(Sumber: 0xPolygon)
Staking di jaringan blockchain umumnya mengunci aset, sehingga membatasi fleksibilitasnya. Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan keuntungan, hal ini menimbulkan dilema:
Untuk memperoleh keuntungan staking → Dana harus dikunci
Untuk berpartisipasi di DeFi → Harus melepas staking
Untuk mengatasi hal ini, Polygon Labs meluncurkan sPOL, token liquid staking (LST).
sPOL memungkinkan Anda melakukan stake POL dan menerima sertifikat yang dapat ditransfer dari sistem.
Sertifikat ini memiliki tiga fitur utama:
Dapat ditransfer secara bebas
Dapat digunakan di DeFi
Terus mengakumulasi keuntungan staking
Singkatnya, Anda dapat mengelola dana tanpa perlu melakukan unstake.
Liquid staking telah meluas di ekosistem Ethereum, dengan lebih dari 40% aset yang di-stake dalam bentuk LST. Namun, di Polygon, rasio liquid staking masih di bawah 5%. Kesenjangan ini disebabkan oleh fragmentasi pasar dan biaya LST pihak ketiga yang lebih tinggi (sekitar 5%–16%). Kehadiran sPOL bertujuan untuk mengatasi masalah struktural ini.
Dengan sPOL, pengguna memperoleh berbagai opsi setelah melakukan staking:
Dapat dipakai untuk strategi pinjaman atau leverage
Berpartisipasi dalam pool likuiditas untuk memperoleh keuntungan tambahan
Dapat dikombinasikan dengan protokol DeFi lain untuk keuntungan berlapis
Intinya, sPOL mengubah aset terkunci menjadi aset yang dapat digunakan.
sPOL menggunakan model akumulasi nilai:
Rasio swap awal adalah 1:1 (sPOL : POL)
Keuntungan staking terakumulasi seiring waktu
Jumlah POL yang dapat ditebus per sPOL meningkat secara bertahap
Poin pentingnya, saldo sPOL Anda tetap sama, namun nilainya terus bertambah.
Selain itu, pengguna dapat menebus POL asli kapan saja beserta seluruh keuntungan staking yang telah terkumpul.
Prosesnya sangat sederhana:
Pengguna yang sudah melakukan staking dapat langsung mengonversi ke sPOL tanpa menunggu atau menghentikan keuntungan mereka.
Untuk mempercepat pasar, Polygon Labs menerapkan program insentif likuiditas dengan menginjeksi 10 juta sPOL pada tahap awal dan berencana menambah hingga 100 juta secara bertahap. Pendekatan ini memberikan likuiditas awal, menarik partisipasi, dan membangun kepercayaan pasar.
Bersamaan dengan sPOL, Polygon juga memperbarui model distribusi keuntungannya.
Dalam proposal baru (PIP-85):
Sebagian dari keuntungan biaya perdagangan validator
Akan didistribusikan kepada delegator (staker)
Artinya, semakin aktif jaringan, semakin tinggi keuntungan staking.
Ini juga menciptakan hubungan yang lebih langsung antara reward staking dan aktivitas jaringan.
Pembaruan ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar. Dalam beberapa tahun terakhir, Polygon bertransformasi menjadi infrastruktur pembayaran dan arus dana, dengan volume perdagangan stablecoin yang mencapai rekor tertinggi dan peningkatan kapabilitas pembayaran on-chain. Polygon juga telah menyelesaikan upgrade token dari MATIC ke POL, sebuah pencapaian penting untuk Polygon 2.0.
Peluncuran sPOL menandai langkah besar Polygon dalam efisiensi modal dan integrasi DeFi. Dengan liquid staking, pengguna tidak lagi harus memilih antara keuntungan staking dan fleksibilitas aset—keduanya kini bisa didapatkan. Seiring liquid staking menjadi arus utama, model ini akan semakin meningkatkan efisiensi modal di seluruh ekosistem blockchain dan mendorong pertumbuhan Polygon dalam infrastruktur pembayaran dan keuangan.





