Belakangan ini banyak orang bertanya kepada saya satu hal:
“Luge, posisi saya terjebak, apa yang harus saya lakukan?”
Saya ingin mengucapkan satu hal dari hati. Saya bisa tetap bertahan di pasar ini bukan karena setiap posisi saya benar, tetapi karena di pasar bullish saya tidak terbang, di pasar bearish saya tidak mati. Setelah melewati beberapa siklus bull dan bear, kamu akan menyadari bahwa yang benar-benar membedakan orang adalah bukan satu kali kondisi pasar, tetapi bagaimana mereka memilih untuk merespons berkali-kali.
Berikut ini adalah pengalaman yang saya kumpulkan setelah melewati banyak lubang:
Pertahankan emosi, jangan biarkan emosi yang mengeksekusi posisi Anda Pasar selalu berfluktuasi, yang benar-benar menentukan keuntungan dan kerugian adalah reaksi Anda terhadap fluktuasi tersebut. Selama posisi Anda masuk akal dan margin cukup, kerugian sementara hanyalah proses, bukan akhir dari segalanya. Banyak orang tidak kalah karena kondisi pasar, tetapi karena panik dan menutup posisi yang sebenarnya bisa mereka tahan di titik terendah.
Stop loss adalah garis bawah, bukan pilihan Saya telah melihat terlalu banyak akun, bukan karena terkena kondisi pasar, tetapi karena tertunda “tunggu sebentar lagi”. Saat mencapai level stop loss, keluarlah, ini adalah aturan keras. Stop loss bukan berarti menyerah, tetapi memberi diri sendiri amunisi. Bertahan hidup, maka kondisi pasar berikutnya akan berkaitan dengan Anda.
Trading jangka pendek, jika salah harus mengakui Trading jangka pendek mengandalkan eksekusi, bukan keras kepala. Jika arah tidak tepat, segera tarik, bahkan kerugian kecil harus diterima. Pasar selalu ada setiap hari, peluang tidak akan hilang, yang hilang adalah Anda yang masih bisa terus trading.
Manajemen posisi lebih penting daripada titik masuk Jangan langsung all-in, ini adalah pelajaran paling dalam yang saya pelajari di pasar bearish. Sisakan ruang di posisi, agar mental tetap stabil. Gunakan tren dan struktur sebagai dasar, bukan feeling saat memasang taruhan. Jika ritme tepat, risiko secara alami akan lebih rendah.
Terjebak bukanlah hal yang menakutkan, yang menakutkan adalah kehilangan disiplin. Trading bukan hanya mengandalkan satu posisi untuk membalikkan keadaan, tetapi mengandalkan eksekusi jangka panjang, stabil, dan dapat diulang, agar tetap berada di meja trading.
Pengalaman ini, saya jalani dengan melewati jalan berliku, mengalami kerugian, dan juga meraih keuntungan. Bersedia berbagi karena saya tahu betapa capeknya seorang diri menanggung kondisi pasar. Jika ada pertanyaan, silakan ngobrol, pasar sangat besar, tapi kita bisa berjalan lebih stabil bersama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Belakangan ini banyak orang bertanya kepada saya satu hal:
“Luge, posisi saya terjebak, apa yang harus saya lakukan?”
Saya ingin mengucapkan satu hal dari hati.
Saya bisa tetap bertahan di pasar ini bukan karena setiap posisi saya benar, tetapi karena di pasar bullish saya tidak terbang, di pasar bearish saya tidak mati. Setelah melewati beberapa siklus bull dan bear, kamu akan menyadari bahwa yang benar-benar membedakan orang adalah bukan satu kali kondisi pasar, tetapi bagaimana mereka memilih untuk merespons berkali-kali.
Berikut ini adalah pengalaman yang saya kumpulkan setelah melewati banyak lubang:
Pertahankan emosi, jangan biarkan emosi yang mengeksekusi posisi Anda
Pasar selalu berfluktuasi, yang benar-benar menentukan keuntungan dan kerugian adalah reaksi Anda terhadap fluktuasi tersebut. Selama posisi Anda masuk akal dan margin cukup, kerugian sementara hanyalah proses, bukan akhir dari segalanya. Banyak orang tidak kalah karena kondisi pasar, tetapi karena panik dan menutup posisi yang sebenarnya bisa mereka tahan di titik terendah.
Stop loss adalah garis bawah, bukan pilihan
Saya telah melihat terlalu banyak akun, bukan karena terkena kondisi pasar, tetapi karena tertunda “tunggu sebentar lagi”. Saat mencapai level stop loss, keluarlah, ini adalah aturan keras. Stop loss bukan berarti menyerah, tetapi memberi diri sendiri amunisi. Bertahan hidup, maka kondisi pasar berikutnya akan berkaitan dengan Anda.
Trading jangka pendek, jika salah harus mengakui
Trading jangka pendek mengandalkan eksekusi, bukan keras kepala. Jika arah tidak tepat, segera tarik, bahkan kerugian kecil harus diterima. Pasar selalu ada setiap hari, peluang tidak akan hilang, yang hilang adalah Anda yang masih bisa terus trading.
Manajemen posisi lebih penting daripada titik masuk
Jangan langsung all-in, ini adalah pelajaran paling dalam yang saya pelajari di pasar bearish. Sisakan ruang di posisi, agar mental tetap stabil. Gunakan tren dan struktur sebagai dasar, bukan feeling saat memasang taruhan. Jika ritme tepat, risiko secara alami akan lebih rendah.
Terjebak bukanlah hal yang menakutkan, yang menakutkan adalah kehilangan disiplin.
Trading bukan hanya mengandalkan satu posisi untuk membalikkan keadaan, tetapi mengandalkan eksekusi jangka panjang, stabil, dan dapat diulang, agar tetap berada di meja trading.
Pengalaman ini, saya jalani dengan melewati jalan berliku, mengalami kerugian, dan juga meraih keuntungan.
Bersedia berbagi karena saya tahu betapa capeknya seorang diri menanggung kondisi pasar. Jika ada pertanyaan, silakan ngobrol, pasar sangat besar, tapi kita bisa berjalan lebih stabil bersama.