

Jack Mallers, CEO perusahaan investasi senilai USD 4 miliar Twenty One Capital, menyerukan aksi nyata bagi investor: "beli setiap penurunan" di pasar. Strategi ini mencerminkan pendekatan kontrarian yang melihat koreksi pasar bukan sebagai ancaman, melainkan peluang untuk akumulasi strategis. Pandangan Mallers berakar pada analisis tren makroekonomi dan respons kebijakan pemerintah terhadap tantangan ekonomi.
Strategi "buy the dip" secara historis dipilih oleh investor jangka panjang yang yakin akan kekuatan fundamental aset, meski terjadi fluktuasi harga jangka pendek. Dengan mendorong pembelian saat pasar turun, Mallers menekankan pendekatan disiplin yang memanfaatkan pergeseran harga sementara. Metode ini menuntut keyakinan pada kualitas aset serta cadangan modal yang memadai untuk melakukan pembelian di tengah tekanan pasar.
Pusat tesis investasi Mallers adalah pengamatan kritis terhadap posisi ekonomi Amerika Serikat: pemerintah tidak sanggup membiarkan harga aset jatuh secara signifikan. Pernyataan ini didasarkan pada keterkaitan harga aset, stabilitas keuangan, dan kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Penurunan harga aset yang tajam dapat memicu dampak berantai, seperti penurunan belanja konsumen, pengetatan kredit, dan potensi risiko sistemik keuangan.
Mallers menilai bahwa pemerintah akan mengambil langkah pencetakan uang tambahan untuk menstabilkan ekonomi ketika terjadi penurunan pasar signifikan. Langkah ini mengacu pada kebijakan moneter ekspansif seperti quantitative easing atau peningkatan suplai uang, yang telah diterapkan dalam krisis ekonomi sebelumnya. Intervensi semacam ini bertujuan menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan, menjaga harga aset, dan mempertahankan stabilitas ekonomi. Bagi investor, intervensi pemerintah berperan sebagai batas bawah harga aset, sehingga mengurangi risiko penurunan dalam jangka panjang.
Pandangan ini sejalan dengan pola dalam sejarah ekonomi terbaru, di mana bank sentral dan pemerintah siap menerapkan kebijakan moneter dan fiskal agresif untuk mencegah kontraksi ekonomi yang parah. Memahami dinamika kebijakan ini penting bagi investor yang ingin menavigasi pasar di tengah ketidakpastian.
Pernyataan Mallers menunjukkan optimisme terhadap peluang pasar di tengah ketidakpastian ekonomi. Bagi investor, hal ini menuntut beberapa pertimbangan praktis. Pertama, menjaga likuiditas sangat krusial demi menjalankan strategi "buy the dip" secara efektif. Tanpa modal cadangan saat koreksi pasar, investor tidak dapat memanfaatkan harga yang lebih rendah.
Kedua, pendekatan ini memerlukan horizon investasi jangka panjang. Volatilitas harga dalam jangka pendek adalah hal yang wajar, sehingga investor harus siap menghadapi kerugian di atas kertas sementara menunggu tesis investasi terwujud. Strategi ini tidak cocok bagi mereka yang menuntut hasil instan atau tidak siap secara emosional menahan posisi di periode turbulensi.
Ketiga, investor perlu melakukan due diligence mendalam terhadap aset yang akan diakumulasi. Tidak semua aset memiliki kualitas yang sama; beberapa mungkin menghadapi tantangan fundamental di luar sentimen pasar sementara. Penilaian kualitas tetap menjadi prioritas utama, meski strategi pembelian bersifat oportunistik.
Terakhir, meski pandangan Mallers optimis, investor bijak juga harus menerapkan prinsip manajemen risiko. Diversifikasi, pengaturan ukuran posisi, dan penyeimbangan portofolio berkala dapat membatasi potensi kerugian sambil tetap memberi ruang untuk pemulihan pasar. Sinergi antara dukungan kebijakan pemerintah dan pembelian strategis saat koreksi pasar menghadirkan kerangka kerja yang kuat untuk akumulasi kekayaan jangka panjang, asalkan investor disiplin dan memiliki ekspektasi realistis terhadap dinamika pasar.
Jack Mallers adalah pengusaha Bitcoin terkemuka dan pendiri Zap, solusi pembayaran Lightning Network. Ia berperan besar dalam ekosistem Bitcoin melalui advokasi adopsi Bitcoin dan pengembangan Lightning Network, menjadikannya figur kunci dalam inovasi dan pembayaran cryptocurrency.
Buying the dip berarti membeli aset saat harganya turun tajam. Di masa ketidakpastian ekonomi, strategi ini memungkinkan investor memperoleh aset dengan harga lebih murah, sehingga berpotensi memaksimalkan imbal hasil saat pasar pulih dan harga naik.
Ketidakpastian ekonomi saat ini umumnya berasal dari perubahan kebijakan dan volatilitas pasar. Hal ini meningkatkan risiko investasi bisnis akibat naiknya biaya dan tantangan pembiayaan. Akibatnya, arus modal di pasar menurun, sehingga menciptakan peluang beli bagi investor jangka panjang saat terjadi penurunan harga.
Jack Mallers menyarankan investor untuk membeli saat harga turun di masa ketidakpastian ekonomi. Rekomendasi utamanya menekankan investasi hanya pada aset yang benar-benar dipahami, terutama Bitcoin, dengan mengutamakan pengetahuan dan keyakinan dibandingkan waktu pasar.
Di masa ketidakpastian ekonomi, perhatikan volatilitas pasar, risiko likuiditas, dan dampak inflasi terhadap imbal hasil. Diversifikasi portofolio, terapkan dollar-cost averaging, dan investasikan hanya modal yang siap Anda tanggung kehilangannya. Selalu pantau tren makroekonomi.
Bitcoin dan cryptocurrency pada dasarnya bukan aset safe haven tradisional. Aset ini cenderung sangat volatil selama krisis ekonomi. Namun, saat pemulihan ekonomi, potensi rebound sangat kuat sehingga menarik bagi investor berwawasan ke depan.











