

BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, mengelola sekitar US$9 triliun aset kelolaan (AUM). Namun, jumlah tersebut mencakup seluruh portofolio BlackRock, yang terdiri dari berbagai kelas aset seperti saham, obligasi, dan exchange-traded funds (ETF). Tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan bahwa BlackRock mengalokasikan seluruh dana ini—atau bahkan sebagian besar—ke XRP atau aset kripto tunggal mana pun.
Klaim tentang dugaan investasi BlackRock di XRP berasal dari salah tafsir atau pembesaran informasi yang tersebar di media sosial. Meski BlackRock memang menunjukkan minat pada blockchain dan teknologi terkait kripto melalui beberapa inisiatif, tidak ada pernyataan resmi maupun laporan kredibel yang mengonfirmasi investasi besar pada XRP. Kemungkinan besar, rumor ini muncul karena adanya kebingungan antara total aset kelolaan BlackRock dan skenario investasi spekulatif.
Disinformasi di dunia kripto berpotensi memicu manipulasi pasar dan menciptakan hype palsu yang menyesatkan investor ritel. Klaim tanpa dasar seperti ini bisa menyebabkan pergerakan harga yang tidak stabil akibat spekulasi, bukan nilai fundamental. Investor hendaknya selalu bersikap skeptis terhadap klaim luar biasa dan hanya mengandalkan informasi yang terverifikasi dari sumber kredibel, pernyataan resmi perusahaan, serta media keuangan terkemuka.
Walaupun klaim US$9 triliun tidak berdasar kuat, ekosistem XRP tengah menunjukkan perkembangan positif. Contohnya, inisiatif Banxchange yang semakin kuat di XRP Ledger menandakan pertumbuhan utilitas dan adopsi di dalam ekosistem. Kemajuan seperti ini dapat memperkuat prospek jangka panjang XRP di pasar kripto, namun tidak boleh disamakan dengan klaim investasi spekulatif.
Anggapan bahwa BlackRock menginvestasikan US$9 triliun ke XRP sangat spekulatif dan tidak didukung bukti kuat. Sebagai investor atau penggemar kripto, penting untuk selalu melakukan riset mandiri (DYOR) dan mengikuti informasi melalui kanal yang kredibel. Dengan berpikir kritis dan mengandalkan data terverifikasi, Anda dapat menavigasi dunia aset digital yang sangat fluktuatif dan terhindar dari disinformasi.
Klaim kapitalisasi pasar XRP US$9 triliun didasarkan pada perhitungan teoretis dengan asumsi kekayaan global mencapai US$450 triliun. Angka ini tidak didukung bukti konkret dan hanya merupakan skenario valuasi hipotetis ekstrem, bukan proyeksi berbasis data.
Ripple menyelesaikan gugatan SEC yang berlangsung selama lima tahun pada 2024, sehingga menghilangkan ketidakpastian regulasi. Penyelesaian ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap XRP dan mendorong kenaikan harga yang signifikan seiring investor memperoleh kejelasan status regulasi XRP.
Valuasi US$9 triliun tidak realistis. Angka ini mengasumsikan spekulasi ekstrem dan XRP mampu menguasai volume pembayaran global dalam skala besar. Pada kenyataannya, valuasi seperti itu akan mencerminkan gelembung pasar yang tidak berkelanjutan, jauh melampaui utilitas dan adopsi XRP yang sebenarnya.
Jika XRP mencapai kapitalisasi pasar US$9 triliun, maka harga per token XRP akan sekitar US$9 juta, dihitung dengan membagi total kapitalisasi pasar dengan jumlah token yang beredar.
Angka US$9 triliun adalah spekulasi yang sangat dilebih-lebihkan, bukan kenyataan. Penilaian rasional harus membedakan antara skenario valuasi teoretis dan volume transaksi pasar riil. Prioritaskan data terverifikasi, bukan proyeksi spekulatif.
Ripple mengembangkan blockchain XRP Ledger dengan XRP sebagai token utilitas utama. Ripple memanfaatkan XRP di RippleNet untuk pembayaran lintas negara, sehingga menciptakan permintaan dan mendongkrak nilai. Kinerja pasar XRP mencerminkan tingkat adopsi jaringan dan keberhasilan bisnis Ripple, walaupun XRP tetap beroperasi mandiri sebagai kripto dengan aplikasi yang lebih luas di luar layanan Ripple.
XRP berfokus pada pembayaran lintas negara dengan kecepatan penyelesaian transaksi yang lebih tinggi; sementara Bitcoin mendominasi sebagai emas digital dan Ethereum unggul dalam smart contract, masa depan XRP sangat dipengaruhi kejelasan regulasi dan adopsi institusional pada sistem pembayaran global.
Investasi XRP memiliki berbagai risiko: volatilitas harga karena sentimen pasar, ketidakpastian regulasi seiring perubahan kebijakan global, persaingan sengit dengan kripto lain, risiko teknologi seperti serangan jaringan, ketergantungan tinggi pada kinerja Ripple, serta kendala likuiditas di platform kecil yang dapat memengaruhi biaya transaksi.











