
Index Price adalah tolok ukur utama dalam trading Futures, merepresentasikan rata-rata tertimbang harga aset dasar dari berbagai bursa spot utama. Mekanisme harga ini dirancang agar nilai pasar pasangan Futures tercermin secara adil, dengan menggabungkan data dari platform trading bereputasi. Karena harga aset dasar bisa berbeda antar bursa, Index Price akan terus diperbarui agar tetap akurat dan relevan.
Platform trading terkemuka memilih harga dari bursa utama sebagai sumber untuk kalkulasi setiap indeks Futures. Hal ini memastikan harga Futures mengacu pada data pasar real-time dari banyak sumber, bukan hanya satu bursa. Tujuan utama Index Price adalah untuk memitigasi risiko volatilitas harga dan potensi manipulasi pasar. Dengan pendekatan rata-rata tertimbang dari banyak bursa, Index Price menjadi referensi harga yang lebih stabil dan dapat diandalkan bagi trader.
Sebagai contoh, jika harga sebuah cryptocurrency di beberapa bursa berbeda akibat perbedaan likuiditas atau kondisi pasar regional, Index Price akan meratakan perbedaan ini lewat kalkulasi rata-rata tertimbang. Dengan demikian, lonjakan harga mendadak pada satu bursa tidak akan terlalu mempengaruhi harga Futures.
Index Price dihitung dengan rumus berikut:
Index Price = (Persentase Bobot Bursa A × Harga Aset Dasar di Bursa A + Persentase Bobot Bursa B × Harga Aset Dasar di Bursa B + ... + Persentase Bobot Bursa N × Harga Aset Dasar di Bursa N)
Di mana:
Platform trading biasanya memperbarui komponen indeks dan bobotnya secara berkala agar kalkulasi tetap akurat dan sesuai kondisi pasar terkini. Pada kondisi pasar ekstrem atau penyimpangan harga abnormal, platform dapat menerapkan perlindungan tambahan, termasuk penyesuaian komponen dan bobot indeks tanpa pemberitahuan, demi stabilitas pasar.
Jika data pasar dari suatu bursa mengalami keterlambatan atau penyimpangan signifikan dibanding sumber lain, data harganya akan dikeluarkan sementara dari kalkulasi indeks. Langkah ini menjaga integritas Index Price dengan mencegah data tidak valid mempengaruhi hasil kalkulasi. Jika kualitas data bursa sudah pulih dan memenuhi standar, data akan dimasukkan kembali dalam proses kalkulasi.
Selain itu, jika harga spot dari bursa tertentu menyimpang ±1% dari median seluruh bursa, mekanisme proteksi harga akan diaktifkan. Harga spot dari bursa tersebut dikecualikan agar outlier tidak mendistorsi Index Price. Pada kondisi pasar ekstrem, platform dapat menyesuaikan koefisien deviasi median untuk pasangan trading tertentu atau menerapkan perlindungan alternatif agar harga tetap adil.
Fair Price, atau mark price, merupakan mekanisme harga khusus pada Futures perpetual. Fair Price dihitung dari Index Price dan rata-rata bergerak basis biaya, sehingga memberikan referensi yang lebih stabil untuk valuasi posisi dan kalkulasi likuidasi.
Untuk menjaga stabilitas pasar dan mengurangi risiko likuidasi saat volatilitas abnormal, platform trading utama menggunakan sistem penandaan harga wajar. Berbeda dengan sistem lama yang memakai harga transaksi terakhir, sistem ini menetapkan mark price pada Fair Price. Pendekatan ini mencegah deviasi tak perlu antara harga pasar dan indeks harga yang mungkin terjadi akibat manipulasi pasar, lonjakan volatilitas, atau kekurangan likuiditas sementara. Dengan Fair Price sebagai referensi likuidasi, platform dapat mencegah penutupan posisi akibat anomali harga jangka pendek.
Misalnya, jika ada lonjakan pembelian yang menyebabkan harga transaksi terakhir melonjak, mekanisme Fair Price akan menyeimbangkan volatilitas itu dengan menggabungkan Index Price dan rata-rata bergerak basis. Trader pun terhindar dari likuidasi akibat lonjakan harga sesaat yang tidak mencerminkan konsensus pasar.
Di platform trading Futures, Fair Price biasanya ditampilkan jelas di interface trading, dekat informasi pasangan trading. Banyak platform juga menyediakan pengaturan agar chart candlestick menampilkan Fair Price sebagai referensi visual bersama pergerakan harga.
Fair Price dihitung menggunakan rumus berikut:
Fair Price = Median (Funding Rate Premium, Mid-Price Basis Fair Price, Last Price)
Di mana:
Kalkulasi ini mempertimbangkan tiga faktor utama: mekanisme funding rate, basis antara harga Futures dan spot, serta harga transaksi aktual. Dengan median dari ketiga variabel ini, Fair Price menjadi referensi yang seimbang dan tidak mudah dimanipulasi atau terkena anomali pasar temporer.
Perlu dipahami, Fair Price hanya mempengaruhi kalkulasi harga likuidasi dan profit-loss (PNL) belum terealisasi, bukan PNL yang sudah terealisasi, yang didasarkan pada harga eksekusi transaksi aktual.
Akibat perbedaan ini, ketika order dieksekusi, trader dapat langsung melihat profit/loss belum terealisasi karena ada deviasi antara Fair Price dan Last Price pada saat eksekusi. Fenomena ini normal dalam trading Futures dan tidak berarti pengguna mengalami kerugian dana. Namun, trader tetap perlu memperhatikan harga likuidasi agar dapat mengelola risiko penutupan posisi dengan efektif. Memahami perbedaan Fair Price dan Last Price membantu trader mengambil keputusan yang lebih akurat dalam sizing posisi dan manajemen risiko.
Last Price adalah harga terbaru di mana kontrak Futures dieksekusi pada order book platform trading. Last Price menunjukkan aktivitas trading aktual di platform pada waktu tertentu dan menjadi referensi langsung bagi peserta pasar.
Berbeda dengan Index Price dan Fair Price yang merupakan hasil kalkulasi untuk stabilitas, Last Price adalah hasil langsung dari interaksi permintaan dan penawaran di platform. Ketika pembeli dan penjual menyepakati harga dan mengeksekusi transaksi, harga eksekusi itu menjadi Last Price baru. Harga ini terus diperbarui setiap kali terjadi transaksi baru, sehingga memberikan insight real-time tentang sentimen pasar dan aktivitas trading.
Last Price sangat penting bagi trader yang menggunakan market order, karena langsung menentukan harga eksekusi order. Ini juga jadi indikator utama momentum harga jangka pendek serta memberikan gambaran tentang arus order dan kedalaman pasar.
Last Price dapat dilihat pada bagian Market Trades di area order book platform Futures. Bagian ini biasanya menampilkan feed real-time transaksi terbaru, menunjukkan Last Price bersama ukuran transaksi dan waktu eksekusi setiap trade.
Di versi desktop platform trading Futures, beralih antar tampilan harga sangat mudah. Buka halaman trading Futures dan temukan indikator harga di atas chart candlestick. Anda akan melihat opsi Last Price ▼, Index Price ▼, atau Fair Price ▼. Arahkan mouse ke label tersebut, maka dropdown menu dengan tiga pilihan harga akan muncul. Klik jenis harga yang diinginkan untuk mengubah tampilan chart sesuai preferensi Anda.
Fitur ini memungkinkan trader menganalisis pergerakan harga dari berbagai sudut. Melihat Fair Price membantu menilai risiko likuidasi, sementara Last Price memberikan insight tentang aktivitas trading aktual dan harga eksekusi.
Bagi pengguna mobile, prosesnya melibatkan beberapa tahap berikut:
Buka aplikasi trading dan masuk ke bagian Futures dengan mengetuk opsi Futures di bagian bawah layar.
Pada halaman trading Futures, cari dan ketuk ikon chart candlestick di pojok kanan atas untuk mengakses tampilan grafik.
Di halaman chart candlestick, ketuk ikon rotasi layar di kanan atas untuk beralih ke tampilan landscape, sehingga chart tampil lebih besar dan detail.
Pada tampilan chart candlestick landscape, ketuk Last Price ▼, Index Price ▼, atau Fair Price ▼ di kanan atas. Menu dropdown akan muncul dengan tiga pilihan harga. Ketuk tipe harga yang diinginkan untuk mengubah tampilan.
Fitur ini sangat bermanfaat bagi trader mobile yang ingin memantau berbagai metrik harga secara mobile, sehingga mereka tetap bisa mengambil keputusan trading optimal di mana saja.
Index Price adalah referensi utama dalam trading Futures, dihitung sebagai rata-rata tertimbang dari harga aset di beberapa bursa spot utama. Fungsi utamanya adalah mengaitkan pasangan Futures dengan realitas pasar yang lebih luas dan mencegah manipulasi harga dari satu bursa saja. Demi keadilan dan akurasi, platform trading menerapkan proteksi ketat dalam kalkulasi Index Price.
Jika pembaruan data dari bursa mengalami keterlambatan atau harga konsisten menyimpang dari rentang pasar normal, bursa tersebut akan dikeluarkan sementara dari kalkulasi. Demikian pula, jika harga spot bursa menyimpang lebih dari ±1% dari median sumber data, harga tersebut juga dikeluarkan. Perlindungan ini membuat Index Price tetap jadi referensi andal walau ada kondisi pasar ekstrem atau gangguan teknis pada bursa tertentu.
Fair Price adalah mekanisme kontrol risiko yang dirancang untuk melindungi trader dari likuidasi tidak perlu. Kalkulasinya menggunakan Index Price dan rata-rata bergerak basis antara Futures dan spot. Fair Price menjadi satu-satunya acuan untuk menghitung profit-loss (PNL) belum terealisasi dan menentukan kapan posisi dilikuidasi.
Tujuan utamanya adalah mencegah likuidasi akibat lonjakan volatilitas, kekurangan likuiditas, atau upaya manipulasi harga di pasar tak likuid. Dengan menggunakan Fair Price, bukan Last Price, untuk kalkulasi likuidasi, platform membangun buffer yang melindungi trader dari penutupan posisi akibat anomali harga yang tidak mencerminkan kondisi pasar sebenarnya.
Mekanisme ini sangat penting saat volatilitas tinggi atau likuiditas rendah, di mana Last Price bisa sangat fluktuatif akibat transaksi kecil. Fair Price menstabilkan referensi sehingga pengelolaan posisi lebih aman.
Last Price adalah harga eksekusi trade terbaru di order book platform. Ini menentukan harga pengisian order pasar dan menggambarkan aktivitas trading aktual platform. Tidak seperti Index Price dan Fair Price yang merupakan hasil kalkulasi, Last Price adalah harga aktual di mana pembeli dan penjual bertransaksi pada saat itu.
Last Price penting untuk memahami sentimen pasar langsung dan arus order. Ini memberikan feedback real-time atas dinamika permintaan dan penawaran, serta menjadi dasar eksekusi order pasar. Pada kondisi pasar volatil atau tidak likuid, Last Price bisa sangat menyimpang dari Fair Price, sehingga platform lebih mengutamakan Fair Price untuk kalkulasi likuidasi.
Setiap dari tiga harga dalam trading Futures punya fungsi yang spesifik dan saling melengkapi. Last Price adalah eksekutor transaksi, menentukan harga aktual dan merefleksikan aktivitas pasar. Index Price adalah kalibrator nilai pasar wajar, mengaitkan harga Futures dengan pasar spot dari banyak bursa. Fair Price berfungsi menjaga keamanan posisi, melindungi trader dari likuidasi akibat anomali pasar sementara.
Memahami dan membedakan ketiga konsep ini membantu trader menilai risiko pasar dan merancang strategi trading yang lebih tangguh. Misalnya, perbedaan besar antara Last Price dan Fair Price bisa menjadi indikator ketidakefisienan pasar atau upaya manipulasi, memberi peluang bagi trader cermat sekaligus peringatan risiko. Memantau hubungan antara Index Price dan harga platform juga bisa mengungkap peluang arbitrase atau tren pasar yang lebih luas.
Dengan memahami interaksi ketiga harga ini dan dampaknya terhadap aspek trading Futures, trader dapat masuk pasar dengan stabilitas, kepercayaan diri, dan manajemen risiko yang lebih baik. Pengetahuan ini adalah fondasi penting untuk sukses dalam trading Futures, sehingga peserta bisa mengambil keputusan akurat soal ukuran posisi, titik masuk/keluar, dan strategi risk management.
Index Price adalah rata-rata tertimbang harga spot di sejumlah bursa utama. Fair Price adalah harga teoritis berdasarkan index price dan biaya funding. Last Price adalah harga transaksi terbaru di platform.
Index price adalah rata-rata tertimbang lintas pasar spot. Fair price digunakan untuk settlement kontrak dan likuidasi. Last price adalah harga transaksi aktual di akhir trading.
Fair Price dihitung dari harga spot plus biaya funding, disesuaikan dengan waktu jatuh tempo. Fair Price merepresentasikan harga teoritis kontrak Futures agar tidak ada peluang arbitrase antara pasar spot dan Futures.
Jika Last Price dan Index Price berbeda, itu menandakan volatilitas pasar dan selisih harga sementara. Ini menyebabkan profit/loss belum terealisasi pada posisi Anda. Hal ini normal dan tidak berarti Anda kehilangan dana. Biasanya harga akan konvergen kembali saat kondisi pasar stabil.
Index Price menjaga penilaian wajar dan mencegah manipulasi. Fair Price menjadi panduan keputusan entry/exit. Last Price menunjukkan sentimen pasar real-time. Ketiganya membantu trader mengidentifikasi tren, mengelola risiko, mengoptimalkan strategi, dan mengeksekusi order di level terbaik.
Gunakan fair price sebagai tolok ukur utama, padukan dengan index price untuk konteks pasar dan last price sebagai sinyal entry/exit. Gabungkan dengan indikator teknikal agar eksekusi strategi trading lebih optimal.











