ADA Turun 16% dalam Semalam: Perdagangan yang Digerakkan AI Memicu Pemisahan Chain Cardano

Terakhir Diperbarui 2026-03-27 07:47:16
Waktu Membaca: 1m
Pada November 2025, Cardano menghadapi pemisahan rantai yang tak terduga akibat transaksi cacat yang dihasilkan AI, sehingga terjadi pemisahan rantai sementara. Kejadian ini membuat harga ADA turun hingga 16% dan memicu kekhawatiran besar di kalangan komunitas kripto.

Apa yang Terjadi dalam Insiden Pemisahan Rantai Ini?


Sumber gambar: https://www.gate.com/trade/ADA_USDT

Pada 21 November, jaringan Cardano mengalami pemisahan rantai terparah sejak peluncurannya pada 2017. Sebuah “delegation transaction” dengan format tidak valid diterima oleh sebagian node, namun ditolak oleh node lain yang masih menggunakan versi lama. Hal ini menyebabkan jaringan terbelah menjadi dua buku besar yang saling bertentangan.

Selama insiden berlangsung, sebagian node terus menambahkan blok ke rantai fork (yang memuat transaksi bermasalah), sementara node lainnya mempertahankan rantai kanonik (yang tidak memuat transaksi abnormal). Akibatnya, muncul dua rantai paralel yang mengganggu proses konfirmasi transaksi, penjelajah blok, serta protokol DeFi.

Bagaimana “Transaksi yang Dihasilkan AI” Memicu Insiden Ini?

Laporan menunjukkan bahwa transaksi bermasalah tersebut tidak dimasukkan secara manual. Seorang developer menggunakan alat AI untuk menghasilkan skrip yang kemudian dijalankan di jaringan utama. Tujuannya adalah mereplikasi anomali jaringan uji sebelumnya, namun saat dijalankan di jaringan utama justru memicu kerentanan. Beberapa developer menyebut insiden ini sebagai “eksperimen ceroboh”, sedangkan co-founder Cardano Charles Hoskinson secara terbuka menyebutnya sebagai “serangan yang direncanakan”.

Setelahnya, pengguna bernama “Homer J” mengakui tanggung jawab di media sosial, menyatakan bahwa niatnya adalah menantang dan menguji jaringan, namun konsekuensi tindakannya ternyata diremehkan.

Pergerakan Harga ADA dan Respons Pasar

Pemisahan rantai menyebabkan volatilitas pasar meningkat. Harga ADA sempat anjlok sekitar 16% dan mencapai titik terendah di kisaran $0,41.

Sementara itu, sejumlah bursa utama seperti Coinbase, Upbit, dan Kraken menangguhkan deposit serta penarikan ADA guna mencegah pengeluaran ganda atau inkonsistensi data selama pemisahan rantai.

Investor mulai meragukan keamanan dan stabilitas Cardano sehingga kepercayaan pasar pun terganggu.

Respons Komunitas dan Developer: Pembaruan, Upgrade Node, dan Pemulihan Konsensus

Ekosistem Cardano merespons cepat terhadap pemisahan rantai ini. Tim pengembang merilis pembaruan perangkat lunak node ke versi 10.5.2 dan 10.5.3 hanya dalam beberapa jam, serta berkoordinasi dengan operator kolam staking untuk melakukan upgrade node. Pada 22 November, jaringan telah bersatu kembali dan operasi normal berjalan melalui protokol konsensus Ouroboros.

Pihak resmi juga menegaskan bahwa meskipun insiden ini serius, semua dana dompet tetap aman dan keamanan aset telah dikonfirmasi.

Dampak Jangka Panjang terhadap Kepercayaan dan Risiko Cardano

Pemisahan rantai ini mengungkap sejumlah masalah dan risiko jangka panjang:

  • Bugs pada perangkat lunak node tidak terdeteksi selama bertahun-tahun, mengindikasikan bahwa review dan pengujian kode inti masih kurang memadai.
  • Satu transaksi yang dihasilkan AI mampu mendestabilisasi seluruh rantai, sehingga menyoroti risiko baru dalam integrasi AI pada sistem blockchain.
  • Walaupun pemulihan berlangsung cepat, insiden ini dapat berdampak jangka panjang pada kepercayaan komunitas, adopsi institusional, dan kepercayaan bursa.

Di sisi positif, respons cepat Cardano dan penerapan pembaruan memperlihatkan kemampuan penanganan darurat serta koordinasi tim yang baik. Audit kode sumber dan penguatan mekanisme keamanan di masa depan dapat membantu tim dalam mengelola risiko tersebut.

Penulis: Max
Pernyataan Formal
* Informasi ini tidak bermaksud untuk menjadi dan bukan merupakan nasihat keuangan atau rekomendasi lain apa pun yang ditawarkan atau didukung oleh Gate.
* Artikel ini tidak boleh di reproduksi, di kirim, atau disalin tanpa referensi Gate. Pelanggaran adalah pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta dan dapat dikenakan tindakan hukum.

Artikel Terkait

Perkiraan Harga Emas Lima Tahun ke Depan: Outlook Tren 2026–2030 dan Implikasi Investasi, Apakah Dapat Mencapai $6.000?
Pemula

Perkiraan Harga Emas Lima Tahun ke Depan: Outlook Tren 2026–2030 dan Implikasi Investasi, Apakah Dapat Mencapai $6.000?

Analisis tren harga emas terkini beserta proyeksi lima tahun yang otoritatif, dilengkapi dengan evaluasi risiko dan peluang pasar. Dengan demikian, investor memperoleh wawasan mengenai potensi pergerakan harga emas serta faktor utama yang diperkirakan akan memengaruhi pasar selama lima tahun mendatang.
2026-03-25 18:13:44
Tokenomika Falcon Finance: Penjelasan Mekanisme Penangkapan Nilai FF
Pemula

Tokenomika Falcon Finance: Penjelasan Mekanisme Penangkapan Nilai FF

Falcon Finance merupakan protokol agunan universal DeFi multi-chain. Artikel ini membahas penangkapan nilai token FF, metrik utama, serta roadmap 2026 untuk mengevaluasi potensi pertumbuhan di masa mendatang.
2026-03-25 09:49:41
Falcon Finance vs Ethena: Perbandingan Mendalam Lanskap Stablecoin Sintetis
Pemula

Falcon Finance vs Ethena: Perbandingan Mendalam Lanskap Stablecoin Sintetis

Falcon Finance dan Ethena adalah proyek utama di sektor stablecoin sintetis, mewakili dua pendekatan utama bagi masa depan stablecoin sintetis. Artikel ini mengulas perbedaan desain keduanya dalam mekanisme imbal hasil, struktur agunan, dan pengelolaan risiko, guna membantu Anda memahami peluang serta tren jangka panjang di ekosistem stablecoin sintetis.
2026-03-25 08:13:54
Risiko apa saja yang terkait dengan Smart Leverage?
Pemula

Risiko apa saja yang terkait dengan Smart Leverage?

Smart Leverage menghilangkan kebutuhan margin dan meniadakan risiko likuidasi, namun hal ini tidak berarti tanpa risiko. Risiko utama berasal dari ketidakpastian keuntungan yang melekat pada mekanisme leverage dinamis, serta potensi erosi keuntungan saat volatilitas pasar, ketergantungan pada jalur pergerakan harga, dan kondisi pasar yang mendatar atau bergejolak. Dalam situasi pasar ekstrem, Nilai Aktiva Bersih (NAB) tetap dapat mengalami fluktuasi signifikan, dan keterbatasan pengguna dalam mengendalikan leverage semakin membatasi fleksibilitas strategi. Pada akhirnya, Smart Leverage tidak mengurangi risiko, melainkan merestrukturisasi risiko. Fitur ini paling tepat digunakan secara strategis oleh mereka yang benar-benar memahami mekanisme dasarnya.
2026-04-08 03:18:03
Skenario Optimal dan Strategi Trading untuk Smart Leverage
Pemula

Skenario Optimal dan Strategi Trading untuk Smart Leverage

Smart Leverage (杠杆无忧) merupakan alat perdagangan berbasis leverage dinamis dan pengendalian risiko otomatis, dengan efektivitas yang sangat bergantung pada kondisi pasar serta cara penggunaan. Di pasar yang sedang tren, Smart Leverage mampu memperbesar keuntungan dengan mengikuti tren utama. Di pasar sideways, mekanisme rebalancing dinamisnya berfungsi mengurangi risiko. Untuk perdagangan jangka pendek, alat ini meningkatkan efisiensi modal. Smart Leverage juga dapat digunakan dalam strategi hedging guna menekan volatilitas portofolio. Namun, Smart Leverage tidak diperuntukkan bagi holding jangka panjang maupun pasar dengan ketidakpastian tinggi. Kunci pemanfaatannya terletak pada "pencocokan skenario + eksekusi strategi."
2026-04-07 10:16:53
Tokenomika ASTER: Buyback, Burn, dan Staking sebagai Fondasi Nilai ASTER pada 2026
Pemula

Tokenomika ASTER: Buyback, Burn, dan Staking sebagai Fondasi Nilai ASTER pada 2026

ASTER merupakan token asli dari Aster decentralized perpetual exchange. Artikel ini membahas tokenomics ASTER, berbagai kasus penggunaan, alokasi, serta aktivitas pembelian kembali terkini, dan memperlihatkan bagaimana pembelian kembali, pembakaran token, serta mekanisme staking dimanfaatkan untuk mendukung nilai jangka panjang.
2026-03-25 07:38:21