13 Februari 2026: Pasar kripto terus bergerak di level terendah di tengah kekhawatiran makroekonomi. Namun, di balik pergerakan harga yang lesu, fundamental jaringan Ethereum tengah mengalami transformasi historis.
Menurut data pasar Gate, ETH saat ini diperdagangkan di level $1.960. Meskipun harganya masih di bawah ambang $2.000, "gelombang staking" on-chain terus melaju dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
ValidatorQueue, sebuah platform agregasi data on-chain, baru-baru ini mengungkapkan bahwa rasio staking Ethereum secara resmi telah melampaui 30% dari total suplai yang beredar—angka tertinggi sejak transisi ke PoS. Menariknya, lebih dari 4,1 juta ETH (senilai sekitar $8 miliar) masih mengantre dalam daftar masuk validator, dengan waktu tunggu kini melebihi 71 hari.
Tonggak 30%: Titik Balik Keamanan dan Likuiditas
Angka ini sangat simbolis.
Dengan lebih dari sepertiga total ETH terkunci di layer konsensus, biaya untuk menyerang jaringan Ethereum telah mencapai level tertinggi, mendorong keamanan ekonomi ke tingkat yang baru. Gate Research mencatat bahwa melewati ambang staking 30% sering dianggap sebagai penanda kematangan jaringan: permintaan spekulatif jangka pendek mulai memudar, dan alokasi aset jangka panjang mulai mendominasi pasar.
Pada saat yang sama, likuiditas mengalami pergeseran struktural. Per 13 Februari, kontrak deposit Beacon Chain menampung lebih dari 80,8 juta ETH. Walaupun angka ini termasuk beberapa reward yang belum diklaim dalam waktu lama, data tersebut jelas menunjukkan bahwa porsi ETH yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar sekunder semakin menyusut.
"Gridlock" $8 Miliar: Kemacetan Deposit Ethereum
Seiring meningkatnya partisipasi staking, antrean masuk validator Ethereum mengalami kemacetan jaringan yang parah.
Saat ini, siapa pun yang ingin menyetor 32 ETH untuk menjadi validator harus menghadapi rata-rata waktu tunggu lebih dari 70 hari. Jumlah ETH dalam antrean masuk telah mencapai 4,105 juta; dengan harga spot $1.941,36, itu berarti ada aset senilai $8.000.000.000 dalam status "pending".
Pengamat Gate menyoroti bahwa fenomena ini mengingatkan pada "kemacetan biaya miner" yang terjadi saat puncak DeFi—ketika pasar mencapai konsensus atas ekspektasi imbal hasil dari suatu aksi tertentu, persaingan untuk masuk secara alami mendorong naik biaya waktu dan hambatan tersembunyi.
Sebaliknya, antrean keluar jauh lebih singkat. Hanya sekitar 33.800 ETH yang saat ini menunggu keluar, dengan waktu tunggu hanya 14 jam. Kesenjangan besar antara antrean masuk dan keluar ini mencerminkan sentimen pemegang ETH: hampir tidak ada yang ingin secara sukarela melepas posisi staking mereka pada tahap ini.
Tekanan Suplai vs. Harga Lemah: Apa yang Dipertimbangkan Pasar?
Situasi ini membingungkan banyak pendatang baru: jika semakin banyak ETH yang dikunci, mengapa harga justru terus turun?
Data pasar Gate menunjukkan ETH terus menguji kisaran $1.900–$2.000. Secara teknikal, RSI harian turun ke 28,57, menandakan kondisi oversold yang ekstrem, sementara MACD 4 jam menunjukkan divergensi bullish, mengindikasikan tekanan turun mulai mereda.
Kontradiksi ini mencerminkan tarik-menarik antara likuiditas jangka pendek dan nilai jangka panjang. Secara makro, pasar kripto di bulan Februari diliputi "ketakutan ekstrem", dengan pasar saham AS dan kripto sama-sama tertekan, serta arus keluar ETF yang terus berlanjut. Akibatnya, sentimen positif belum langsung berdampak pada harga. Namun, data on-chain tidak berbohong—modal besar diam-diam mulai masuk pada periode ini.
Ambil contoh BitMine. Kepemilikan resmi institusi ini telah melampaui 4,2 juta ETH, dengan 1,8 juta di antaranya dalam staking. Alamat whale serupa juga terus melakukan akumulasi selama dua minggu terakhir, tanpa terpengaruh oleh penurunan harga.
Persamaan Suplai Telah Berubah: Saat 30% Menjadi Normal Baru
Jika ETH dipandang sebagai aset penghasil imbal hasil, tingkat staking saat ini sekitar 3%—tidak terlalu tinggi. Namun, arus modal terus masuk, didorong oleh ekspektasi.
Dengan staking menembus 30%, jumlah ETH yang benar-benar beredar mendekati ambang kritis. Gate Research mencatat bahwa cadangan ETH di bursa tersentralisasi kini berada di level terendah dalam beberapa tahun, hanya sekitar 12,9% dari suplai. Ini berarti, ketika sentimen pasar berbalik arah, pembeli bisa menghadapi kelangkaan koin untuk dibeli.
Selain itu, lebih dari 4,4 juta ETH terkunci di kontrak Ethereum Foundation dan bridge Layer 2, sehingga semakin mengurangi suplai yang beredar. Dengan berbagai mekanisme staking yang berjalan bersamaan, free float ETH yang sesungguhnya bisa jadi jauh lebih ketat daripada angka utama yang terlihat.
$8 Miliar Menunggu, dan Sentimen Trader di Gate
Di pasar spot Gate, pembeli ETH membangun pertahanan di atas $1.900. Di komunitas, semakin banyak pengguna yang mulai memantau indikator unik "staking queue".
Sebelumnya, trader mengamati arus masuk dan keluar dompet exchange untuk mengukur tekanan jual; kini, panjang antrean validator menjadi metrik baru untuk kepercayaan jangka panjang. $8 miliar modal rela menunggu dua setengah bulan hanya untuk bisa masuk pasar—biaya yang jelas tidak akan diterima spekulan jangka pendek.
Laporan terbaru Standard Chartered pada 12 Februari menetapkan batas bawah jangka pendek ETH di $1.400, namun tetap menargetkan $4.000 di akhir tahun. Hal ini memicu perdebatan di Gate Square: sebagian trader percaya akan ada "satu kali penurunan lagi", sementara yang lain berpendapat setelah seluruh 4,1 juta ETH dalam antrean berhasil staking, koin murah akan sulit ditemukan.
Kesimpulan: Revolusi Sunyi di Sisi Suplai
Ethereum tengah mengalami transformasi sisi suplai yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Rasio staking 30%, antrean $8 miliar, dan waktu tunggu 71 hari—semua angka ini mengarah pada satu tren: ETH tengah beralih dari "aset berlikuiditas tinggi" menjadi "aset imbal hasil mirip obligasi".
Bagi trader harian di Gate, hal ini berarti valuasi ETH di masa depan mungkin perlu memantau dua set data: satu berupa grafik harga di perangkat trading, dan satu lagi antrean on-chain yang seolah tak berujung. Saat 30% menjadi normal baru, aturan permainan pasar telah berubah secara diam-diam.


