mempertimbangkan perbaikan imbal hasil jangka pendek, penting untuk memantau arah harga emas sebagai aset aman di masa mendatang.